Bagaimana Ilmuan Menghasilkan Vaksin?

0
6

Akhir-akhir ini kita sering banget mendengar kata vaksin. Vaksin itu sebenarnya apa sih? Dan, gimana sih cara menghasilkannya?

Untuk itu, lucubux kali ini akan mengulas bagaimana cara ilmuwan menghasilkan vaksin.
Yuk kita simak ulasan berikut ini!

Seperti yang kita tahu, vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap penyakit. Tujuan vaksin diproduksi adalah untuk melindungi kita dari berbagai ancaman penyakit.

Kalian pasti sering melihat ada anak kecil yang diimunisasi cacar, polio atau campak. Tindakan tersebut merupakan bagian dari pemberian vaksin. Dalam vaksin itu sendiri mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan seringnya dibuat dari mikroba yang sudah dilemahkan dari toksinnya.

Kemudian, vaksin yang masuk ke dalam tubuh itu akan akan merangsang sistem kekebalan tubuh.

Meski demikian, proses pembuatan vaksin ini lama lho, bisa sampai 2 tahun. Udah mirip sama angsuran motor ya?

Ada beberapa jenis vaksin dan proses pembuatan masing-masing vaksin pun berbeda-beda.

1. Vaksin hidup yang dilemahkan

Yang pertama, vaksin hidup yang dilemahkan atau juga disebut dengan live attenuated vaccine merupakan vaksin dengan kandungan mikroorganisme hidup yang telah dilemahkan dan menghasilkan infeksi terbatas yang cukup untuk merangsang sistem kekebalan tubuh, namun tidak sampai menyebabkan keadaan penyakit yang sebenarnya.

Vaksin ini diciptakan dengan cara melemahkan virus dan menjadikan proses perkembang biakan virus jadi lebih lambat. Karena, biasanya kita akan mudah tertular penyakit saat virus berkembang biak dengan sangat cepat dan banyak.

Jadi kesimpulannya, virus alami akan berkembang biak ribuan kali selama infeksi itu terjadi, sedangkan virus vaksin yang dilemahkan hanya berkembang biak 20 kali, dengan kata lain, karena perkembang biakan virus vaksin tidak sebanyak virus alami, maka virus vaksin tidak akan menyebabkan penyakit.

Kelebihan dari vaksin ini adalah hanya perlu diberikan 1-2 kali seumur hidup. Contohnya, vaksin campak, gondok, rubella, polio, cacar air, rotavirus, dan influenza.

Kelemahannya, vaksin ini tidak bisa diberikan pada penderita AIDS dan kanker, karena sistem kekebalan tubuh mereka sudah lemah.

2. Vaksin inaktif

Vaksin inaktif atau inactivated vaccines adalah jenis vaksin yang bekerja dengan dengan berbagai metode, seperti metode kimia dan radiasi.

Cara membuat vaksin ini adalah dengan membunuh virus sepenuhnya dengan bahan kimia atau dengan radiasi. Dengan kata lain, virus ini benar-benar membuat virus tidak bisa berkembang biak sama sekali.

Vaksin polio, hepatitis A, influenza dan rabies adalah contoh vaksin inaktif yang dibuat dengan cara ini.

Kelebihan dari vaksin ini adalah vaksin tidak akan menyebabkan penyakit pada si penerima vaksin meski penyakit ringan dan vaksin ini bisa diberikan pada pemilik sistem imun yang lemah.

Sayangnya, vaksin ini juga memiliki kelemahan, untuk mendapatkan keuntungan itu, membutuhkan beberapa dosis sampai benar-benar tercapai tingkat kekebalan yang memadai.

3. Vaksin toksoid

Vaksin toksoid adalah vaksin yang mengandung toksoid atau toksin yang sudah dibunuh.

Vaksin ini dibuat dengan cara menggunakan racun yang telah dinonaktifkan dengan menggunakan bahan kimia. Toksin adalah racun yang sudah dinonaktifkan.

Dengan racun yang sudah dinonaktifkan, maka tak akan lagi menyebabkan penyakit.

Vaksin difteri, tetanus dan pertusis adalah deretan vaksin toksoid yang diproduksi dengan cara ini.

4. Vaksin subunit

Vaksin subunit adalah vaksin yang memiliki kandungan antigen murni dari seluruh mikroorganisme, bisa berupa toksoid, fragmen subseluler, atau molekul permukaan yang dibawa oleh pengangkut yang berbeda.

Vaksin ini dibuat dengan menggunakan bagian dari virus yang dimusnahkan dan digunakan sebagai vaksin.

Vaksin ini terdiri dari protein yang berada di permukaan virus.

Keunggulan dari vaksin ini ialah dapat diberikan pada mereka yang memiliki sistem imun lemah dan untuk mendapatkan sistem kekebalan yang baik dalam jangka waktu yang lama hanya membutuhkan 2 dosis.

Contoh vaksin subunit adalah vaksin hepatitis B, herpes zoster, dan human papillomavirus.

5. Vaksin konjugat

Vaksin konjugat atau vaksin terkonjugasi atau juga vaksin “konjugasi polisakarida” merupakan turunan dari vaksin subunit, sebab, pembawa protein digunakan untuk mengangkut antigen berbasis polisakarida.

Vaksin ini dibuat dengan cara menggunakan sebagian lapisan gula atau polisakarida dari bakteri tersebut.

Vaksin ini hampir sama dengan vaksin hidup yang dilemahkan, vaksin konjugat bisa diberikan pada mereka yang memiliki sistem imun lemah, meski harus diberikan beberapa kali untuk mendapat kekebalan tubuh yang memadai.

Contoh dari vaksin konjugat adalah vaksin haemophilus influenzae tipe B atau Hib, pneumokokus dan sejumlah vaksin meningokokus.

Nah gaes, itu tadi adalah penjelasan mengenai 5 jenis vaksin dan bagaimana cara membuatnya. Vaksin apa yang sering kalian dengar nih? Tertarik buat bikin vaksin?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here