Burung Hantu vs Belalang

0
23

Singkat cerita, pada suatu hari ada seekor burung hantu di sebuah pohon tua, ia adalah burung hantu yang sudah tua dan memiliki sifat pemarah. Terutama jika ada yang mengganggu saat ia sedang tidur. Pada siang hari burung hantu akan menghabiskan waktunya untuk tidur dan ia akan bangun jika matahari sudah terbenam dan hari mulai gelap.

Dan perlahan-lahan burung hantu tersebut menggeliat lalu matanya berkedip-kedip dari dalam lubang pohon tua itu. Si burung hantu berseru “hooo..hooo..hooo..oo..ooo.” Suaranya menggema sampai terdengar dari kejauhan, ia mulai mencari makanan favoritnya seperti katak, serangga,semut dan lainnya.

Di suatu sore hari pada musim panas. Ia sedang tertidur pulas di dalam lubang pohon tua, tiba-tiba ada seekor belalang sedang bernyanyi dengan sangat gembira. Namun rupanya burung hantu tersebut merasa terganggu dengan nyanyian belalang itu. Burung hantu tua itu pun akhirnya keluar dari sarangnya saat mendengar suara nyanyian belalang yang sangat berisik itu.

“Hey Belalang, pergilah kau dari sini” katanya kepada si belalang tersebut.
“Apakah kau tidak memiliki sopan santun ? kau setidaknya bisa menghormati aku yang sudah tua ini dan membiarkan aku tidur dengan tenang tanpa gangguan apapun !!!”

Namun belalang tidak mau pergi dan malah berkata kasar pada si burung hantu tersebut.

“Kenapa kau mengusirku wahai burung hantu?, aku kan juga memiliki hak untuk hidup di sini.” ucap belalang dengan nada tinggi.

Kemudian si belalang itu pun malah menjadi-jadi dengan sengaja bernyanyi dengan suara lebih keras dari sebelumnya, hal itu membuat si burung hantu yang sudah tua semakin dibuat jengkel oleh si belalang.

Akhirnya si Burung hantu tua berpikir bahwa ia yang sudah banyak pengalaman dalam menjalani kehidupan, ia tahu bahwa tidak ada gunanya berdebat dengan seekor belalang yang tidak tahu diri. Lagi pula, tubuhnya yang sudah tua sehingga sulit untuk bergerak cepat lagi. Jadi dia berkata dengan baik-baik kepada belalang.

“Baiklah kalau begitu” kata si burung hantu tua,

“Daripada kita berdebat yang tidak ada ujungnya, aku mengalah saja. Akan kunikmati nyanyianmu, sekarang juga. Oh ya, aku memiliki banyak makanan dan minuman di sarangku. Bila kamu sudah selesai bernyanyi, kemarilah. Nikmati makanan dan minuman ini bersamaku.” Ucap si burung hantu.

Belalang tersebut akhirnya meng-iya-kan ucapan si burung hantu, dan terjebaklah ia. Ketika berada dalam jarak yang dekat, burung hantu tua segera memangsa si belalang. Akhirnya si belalang tersebut telah mati di makan si burung hantu.

Hikmah dari kisah ini adalah sebagai manusia kita harus menghormati orang yang sudah tua, jangan sampai kita berbuat semena-mena kepada orang yang sudah tua. Walaupun kita tidak suka dengan orang yang sudah tua tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here