Aung dan Boneka-Boneka Ajaib

0
122
Source : https://unsplash.com/@rzunikoff

Pada suatu hari, hiduplah seorang pembuat boneka bersama dengan anaknya yang bernama Aung. Karena sudah menjadi ahli dalam pembuatan boneka, ayah Aung sangat berharap bahwa anaknya akan meneruskan profesi yang ia tekuni selama ini. Akan tetapi, ternyata Aung tidak ingin menjadi seorang pembuat boneka karena bagi dirinya, kegiatan tersebut merupakan hal yang melelahkan.

Aung berbicara mengenai pendapatnya terkait dengan boneka kepada ayahnya. Mendengar pendapat dari anaknya, ayah Aung kembali menasihati dirinya bahwa profesi pembuat boneka itu adalah pekerjaan yang mulia. Selain mengeluarkan nasihat, ia pun juga berkata kepada Aung bahwa ia tidak memaksakan kehendaknya dan mempersilakan Aung pergi merantau dengan membawa 4 boneka pemberiannya.

Boneka-boneka itu terbuat dari kayu serta memiliki warna dan baju yang indah. Ayah Aung memberikan nama kepada 4 boneka tersebut. Boneka yang pertama di berinya nama Raja Dewa karena ia penuh dengan kelebihan. Boneka kedua ia beri nama Raksasa yang menyimbolkan kekuatan. Boneka yang ketiga bernama Peramal karena pengetahuannya dan boneka terakhir di beri nama Pertapa Suci karena kesuciannya.

Keesokan harinya, Aung berpamitan dengan orang tuanya lalu pergi dengan membawa sebuah tongkat bambu dan boneka pemberian ayahnya. Ia terus berjalan sampai ke tengah hutan. Setelah tiba di dalamnya, Aung duduk di dekat sebuah pohon.

Karena Aung adalah seorang anak yang penuh pertimbangan, ia pun tersenyum lalu memutuskan untuk bertanya mengenai keadaan hutan tersebut kepada salah satu boneka ayahnya yang bernama Raja Dewa. Sesudah bertanya, boneka Raja Dewa berubah menjadi sosok seperti manusia.

Raja Dewa menasihati Aung untuk memperhatikan keadaan sekitarnya. Setelah ia mengamatinya, barulah ia boleh mengambil langkah. Baru saja Raja Dewa selesai berbicara, ia sudah kembali ke bentuknya yang semula dan Aung menerapkan nasihat darinya.

Dalam pengamatannya, tanah di sekitar hutan sudah lembek dan penuh dengan jejak harimau. Oleh sebab itu, Aung memutuskan untuk memanjat pohon dan tidur di sana demi keamanan.

Waktu terus berjalan. Ketika senja sudah tiba keesokan harinya, Aung telah sampai di lereng pegunungan lalu ia memutuskan untuk mendirikan kemah. Hari pun berlanjut lagi. Keesokan harinya, Aung melihat iring-iringan kereta saat ia terbangun dari tidur. Kereta tersebut di penuhi oleh barang-barang yang harganya sangat mahal.

Menyadari keadaan, Aung berandai-andai dalam hatinya apabila ia bisa memiliki semua barang itu. Akhirnya, setelah berpikir untuk berapa lama, Aung memutuskan untuk bertanya kepada boneka Raksasa tentang cara supaya ia bisa memiliki seluruh barang yang ada di dalam kereta.

Raksasa pun berubah menjadi sosok berukuran manusia. Ia menjawab Aung bahwa semuanya bisa di miliki hanya dengan mengandalkan kekuatannya. Tepat ketika ia menghentakkan kakinya ke tanah, tempat di mana mereka berada menjadi berguncang.

Sontak Aung terkejut lalu memerintahkan boneka Raksasa untuk berhenti bergerak karena batu-batu sudah berguling ke arah iring-iringan kereta sehingga semua orang yang berada di dekatnya lari secepat kilat. Setelah menghampiri kereta tersebut, Aung menjadi terkesima karena banyaknya emas yang ia lihat.

Tepat ketika ia memegang emas-emas tersebut dan berbicara dengan Raksasa, ia bertemu dengan anak perempuan dari pemilik kereta yang bernama Mala. Melihat tindakan Aung, Mala hanya bisa duduk sambil menyimpan kemarahan yang mendalam kepadanya karena ia sudah mengetahui niat Aung yang sebenarnya.

Sekalipun Mala tidak mau mengikuti jejak Aung, mereka tetap melanjutkan perjalanan. Boneka Raksasa yang sudah mempermudah perjalanan menasihati Aung agar ia segera meminta bantuan boneka Peramal terkait dengan harta kekayaan yang ia peroleh sekarang.

Aung menurutinya lalu memanggil boneka Peramal. Kemudian, boneka Peramal berubah wujud dan menunjukkan kepadanya rahasia alam supaya Aung bisa menjadi semakin kaya. Singkat cerita, setelah sang Raksasa dan Peramal membantu dirinya, Aung pun menjadi orang yang kaya di daerah perkotaan.

Dengan seluruh harta kekayaannya, seharusnya Aung bisa membujuk Mala untuk mencintainya. Akan tetapi, Mala masih menutup pintu hatinya dan tidak ingin berbicara dengan Aung. Kejadian tersebut terus berlanjut sampai akhirnya, Mala memutuskan untuk pergi meninggalkannya.

Pencarian sosok Mala berlangsung di seluruh rumah Aung. Akan tetapi, ia sama sekali tidak menemukannya sehingga hal tersebut membuat Aung sedih. Akhirnya, Aung memutuskan untuk meminta bantuan dari boneka Pertapa Suci.

Pertapa Suci mengingatkan Aung akan nasihat ayahnya untuk melakukan kebaikan dengan tulus dan bukan hanya sekedar mencari harta. Setelah mendengar kata-kata itu, Aung berusaha sekuat tenaga untuk membantu orang-orang miskin hingga ia di pertemukan kembali dengan Mala beserta ayahnya. Aung meminta maaf kepada semua pihak lalu menjalani hidup yang bahagia bersama dengan mereka selamanya.

Demikianlah kisah Aung dan 4 boneka ajaib miliknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here