Bagaimana Ronaldo Mengubah Juventus dalam Sekejap

0
113

Musim ini, Juventus tak mencoba menyembunyikan keinginan menaklukkan Eropa. Pada musim-musim sebelumnya, walau sudah tujuh musim mendominasi Italia, mereka selalu merendah di hadapan penantang Eropa lain. Mereka mengatakan, mencapai perempatfinal adalah tujuan akhir.

Ketika klub itu memecahkan rekor transfer klub dan mendobrak tatanan gaji demi mendatangkan Cristiano Ronaldo, alibi seperti di atas tak boleh digunakan lagi.

“Setelah memenangi tujuh scudetto dan empat Coppa Italia, saatnya lebih dekat dengan trofi Eropa. Gairah untuk menjuarai Liga Champions selalu ada,” ucap pelatih Massimiaone Allegri suatu hari. Jangan lupa, kalimat tersebut diucapkan oleh pelatih yang mampu menembus dua final dalam empat tahun.

Belum apa-apa, Ronaldo sudah menularkan aura kemanangan dalam tim. Juve memecahkan rekor kemenangan beruntun di awal liga, memenanagi semua laga dalam sepuluh kesempatan pertama. Penampilannya musim ini, untuk sementara, berhiaskan lima gol dan empat assist.
Kontribusinya di luar lapangan juga lebih terasa. Kaos-kaos jadi lebih laris, interaksi sosial media jadi lebih ramai. Tak salah jika Ronaldo disebut sebagai katalisator.

Hanya, Allegri tak akan mengatakan bahwa timnya lebih berpeluang menjuarai Liga Champions hanya karena mendapat tambahan follower Instagram. Performa mereka di Eropa sejauh ini banyak tertolong dengan aura Ronaldo, bahwa semua rekan setim harus mencoba lebih keras, lebih baik, dan selalu memberikan 100%.

Federico Bernardeschi, seorang gelandang lokal, menyatakan, “Kedatangan Ronaldo membawa sesuatu yang baru. Mempunyai Ronaldo adalah sebuah keuntungan bagi pemain muda. Kami harus lebih cerdas, berlatih dengan pemain terbaik dunia, dan jika kami cukup beruntung, kami mungkin bisa mencuri ilmu baru.”

Selain menghadirkan bentuk serangan yang lebih variatif, Ronaldo juga membuka mentalitas baru di Turin. Biasanya, mereka akan pasif dan tampil defensif saat unggul 1-0 atau 2-0. Dengan adanya Ronaldo, pendekatan itu tak perlu dilakukan lagi.

“Sesuatu telah berubah,” ucap Andrea, pemegang tiket musiman di tribun selatan. “Kehadiran Ronaldo membuat tim ini terus bermain menyerang, tidak seperti sebelumnya. Rasa laparnya membuat semua rekan tetap menyerang. Bahkan Allegri pun seolah berhenti mengerem laga.”

Contoh terbaik datang saat laga melawan Napoli. Laga yang musim lalu berakhir kekalahan bagi Juve ini menjadi contoh bagaimana pemain berusia 33 tahun tersebut mengubah jalannnya pertandingan. Napoli unggul lebih dulu melalui Dries Mertens, namun segera dibalikkan keadaan melalui sentuhan-sentuhan Ronaldo.

Pertama ia meepas umpan silang yang begitu akurat menggunakan kaki kiri, yang mampu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Mario Mandzukic. Kemudian, tendangan kerasnya dari luar kotak penalti gagal ditepis dengan baik oleh David Ospina, yang membuat bola bergulir membentur mistar dan mengarah ke Mandzukic. Gol kembali terjadi, dan di akhir laga, skor menjadi 3-1 untuk Juventus.

Terakhir, kemenangan terbaru atas mantan klub di Old Trafford membuat segalanya makin jelas. Si Nyonya Tua tak malu lagi memburu gelar Eropa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here