Awal Mula Sejarah Istilah Kiri dan Kanan

0
8

Kalian pasti sudah akrab banget dengan istilah ‘kiri’ dan ‘kanan’. ‘Kiri’ dan ‘Kanan’ atau dalam bahasa Inggris, ‘Left’ and ‘Right’, adalah dua kata yang melekat kuat dalam keseharian kita.

Seperti saat kita menggunakan Google Maps, saat mengikuti rute yang berbelok, si Google Maps akan bersuara ‘Turn Left’ atau ‘Turn Right’ untuk menunjukkan arah belokkan.

Ya, ‘Kiri’ dan ‘Kanan’ kerap digunakan sebagai penunjuk arah.

Namun, lebih dari itu ternyata ‘Left’ dan ‘Right’ dalam bahasa Inggris punya makna lebih luas dari sekedar ‘Kiri’ dan ‘Kanan’ lho.

Kira-kira bagaimana awal mula sejarah istilah ‘Left’ dan ‘Right’ ini ya? Yuk kita simak ulasan berikut ini!

‘Right’ memiliki 3 makna yaitu, arah kanan, benar, dan hak seseorang. Ketiganya saling berhubungan dan sama-sama berawal dari kata ‘riht.’

Dalam bahasa Inggris Kuno, Riht mengandung arti lurus. Kebiasaan orang-orang zaman dulu, sering menghubungkan sifat lurus dengan sesuatu yang benar. Karena itu, kata ‘riht’ akhirnya sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang melakukan suatu kebaikan.

Seiring berjalannya waktu, kata ‘riht’ mengalami perkembangan. Selain digunakan untuk kata ganti perbuatan baik, ‘riht’ mulai digunakan untuk menggambarkan hak seseorang. Hak seseorang mulai diberi label ‘riht’ atau ‘rights’, sebagai simbol klaim seseorang atas sesuatu yang sudah jelas untuknya.

Lalu, penggunaan kata ‘right’ yang bermakna sesuatu benar atau lurus mulai mengalami pergeseran karena mulai bercampur dengan budaya yang mereka praktekkan saat itu.

Dari awal, kata ‘right’ lebih dihubungkan dengan sesuatu yang lurus, baik secara moral maupun etika. Kemudian, kata ini, lalu diserap ke dalam kepercayaan orang-orang zaman dulu.

Kemudian, di zaman itu muncul persepsi bahwa orang yang dominan tangan kanan adalah orang yang benar dan baik, sedangkan orang yang yang dominan tangan kiri atau biasa disebut dengan kidal dianggap salah bahkan jahat.

Karena persepsi itu, masyarakat Inggris Kuno mulai menyebut tangan kanan dengan ‘right hand’, bukan karena posisinya namun karena pandangan moral dalam kepercayaan mereka. Mereka percaya jika ada yang salah dengan orang kidal.

Lalu untuk kata ‘left’ sendiri merujuk dari beberapa sumber, salah satunya adalah kata ‘lyft, yang artinya ‘lemah’ atau ‘tidak dominan’, makna tersebut berdasarkan kebiasaan tangan kiri yang penggunaannya tak sebanyak tangan kanan.

Selain itu, ‘left’ punya makna lain, yakni meninggalkan atau ditinggal sesuatu. Untuk makna tersebut yang, merujuk pada sumber lain, yakni dari kata ‘laefan’ yang artinya pergi.

Setelah itu, istilah ‘right hand’ atau tangan kanan dan ‘left hand’ atau tangan kiri semakin sering dipakai, kemudian orang-orang mulai menggunakannya sebagai penunjuk arah berdasarkan posisi tangan.

Semakin lama, orang-orang makin terbiasa menggunakan ‘left’ dan ‘right’ sebagai navigasi. Meski, mengalami perkembangan makna kata, ‘left’ dan ‘right’ juga tetap mempertahankan makna aslinya sampai hari ini, dan masih digunakan sebagai panduan di seluruh dunia.

Ya, itulah sekelumit ulasan mengenai awal mula sejarah istilah kiri dan kanan. Ternyata ‘left’ dan ‘right’ punya sejarah yang unik dan penuh makna ya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here