Besi Batangan dan Jarum

0
114
Source : https://unsplash.com/@alex_andrews

Alkisah di suatu daerah yang kini terkenal dengan nama Tiongkok, terdapat seorang anak laki-laki bernama Lie yang sangat gemar berkeliling dan bermain. Ia tidak menyukai semua pelajaran di sekolah seperti baca tulis karena bagi dirinya, mempelajari sesuatu yang baru dari sekolah itu merupakan kegiatan yang membosankan.

Hari-hari tetap berjalan. Bulan demi bulan pun berlalu. Sang anak masih memutuskan untuk bermain-main hingga pada suatu ketika, ia berpapasan dengan seorang nenek yang sedang mengerjakan sesuatu. Karena penasaran, Lie mendekat ke arahnya.

Sesudah berada dalam jarak yang lebih dekat, Lie mendapati bahwa nenek itu sedang menggosok besi batangan menjadi sebuah jarum. Karena Lie masih merasa heran, ia tetap memperhatikan pekerjaan tangan dari sang nenek lalu memberanikan diri untuk bertanya.

β€œNek, kegiatan apakah yang sedang kau lakukan ini?” tanya Lie dengan cepat.

Nenek tua tersebut berhenti melakukan pekerjaannya setelah mendengar Lie bertanya. Ia tersenyum lalu menjawab bahwa dirinya sedang mengasah besi batangan menjadi sebuah jarum. Mendengar hal itu, Lie pun terkejut bukan main. Ia langsung mengutarakan pendapatnya bahwa hal itu tidak mungkin bisa terjadi.

Akan tetapi, nenek hanya kembali tersenyum saat melihat reaksi dari Lie. Kemudian, ia berkata lagi bahwa segala sesuatu mungkin untuk di lakukan selama ada keteguhan hati, kepercayaan diri dan kesabaran. Oleh sebab itu, apabila Lie menerapkan ketiga unsur tersebut dalam kehidupan untuk membuat sebatang besi menjadi jarum, niscaya tidak ada yang mustahil.

Lie terdiam mendengar penjelasan nenek tua itu. Kini, ia menyadari bahwa selama ini dirinya kurang bersyukur dalam menghargai waktu yang sudah di berikan kepadanya untuk mempelajari sesuatu di sekolah. Lie sudah sering bermalas-malasan mengikuti kegiatan seharusnya sehingga ia menjadi tertinggal.

Akhirnya, sejak kejadian itu berlangsung, Lie menjadi seorang murid yang mengalami perubahan sebanyak 180 derajat ke arah yang lebih baik. Ia menjadi taat kepada semua guru, menghormati orang tua, sering bersosialisasi dengan teman-teman dan menolong sesama serta belajar hal-hal yang di perlukan agar bisa menjadi salah satu penulis paling handal di Tiongkok.

Semua kerja kerasnya terbayar lunas 20 tahun kemudian. Kini, seorang anak muda bernama Lie bertransformasi menjadi seorang penyair ternama yang masuk ke dalam sejarah Tiongkok. Dalam perjalanan hidupnya, ia selalu mengajarkan kepada para murid bahwa mereka harus berupaya sungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Sama seperti yang pernah di ajarkan oleh nenek tua.

Demikianlah isi dari sebuah kisah singkat mengenai besi batangan dan jarum. Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita sering menunda segala pekerjaan untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan. Baik itu bermain, makan atau tidur sekalipun sehingga kegiatan tersebut dapat mengakibatkan dampak negatif.

Kisah besi batangan dan jarum telah mengajarkan kita untuk mengeluarkan sifat sabar, tekun dan tidak menyerah dalam menghadapi berbagai hal terkait dengan hidup. Oleh sebab itu, jika kita ingin meraih kesuksesan tanpa penundaan lagi, ada kalanya kita harus melakukan ketiga hal berikut.

Tidak perlu menunggu orang tua. Tidak perlu menunggu teman-teman. Tidak perlu juga menunggu kerabat apalagi orang lain untuk meraih kesuksesan karena setiap dari kita sudah mempunyai jalannya masing-masing. Apabila ada di antara kalian sudah sukses, janganlah melupakan keadaan dahulu dan ingatlah jasa dari semua orang yang sudah membantu.

 

Semoga cerita klasik ini bermanfaat bagi kalian semua! Silakan di bagikan apabila ada yang memerlukan, ya! πŸ™‚

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here