Cerita Rakyat : Asal Mula Gunung Tangkuban Perahu

0
14

Menurut cerita, konon pada zaman dahulu kala hiduplah seorang putri kerajaan yang memilki paras cantik bernama Dayang Sumbi. Kecantikannya pun mengundang rasa kagum bagi seluruh pemuda di penjuru negeri, termasuk juga dari golongan bangsawan. Tak terhitung sudah berapa banyak para pangeran yang ingin meminangnya. Namun entah kenapa ia selalu saja menolaknya. Karena persaingan tersebut, banyak dari mereka yang berperang satu sama lain demi mendapatkan hati sang putri. Karena pertumpahan darah tersebut Dayang Sumbi merasa sedih dan akhirnya memilih untuk mengasingkan diri ke hutan atas izin sang ayah yaitu Raja Sumbing Perbangkara.

Ia kemudian pergi ke hutan dengan ditemani seekor anjing jantan yang setia bernama si Tumang. Suatu hari karena bosan, Dayang Sumbi mencoba belajar menenun. Malangnya, ia kehilangan jarum karena jatuh ke sungai. Karena enggan mengambilnya sendiri ia kemudian berucap, barang siapa yang menemukan jarumnya, jika dia seorang wanita maka akan dianggapnya menjadi saudara, jika yang menemukannya adalah laki-laki maka ia akan menjadikannya suami. Tak disangka beberapa waktu kemudian ternyata si Tumang, anjingnya lah yang menemukan jarum tersebut. Meskipun sempat bingung ia kemudian tetap menepati janjinya untuk menikahinya.

Siapa sangka ternyata si Tumang adalah jelmaan pemuda tampan yang dikutuk menjadi seekor anjing, dan hanya bisa berubah menjadi manusia ketika bulan purnama tiba. Ia sangat terkejut sekaligus takjub tidak percaya. Tidak lama setelah itu, Dayang Sumbi melahirkan seorang anak yang diberi nama Sangkuriang. Suatu hari Sangkuriang mengetahui bahwa ibunya sangat ingin makan hati rusa. Ia kemudian memutuskan pergi berburu ke hutan bersama si Tumang. Lama ia berburu dan tidak berhasil juga mendapatkan hewan buruan, tanpa pikir panjang ia pun membunuh si Tumang dan mengambil hati anjing malang tersebut. Sesampainya di rumah, Dayang sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang telah membunuh ayahnya sendiri. Bukan kepalang marahnya ia, sehingga tanpa pikir panjang lalu memukul kepala sangkuriang hingga membekas. Sangkuriang pun pergi meninggalkan ibunya dan berkelana seorang diri.

Hari berganti hari dan tahun berganti tahun. Suatu hari tidak sengaja Sangkuriang bertemu kembali dengan ibunya Dayang Sumbi. Anehnya ia tidak bertambah tua dan malah bertambah kecantikannya sampai-sampai Sangkuriang tidak mengenalinya, begitu juga dengan Dayang Sumbi. Mereka akhirnya jatuh cinta dan memutuskan bersama. Suatu saat, secara tidak sengaja Dayang Sumbi menemukan bekas luka di kepala Sangkuriang dan baru menyadari bahwa ia adalah anak kandungnya yang pernah diusir dulu.

Dayang Sumbi kemudian mencari cara agar ia bisa berpisah dengan Sangkuriang. Ia pun mengajukan syarat untuk dibuatkan Danau beserta dengan perahu besar dan harus selesai sebelum matahari terbit. Tak disangka karena Sangkuriang begitu sakti, ia hampir menyelesaikan perahunya dengan bantuan makhluk halus. Namun Dayang Sumbi tak habis akal, ia kemudian meminta bantuan para penduduk untuk menumbuk padi meskipun belum pagi sehingga makhluk halus yang membantu sangkuriang pergi sementara perahunya belum selesai. Mengetahui hal tersebut Sangkuriang sangat marah dan menendang perahu besar itu hingga terbalik sehingga menyerupai gunung yang saat ini dikenal dengan Gunung Tangkuban Perahu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here