Si Joker Part 7 :Asal Usul Si Joker

0
131
kaskus.co.id

Ini dia menyambung dari cerita sebelum nya bahwa aku dan tema-teman akan pindah ke seberang. Nah, aku yakin nantinya ketika pindahnya kita semua ke rayon seberang bakal nyelesaiin masalah dan berhenti di ganngu oleh makhluk-makhluk penunggu pesantren ini, dan buktinya waktu piket malam, aku dan adit liat joker di rayon seberang bareng demit yang kakinya panjang. Dan akhirnya kita jalanin aja 2 malam terakhir dengan santai.

Dan setelah mudabbir cerita, kama kita bukan perasaan takut yang kita rasain, malahan agak ketantang , terutama ketua kelas kami riski. Kalo dia tidak menceramahi kita terus kita ga akan bertahan meski 4 orang. Dan mudabbir juga sempat bilang, jika malem terakhir dia suka datang. Akan tetapi kita tetep kuat dan tidak takut. Di sini memang terlihat lucu karena peralatan pertahanan diri pun sudah di siapkan dari mulai quran, tasbih, kitab-kitab suci dan segala macemnya yang ada tulisan arab nya kita pasang-pasangin di dinding, dan sekarang kita tidur posisi di bawah lagi seperti pertama kali datang.

Posisi pintu ke tembok pojok ada rizki, andre, sandy dan aku. Dan akhirnya malam pun telah tiba, hanya tinggal tidur sampe besko kita bakal terbebas dari terror kamar umba ini, soalnya besok kita bakal pindah rayon ke rayo seberang. Dan seperti biasa, parno menghantui jadinya kita semua tidak bisa tidur deh. Namun malam itu kita habisi dengan mengobrol bersama tentang hal-hal lucu supaya tidak terlalu takut. Akhirnya jarum jam menunjukkan angka 1 pagi, padahal kamar sebelah udah pada tidur, namun suasana sepi banget dan ada angin kencang banget. Dan di situ mulai lah, karena riski yang ngebuka sedikit pintu kamar karena panas. Seketika langsung terdengar suara.

Angin gede pun masuk ke kamar kita, angin nya beda dari angin kaya biasanya, angin nya panas kayak di sauna dan bau bawang pula. Kita sudah tau jika ini bakal terjadi, kita merasakan angin terdiam, pada saat tidak ada yang berbicara, si sandy malah merem sambil dzikir. Kita semua berusaha tenang dan semua mengucapkan audzubilahimina syaiton nirozim dalam hati. Akhirnya kita semua mencoba untuk menutup mata, tapi masih ada yang tidak beres, ada suara gesekan di telingan aku. Seketika aku buka mata pelan-pelan, namun suaranya berhenti tapi pas aku mau tutup mata lagi, Ada wajah joker di bayangan aku dan aku pun buka lagi mataku, kemudia aku tutup lagi dan si joker masih ada terus dang a pergi-pergi. Akhirnya aku tidak berani menutup mata, tapi suara gesekan makin kenceng.

Karena tidak kuat akhirnya aku goyangin badan sandy sambil bilang, bahwa ada yang tidak beres. Akhirnya mata 3 orang temen aku tidak terbuka-buka. Disitu aku merasa aneh karena mata mereka belum terbuka juga. Dan akhirnya mereka semua berteriak kencang lalu segera keluar kamar. Ketika itu aku belum selesai bicara dengan teman-temanku tapi mereka sudah keluar kamar lebih dulu. Aku pun ikut lari keluar kamar karena melihat tema-teman ku lari juga. Di situ kita semua lari ke kamar ustadz sampe-sampe ngebangunin ustadz, ustadz yang tidur pun bangun, lalu dia tanya ada apa ini? Bekum sempat aku nanya dari 2 kamar yaitu 302 dan 306, anak kamarnya berlari keluar sambil teriak-teriak sama kaya aku dan temen-temen ku lalu nyamperin kita.

Semua nya ngos-ngosan kaya di kejar anjing, di lihat dari wajahnya semuannya sama-sama pucet, mereka semua masing-masing bicara tentang yang terjadi. Akhirnya setelah bicara, hal yang di alami yaitu gesekan dan tiap memejamkan mata ada wajah joker. Namun karena tidak ada yang berani ngomong mungkin karena shock, kita semua berusaha terlelap di lantai luar depan kamar ustadz. Si joker memang udah tidak di lantai3 umba, namun dirinya sekarang tidak tahu kenapa sampe malem terakhir masih aja mau neror kita-kita semua. Aku dan teman-teman sangat bingung dengan joker dan berfikir demit bandel udah di usir malah balik lagi.

Dan kita berfikir jika si joker senang berada disini karena bisa mengganggu anak-anak santri. Dan bahkan sejenak sempat berfikir ato memang mereka tidak suka dengan kedatangan kita ke pesantren ini. Namun akhirnya kita semua mencoba untuk tidur meski mendengar suara-suara aneh. Aku bisa tahu bahwa mereka itu pura-pura tidak melihat, tapi padahal cukup jelas jika di rayon balad ada dua orang yang kaki nya panjang lagi ngetawain kita karena kita semua merasa ketakutan sekali.

Tapi setelah kejadian gila itu yang telah di alami 3 kamar dan di dalangi oleh 1 makhluk, si joker ini ngasih salam perpisahan, akhirnya kita pindah rayon juga ke rayon balad dan di rayon balad ini ada 10 kamar, disini lah aku berpisah dengan 4 orang teman ku. yuk simak terus ya kisahnya di sambungan berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here