Asal Mula Nyamuk Pertama

0
42

Pada zaman Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani sederhana yang tinggal bersama dengan istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sangat sederhana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil pertanian. Setiap hari si petani selalu bekerja di ladang, akan tetapi sang istri kerjanya hanya bersolek dan bermalas-malasan saja, bahkan si istri tidak memperdulikan akan rumah tangganya.

Dalam hidup yang serba sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Dia merasa selayaknya suaminya itu berpenghasilan tinggi agar ia bisa merawat kecantikannya. Karena si Petani sangat menyayangi istrinya ia pun bekerja lebih keras untuk memenuhi tuntutan si istri. Akan tetapi sekeras apapun ia bekerja, tetap saja si petani itu tidak bisa memenuhi kebutuhan istrinya, karena sang istri suka minta dibelikan obat-obat kecantikan yang harganya cukup mahal, lalu si istri juga suka minta di belikan pakaian yang bagus – bagus yang harganya cukup mahal juga.

Setiap hari sang istri kerjaannya selalu mengeluh dengan keadaan yang dialaminya, “Bagaimana aku bisa cantik kalau pakaian ku kusut seperti ini”, ujarnya.

Melihat istrinya yang tiap hari merenung dan selalu tidak pernah bersyukur, si petani berusaha untuk meyakinkan istrinya bahwa suatu saat nanti kehidupan yang lebih baik akan bersama-sama didapatkan. “Sudahlah kau jangan sedih,, mas yakin suatu saat nanti kita akan menjadi orang kaya dan hidup lebih enak”, ujar si petani.

Pada suatu hari si istri petani pun akhirnya jatuh sakit karena Dia hanya sibuk mengurusi penampilan dan kecantikannya saja, dan jarang memperhatikan kesehatannya. Hari demi hari si istri sakitnya makin parah saja, dan hal ini membuat si petani merasa sedih dan bingung. Bingung karena ia harus mencari obat kemana lagi untuk menyembuhkan istrinya. Berbagai macam pengobatan sudah ia tempuh demi menyembuhkan istri tercintanya, “Ya tuhan,, tolong hamba,, sembuhkan lah istri hamba,, hamba tidak tega melihatnya menderita”, ujarnya sembari berdoa.

Tetap tuhan berkehendak lain, pada suatu sore si istri petani itu meningal dunia karena penyakitnya yang semakin marah. Terlihat si suami sangat sedih, sepanjang hari ia terus saja menangisi istrinya yang kini sudah terbujur kaku tanpa daya.

“oh,,Istriku,, kenapa kau pergi meninggalkan aku,,bukankah kita suatu saat akan jadi orang kaya.. sesungguhnya aku sangat mencintaimu..” Ucap si petani sembari meneteskan air mata.

Karena si petani sangat menyayangi istrinya, si petani pun tidak mau menguburkan tubuh istri yang sangat dicintainya itu. Dan ia pun berfikir dan berniat untuk menghidupkan nya kembali.

“Bagaimana pun aku tidak bisa jauh dari kau wahai istriku,, aku akan berusaha keras untuk menghidupkan mu”. ujar si petani.

Keesokan harinya si petani malang itu menjual semua harta benda yang di milikinya demi untuk membeli sebuah sampan. Sampan tersebut akan ia gunakan untuk menyusuri sungai menuju tempat yang diyakininya sebagai tempat persemayaman para dewa-dewa. “Pasti para dewa mau menghidupkan kembali istriku”, begitu yang ada dipikirannya.

Petani tersebut langsung membawa jasad sang istri menuju tempat persemayaman para dewa. Walaupun dia tidak begitu tahu persis dimana tempat persemayaman para dewa itu, petani itu terus saja mengayuh sampannya sampai akhirnya sampan itu pun tersangkut karena terhalang oleh kabut tebal yang menghalangi pandangannya. Ketika kabut menguap, terlihat samar dihadapannya berdiri sebuah gunung yang sangat tinggi, yang puncak gunung itu sampai menembus awan. Dia berpikir di situlah tempat tinggal para dewa-dewa tersebut. “aku yakin puncak gunung itu adalah tempat para dewa berada”.

Kemudian ia pun lalu mendaki gunung yang sangat tinggi itu dengan membawa jasad istrinya. Dalam perjalanannya si petani itu bertemu dengan seorang lelaki tua.
“Kau pasti dewa penghuni kayangan ini,” Ucap si petani kepada si lelaki tua itu.

Lalu si petani pun menjelaskan secara detail tentang maksud kedatangannya ke tempat itu. Lelaki tua menjawab sambil tersenyum,”sungguh, kau adalah suami yang sangat baik. Akan tetapi, apa gunanya jika menghidupkan kembali istrimu?” tanya lelaki tua itu.

