Belum Seganas Musim Lalu, Apa yang Salah dari Mo Salah?

0
107

Membandingkan musim fantastis Mohamed Salah pada musim debut di Liverpool dengan realita yang terjadi musim ini mungkin terlalu prematur, tapi pemain Mesir tersebut memang terlihat berbeda musim ini. Liga Inggris baru berumur tujuh pertandingan dan Salah sudah mencetak tiga gol, yang sebenarnya angka yang tak terlalu buruk.

Musim debutnya berhiaskan 32 gol, tapi penggemar mungkin berekspektasi Salah akan sekonsisten Lionel Messi dalam membobol deretan lawan. Namun kita perlu mempertimbangkan, angka yang ditembus Salah musim lalu nyatanya dua kali lipat atau lebih dari catatannya di musim-musim sebelumnya.

Kekhawatiran penggemar boleh di anggap serius jika melihat pertandingan terakhir melawan Chelsea. Dalam laga tersebut, Salah digantikan oleh Xherdan Shaqiri setelah satu jam. Jenis pergantian ini merepresentasikan “ganti pemain” dibanding “ganti sistem”. Bisa kita duga, pelatih Jurgen Klopp tidak yakin Salah mampu menjebol Kepa Arrizabalaga, sesuatu yang tidak terpikirkan pada musim lalu.

Memang ada yang salah dari finishing Salah. Telusuri 29 tembakan Salah musim ini, akan terjelaskan bahwa ia bukan tidak beruntung di depan gawang atau berhadapan dengan kiper yang tangguh. Finishing-nya lemah. Semua (tiga) gol Salah di liga musim ini berwujud sontekan pada sentuhan pertama. Keganasan Salah menurun bila ia sendiri yang menciptakan peluang gol.

Kemungkinan dia kehilangan ketajaman, bahwa masalahnya musim ini cenderung pada mental dibanding fisik. Kekecewaan akibat keluar dini di final Liga Champions, kemudian kembali terlalu cepat setelah cedera pundak guna memimpin timnya di piala dunia, mungkin juga berdampaak pada problem ini.

Bisa jadi Salah akan kembali tajam seiring berjalannya waktu, tapi tetap ada pekerjaan rumah baik bagi Salah maupun Klopp. Untuk Salah, pengambilan keputusan dan tembakan tidak cukup bagus, terutama setelah menggiring bola dari sayap kanan. Untuk Klopp, barangkali perlu dicoba memasang Salah di tengah, untuk menyediakan sudut yang lebih besar bagi sang bintang untuk mencapai gawang.

Bagaimana pun, dukungan datang dari legenda Jamie Carragher, ”Aku berharap Klopp memberi petuah pada Salah: Jika dia tidak mencetak lebih dari 40 gol, bukan berarti dia menjalani musim yang buruk. Jika Salah ‘cuma’ sanggup membuat 25 gol, dia punya musim yang hebat.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here