Bagaimana Aturan Backpass Mengubah Sepak Bola Inggris dalam Semalam

0
132

Sepak bola adalah olahraga yang sederhana. Mungkin selain peraturan offside yang agak rumit bagi penonton awam, tidak ada aturan lain yang cukup memusingkan. Nyaris semua peraturan bisa dipelajari dalam sekali tonton.

Banyak yang tak tahu, sebuah perubahan besar telah terjadi pada 1992. Bagi generasi lebih muda, membayangkan seorang kiper bisa memungut bola (atau sekadar menyentuhnya dengan tangan) ketika menerima umpan dari rekan sendiri mungkin terdengar aneh. Namun, peraturan kiper tak boleh menangkap umpan-dari-rekan-sendiri nyatanya baru diterapkan seperempat abad yang lalu.

Tapi mengapa peraturan ini harus diperkenalkan?

Di masa lalu, setidaknya sampai 1980-an, banyak ditemui sebuah tim mengulur waktu dengan menggiring bola ke lini pertahanan lawan. Pemain yang memegang bola tidak melanjutkan penyerangan, melainkan mengumpan jauh bola tersebut kepada kiper jauh di belakang. Si kiper akan menahan bola, menunggu ada pemain lawan yang berlari mendekatinya. Setelah dirasa cukup dekat, sang kiper akan memungut bola tersebut, dan kembali melanjutkan permainan.

Salah satu kiper besar terakhir yang menikmati era tersebut ialah Peter Schmeichel, kiper legendaris Manchester United, ayah dari kiper Leicester Kasper Schmeichel. Bigman Schmeichel memanfaatkan betul kondisi ini pada Euro 1992, saat Denmark menjadi juara secara mengejutkan. Rekan setimnya berulang kali mengoper bola ke Schmeichel, bahkan ketika di lapangan lawan, dalam perjalanan meraih trofi saat itu.

Peraturan backpass diperkenalkan pada tahun 1992, tepat saat Premier League mulai diperkenalkan, dan bisa dibilang mengubah situasi bagi penjaga gawang dalam semalam. Aturan ini sederhana: kiper tak diperbolehkan menerima/menyentuh bola yang dikirim rekan sendiri dengan tangan.

Pada awalnya, protes berdatangan. Pelatih Leeds United saat itu meyakini aturan ini akan membuat kiper lebih suka melakukan tendangan lambung. “Aku berpikir aturan ini akan membantu mengembangkan sepak bola,” ketus pendahulu Arsene Wenger di Arsenal, George Graham.

Padahal, perubahan ini dilakukan untuk menambah drama dalam permainan dan meningkatkan hiburan bagi penonton. Publik pun penasaran apa yang akan terjadi, terutama setelah kiper Manchester City Andy Dibble mengalami cedera kaki saat berlatih menggunakan kakinya.

Para penjaga gawang menjadi menderita. “Aturan ini merupakan penghinaan bagi profesiku,” ucap eks kiper Inggris Alan Hodgkinson. Para kiper, yang hanya berlatih menggunakan tangan sepanjang hidup mereka, sekarang dipaksa menggunakan kaki mereka. Dua dekade sebelum kemunculan Ederson dan Alisson di Liga Inggris, banyak kiper yang mengerutkan kening bila diminta melatih ketangkasan kakinya.

Walapun menerima banyak komplain, aturan backpass ini tak diragukan lagi telah mengubah wajah sepak bola. Itu membuat permainan lebih bertumbuh dan lebih menarik bagi penggemar. 25 tahun semenjak perubahan itu, Liga Inggris berstatus sebagai liga paling banyak ditonton di dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here