Awal Mula Kemunculan Sponsor di Jersey Tim-Tim Inggris

0
117

Lihatlah foto atau video legenda sepak bola dunia pertengahan abad 20, George Best dari Manchester United misalnya, dan Anda akan menarik suatu simpulan: kepolosan kaus tim. Anda hanya melihat warna klub, logo, dan nomor punggung, cuma itu.

Melompat ke tahun 2018 dan satu hal yang akan menarik perhatian ialah periklanan. Itu terjadi di mana-mana. Terdapat iklan yang besar di bagian depan, yang pasti melebihi ukuran logo kebesaran klub. Bahkan terhitung 2017/18, pemasangan sponsor di lengan pemain mulai diperbolehkan.

Maraknya jalinan sponsor ini tidak tumbuh dengan sendirinya. Perkembangan saat ini menunjukkan peningkatan besar-besaran nominal sponsor, yang bahkan tak terpengaruh inflasi. Klub-klub Liga Inggris lebih banyak menjalin kontrak dengan sponsor raksasa berjangka panjang, yang tentu diikuti nominal lebih besar.

Untuk memahami skala perubahan sponsor klub Liga Inggris, kita harus menelusuri hingga awal waktu. Klub iInggris pertama yang memasang sponsor bukanlah Manchester United, Liverpool atau pun Arsenal. Pijakan sejarah itu justru dilakukan oleh Kettering Town, yang bersepakat dengan perusahaaan ban lokal, Kettering Tyres. Pada 24 Januari 1976, Town menempelkan nama Kettering Tyres di depan kaus mereka saat melawan Bath City.

Hari berikutnya, FA (PSSI-nya Inggris) memerintahkan agar tulisan tersebut dihilangkan. Pihak klub berusaha mengakali perintah ini. Mereka menghapus empat huruf terakhir di pertandingan berikutnya, sehingga hanya terbaca “Kettering T”. Meskipun FA bisa menganggap ini adalah pelanggaran yang sama, pihak klub bisa berargumen, itu kan nama klub kami. Tak mempan, FA menghukum mereka sebesar 1000 poundsterling.

Dengan melihat realita bahwa beberapa klub di seberang Eropa telah menempelkan sponsor mereka, seperti Eintrach Braunshweig dengan logo Jagermeister, pihak Kettering belum jua menyerah. Pada musim berikutnya, mereka berkongsi dengan Bolton Wanderers dan Derby County agar mau memasang logo sponsor di dada mereka. Usaha ini pada akhirnya membuat FA luluh, yang pada Juni 1977 mulai memperbolehkan pencantuman sponsor secara legal.

Hibernian yang memasang logo Bukta pada 1977 dan Liverpool dengan logo Hitachi pada 1979 pada akhirnya menjadi tim pertama di kasta teratas Britania yang memamerkan sponsor di dada. Sepak bola pun semakin lekat dengan industri dan globalisasi. Saat peluncuran Premier League pada 1992, cuma satu klub (Wimbledon) yang gagal menggaet sponsor.

Di awal kemunculannya, sponsor yang memasuki sepak bola masih sebatas perusahaan lokal di Inggris, tetapi semenjak milenium baru, sponsor dari seberang lautan terus berdatangan. Investor dari Timur Tengah atau Tiongkok dengan senang hati mengulurkan tangan. Beberapa klub medioker seperti Crystal Palace atau Huddersfield bahkan mencantumkan karakter huruf Tiongkok dalam jerseynya.

Tren yang muncul belakangan juga agak menarik. Dari 20 tim Liga Inggris, sembilan di antaranya disponsori oleh perusahaan judi. Di Divisi Championship (kasta kedua), tercatat 17 tim disokong oleh perusahaan judi dari total 24 tim. Ini artinya, hampir 60% klub di dua kasta tertinggi Inggris menjalin relasi dengan perusahaan judi.

Sepak bola mengalami perubahan yang teramat cepat. Kurang dari 50 tahun lalu, kaus bola sepenuhnya telanjang. Sekarang, tiap klub Liga Inggris punya logo/tulisan yang berharga miliaran poundsterling.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here