Bunga Mawar Yang Sombong

0
8

Suatu ketika di sebuah pekarangan rumah pada musim semi. Ada sebuah pohon mawar merah memekarkan bunganya di tengah sebuah hutan. Beberapa macam pohon dan tumbuhan hidup di sana. Melihat bunga mawar yang menengok kesana kemari, semua pohon dan tumbuhan memujinya. Hingga membuat bunga mawar menjadi sombong karena banyak yang memujinya.

Sebuah pohon cemara yang terletak tidak jauh dari bunga mawar berkata. ”Sungguh indah bunga itu. Aku ingin menjadi seperti bunga itu.”

Lalu Pohon Pisang berkata, ”Pohon cemara saudaraku, janganlah engkau bersedih, kita tidak mungkin bisa seperti dia.”

Bunga mawar itu menoleh lalu berkata, ”Sepertinya aku adalah tumbuhan terindah di pekarangan ini.”

Kemudian Bunga matahari menyembul dengan kepalanya yang kuning dan bertanya, ”Kenapa engkau mengatakan hal itu? Di pekarangan ini banyak sekali tumbuhan yang indah. Kamu hanyalah salah satu dari mereka.”

Bunga mawar merah itu menjawab, ”Aku melihat setiap orang memandang ke arahku lalu memujiku.” Kemudian ia melihat ke arah bunga kaktus dan berkata, ”Lihatlah tumbuhan jelek yang penuh duri itu!”

Pohon cemara berkata, ”Mawar merah, kamu ini bicara apa? Janganlah Kamu jangan sombong? Kamu sendiri juga berduri.”

Dengan sombongnya mawar merah itu berkata dengan amarah kepada cemara, ”Aku pikir kamu mempunyai selera yang bagus! Ternyata kamu sama sekali tidak tahu menahu tentang keindahan. Bahkan kamu tidak bisa membedakan antara duriku dan duri pohon kaktus itu.”

”Sungguh sombong bunga ini,” pikir tumbuhan yang lain. Mawar itu berusaha menggerakkan akarnya menjauhi kaktus, tapi tidak bisa.

Setelah beberapa hari berlalu, bunga mawar itu ingin melihat ke arah kaktus dan mengatakan sesuatu bernada menghina, “Bukankah pohon ini sangat tidak berguna? Aku sangat menyesal menjadi tetangganya”.

Kaktus itu tidak pernah merasa terganggu dan bahkan berusaha menasehati bunga mawar, dengan mengatakan, ”Tidaklah Allah menciptakan suatu bentuk kehidupan melainkan mempunyai sebuah tujuan.”

Musim semi telah berlalu, dan cuaca pun berubah menjadi sangat panas. Kehidupan di pekarangan menjadi sangat sulit, karena semua pepohonan dan binatang membutuhkan banyak air, padahal tidak ada air hujan yang turun. Bunga mawar merah itu menjadi layu.

Suatu hari bunga mawar itu melihat beberapa ekor burung pipit mencucukkan paruh mereka ke pohon kaktus, dan kemudian berlalu dengan tubuh yang segar. Bagi bunga mawar merah hal ini sangatlah membingungkan, lalu dia bertanya pada pohon cemara tentang apakah yang sedang diperbuat oleh burung-burung itu.

“Burung-burung itu meminum air dari pohon kaktus,” ujar pohon cemara.

”Bukankah sangat menyakitkan ketika mereka membuat lubang di tubuh kaktus?” Tanya bunga mawar.

”Ya, akan tetapi pohon kaktus itu tidak suka jika melihat burung-burung itu menderita,” Jawab pohon cemara.

Dengan terkejut mata bunga mawar itu terbelalak, lalu bertanya lagi kepada pohon cemara,”Pohon kaktus itu mempunyai air?”

”Ya, dan kamu boleh minum darinya. Burung-burung pipit itu bisa membawakan air kepadamu jika kamu memang membutuhkan pertolongan dari pohon kaktus.” Jawab pohon cemara.

Bunga mawar itu merasa sangat malu untuk meminta air dari kaktus dikarenakan ia sering menghina pohon kaktus. tapi akhirnya ia meminta tolong kepada kaktus. Dengan baik hati kaktus menyetujuinya dan burung-burung pipit itu memenuhi paruh mereka dengan air dan membawanya untuk mengairi akar pohon mawar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here