“Dia sangat berarti bagi diriku, dan dia lah yang selama ini membuat ku bersemangat dalam bekerja. Maka tolong hidupkanlah kembali istriku,” Jawab si petani dengan penuh harap.

Lalu lelaki tua itu menganggukan kepalanya dan berkata, “Ok Baiklah.. kalau itu kemauan mu, akan aku turuti permintaan mu itu. Sebagai balasan atas kerja keras mu selama ini, aku akan memberimu rahasia bagaimana caranya menghidupkan kembali istri mu.” Ujar lelaki tua tersebut.

“Bagaimana caranya mbah?”, tanya si petani penasaran.

“Jadi begini, sekarang kau tusuk ujung jarimu, lalu jika sudah keluar darah, kau teteskan tiga tetes darah mu itu ke mulut istri mu. Dan niscaya istrimu akan hidup kembali, dan jika istri mu suatu saat berbuat macam-macam, kau ingatkan dia bahwa dia bisa hidup dari tiga tetes darah mu.” Tambah lelaki tua itu.

Dan si petani pun langsung dengan segera melaksanakan pesan dari lelaki tua tadi. Dan aneh bin ajaib, istrinya benar – benar hidup kembali. Lalu tanpa berpikir panjang, dengan menaiki sampan si petani pun membawa pulang istrinya. Tetapi sang istri mengetahui jika kini si suaminya sudah tidak punya apa-apa lagi karena semuanya sudah di jual untuk membeli sampan.

“Bagaimana aku bisa merawat kecantikanku jika saat ini saja suamiku sudah tidak memiliki apa-apa”, pikirnya.

Setelah cukup lama perjalanan menyusuri sungai, lalu tibalah si petani dan istrinya itu di sebuah pelabuhan yang begitu ramai. Si petani pun turun dari sampan dan pergi kepasar untuk membeli makanan sebagai bekal perjalanan mereka selanjutnya, namun si petani meninggalkan istrinya di atas sampan.

“Istriku,, kau disini dulu, aku akan pergi ke pasar sebentar membeli bekal, nanti aku kesini lagi”. ucap si petani. Sementara sang istri hanya menganggukkan kepala.

Di sebelah sampan mereka bersandar sebuah perahu yang sangat megah milik saudagar kaya yang sedang singgah juga di pelabuhan itu. Tak di sengaja si saudagar kaya itu pun melihat si istri si petani itu, si saudagar kaya merasa jatuh hati kepada si istri petani karena kecantikan wajahnya. Ia berhasrat membujuk wanita cantik itu agar ikut bersamanya.

“Hey Cantik..”. sapa saudagar itu.

“Hey juga”, sahut si istri petani.

Lalu si saudagar kaya semakin mendekat kepada si istri petani dan berkata “Seandainya kalau kau mau ikut bersamaku, aku berjanji apa pun yang menjadi keinginanmu akan aku berikan,” kata sang saudagar kaya.

Dan si istri petani itu tergoda, akhirnya ia pun ikut pergi dengan sang saudagar kaya itu. Kemudian sepulangnya dari pasar si petani terkejut bukan main, karena istrinya sudah tidak ada di sampannya. Dia pun khawatir dan cemas, lalu berusaha mencari istrinya kesana kemari, akan tetapi usahanya sia-sia.

Singkat cerita, Setahun sudah berlalu. Si petani pun akhirnya bertemu dengan istrinya. Ia mengajak istrinya untuk kembali padanya, akan tetapi istrinya menolak untuk kembali kepadanya. Si petani pun lalu teringat dengan perkataan dewa di gunung kayangan pada waktu itu. Si petani pun berkata kepada istrinya, “Dasar wanita licik, sungguh kau tidak tahu berterima kasih. Asal kau ketahui, bahwa kau bisa hidup kembali karena kau minum tiga tetes darah ku.”

Istrinya pun tertawa mengejek, ” Jadi, aku harus mengembalikan tiga tetes darah mu? Ok baiklah.”. Lalu sang istri pun menusuk salah satu ujung jarinya dengan maksud memberi tiga tetes darahnya kepada suaminya. Namun, begitu tetes darah ketiga menitik dari jari nya, tiba-tiba wajah nya menjadi pucat dan tubuhnya pun menjadi lemas, dan hingga akhirnya ia jatuh tak berdaya kemudian mati.

Setelah si istri mati, kemudian menjelma menjadi seekor nyamuk. Nah sejak saat itu, di setiap malam nyamuk jelmaan wanita cantik itu berusaha menghisap darah manusia dengan harapan agar dia bisa kembali hidup seperti semula.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here