Captain Tsubasa yang Mengubah Wajah Sepak Bola Jepang dan Menginsipirasi Pemain-Pemain Terbaik Dunia

0
67

Jepang telah berhasil lolos ke piala dunia enam kali berturut-turut semenjak edisi 1998. Negeri Samurai telah melakukan segalanya untuk membangun kesuksesan ini, termasuk menyeriusi pembinaan pemain usia muda. Kita juga perlu menyebut kesolidan penyelenggaran liga profesional Jepang, yang telah dimulai sejak 1990-an, sebagai prasyarat kontinuasi prestasi sepak bola Jepang. Kompetisi J-League kemudian menjelma menjadi liga domestik paling kompetitif di Asia, dan banyak bintang Jepang yang mematangkan diri di sini sebelum pindah ke Eropa.

Namun demikian, mereka juga punya satu sosok yang berhasil menginspirasi pesepak bola muda yang dibesarkan tanpa melupakan identitas Jepang. Sosok itu ialah Tsubasa Ozora, bocah fiksi berusia 11 tahun yang terobsesi dengan sepak bola.

Otak di balik ketenaran Tsubasa ialah Yoichi Takahashi, seorang komikus yang semasa kecil juga bercita-cita menjadi pemain sepak bola. Sebelum menciptakan Tsubasa, Takahashi lebih sering bersinggungan dengan kartun-kartun bisbol, olahraga paling dikenal di Jepang waktu itu. Namun setelah melakukan pendalaman, dia berhasil menemukan pesan-pesan universal yang dikandung sepak bola. Olahraga ini mungkin belum menjadi yang terfavorit di Jepang, tetapi Takahashi memutuskan akan membantu mempopulerkannya.

Dimulai dari cerita bahwa hidupnya diselamatkan oleh bola yang dipeluknya saat ditabrak bus pada usia setahun, karakter Tsubasa mulai muncul pada 1981 di sebuah komik berjudul Soccer no Moshigo (Surga Mengirim Bocah Bola). Hampir empat dekade berlalu, Tsubasa telah menjadi abadi berkat 15 seri manga, enam seri anime, empat film panjang, 14 gim konsol, dan ribuan boneka, pakaian, serta memorabilia.

Saat mewawancarai Takahashi pada 2011, majalah Nippon berkata ke sang pencipta, “Kemunculan Tsubasa turut membantu meledaknya kegemaran atas sepak bola di Jepang, juga membantu meningkatkan pengembangan olah raga tersebut.” Takahashi dengan kerendahan hatinya mungkin menolak klaim tersebut, tetapi beberapa pernyataan dari bintang-bintang dunia mungkin akan membuatnya tersipu.
Hidetoshi Nakata, bintang legendaris Jepang yang menginisiasi eksodus pemain Jepang ke Eropa, berujar, “20 atau 30 tahun lalu di Jepang, sepak bola belum seterkenal sekarang, jadi aku tidak punya idola, tidak punya pahlawan untuk dipuja. Namun ada satu kartun, namanya Captain Tsubasa, yang ketika aku membacanya, aku jadi mencintai sepak bola. Aku meninggalkan bisbol dan memilih sepak bola.”

Fernando Torres, penyerang yang mencetak gol kemenangan Spanyol di final Euro 2008, berucap, “Aku ingat ketika kecil, kami (keluarga) tak menemukan sinyal di televisi, tapi semua teman di sekolah berbicara tentang sebuah kartun sepak bola dari Jepang. Itu adalah serial berjudul Oliver dan Benji di Spanyol dan dua pemain muda di kartun itu memulai perjalanan di tim muda, dipanggil tim nasional, memenangi piala dunia, dan pindah ke Barcelona dan Bayern Munich. Aku memulai bermain sepak bola karena mereka. Aku ingin menjadi Oliver.”

Bila di Spanyol karakter Tsubasa dialihbahasakan menjadi Oliver dan Benji, di Italia karakter tersebut dinamai Holly dan Benji. Alessandro del Piero, Zinedine Zidane, dan Gennaro Gattuso telah mengakui berutang pada Tsubasa terkait motivasi di awal karier mereka.

Takahashi mungkin mengingat pertanyaan di awal perilisan Tsubasa, “Kapan Jepang akan ambil bagian di piala dunia?” Ia menjawabnya dengan percaya diri, “Suatu hari nanti, aku akan membuatnya jadi kenyataan.”

Well, Tsubasa bukan Cuma telah membuat Jepang lolos piala dunia, melainkan juga menciptakan pemain-pemain terbaik dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here