Apakah Kulit Manusia Menyerap Air Saat Mandi?

0
6

Dalam sebuah renungan nggak jelas yang pernah kamu lakukan dalam seumur hidupmu, pernah nggak satu kali aja terpikirkan soal ‘Apakah Kulit manusia menyerap Air Saat mandi?” ?

Kalau mau jawab ‘ya’, pada kenyataannya saat kita mandi, airnya mengalir begitu saja. Tapi, jika kita mau jawab ‘tidak’, kayaknya nggak mungkin, karena kadang kita pakai serum wajah dan minyak angin, yang punya fungsi penting untuk kulit.

Jadi jawabannya apa?

Untuk itu, kali ini lucubux akan mengulas misteri ‘apakah kulit manusia menyerap air saat mandi?”

Sebenarnya kulit kita menyerap air, namun dalam bentuk uap.

Di permukaan luar kulit kita ada sebuah lapisan yang disebut dengan ‘stratum corneum’ , lapisan kulit teratas dari epidermis. Stratum corneum merupakan sebuah lapisan yang terbentuk dari keratinosit yang mati dan memiliki umur maksimal 2 minggu. Lapisan ini berfungsi untuk mencegah adanya penetrasi mikroba dan dehidrasi pada jaringan di bawahnya.

Dan salah satu elemen paling penting pada ‘stratum corneum’ adalah corneocytes, sebuah lapisan sel kulit mati yang berisi filamen keratin yang tersusun di luar stratum corneum.

Corneocytes akan bereaksi saat terkena uap air, entah karena bersinggungan secara langsung dengan air atau dengan daerah yang sangat lembab, corneocytes akan menyerap kelembaban sampai ukurannya 50% lebih besar dari ukuran sebelumnya.

Lalu, jika terlalu lama berada di tempat lembab atau air, bentuk corneocytes akan berubah semakin besar. Bentuknya yang membesar mengakibatkan pembengkakan yang dapat kita lihat dalam bentuk kulit yang mengkerut.

Kerutan itu hanya terjadi pada ujung jari kaki dan tangan, sebab lapisan stratum corneum pada bagian itu lebih tebal dibandingkan bagian kulit lainnya.

Lapisan stratum corneum yang tebal adalah markas besar bagi corneocytes, dengan kata lain pada lapisan tersebut ada banyak corneocytes, yang memungkinkan terjadinya lebih banyak penyerapan air.

Lalu, apakah suhu ikut mempengaruhi berpengaruh?

Lapisan stratum corneum memiliki sifat unik, yakni higroskopis, dimana lapisan tersebut dapat menyerap air jika dalam bentuk uap. Hal itu terjadi karena adanya perubahan asam amino pada filamen keratin.
Untuk mendapatkan reaksi itu dibutuhkan tingkat kelembaban lebih dari 85%.

Jadi, jika tingkat kelembaban tidak mencapai 85% maka tingkat perubahan ukuran corneocytes sangat rendah.

Kesimpulannya, kulit kita bisa menyerap uap, meski hanya lapisan kulit paling luar. Lalu, pertanyaannya bagaimana dengan serum, salep atau obat kulit lainnya yang mengandung bahan aktif?

Sebelumnya, kita harus tahu ada dua jenis obat kulit, yakni obat topikal dan obat transdermal.

Obat topikal adalah jenis obat yang cara pakainya dioleskan secara langsung pada permukaan kulit terluar dan tidak dapat menembus ke dalam kulit.

Sedangkan, obat transdermal adalah jenis obat yang dirancang untuk diserap oleh lapisan epidermis kulit dan dapat menembus ke dalam lapisan kulit.

Dalam bidang kimia dan fisika ada yang namanya satuan dalton, dalton adalah satuan yang digunakan untuk mengukur berat molekul. Semua obat jenis transdermal mengandung tidak lebih dari 500 senyawa dalton.

Dan, jenis obat transdermal rata-rata memiliki berat molekul tidak lebih dari 500 dalton.

Dengan kata lain, setiap molekul yang memiliki berat molekul kurang dari 500 dalton dapat diserap oleh kulit.

Dan rata-rata air memiliki berat molekul 18-22 dalton, itu artinya air dapat diserap oleh kulit saat mandi, selama tingkat kelembaban cukup tinggi yakni diatas 85%.

Jadi, pertanyaan apakah kulit manusia menyerap air saat mandi terjawab sudah, jawabannya yakni dapat menyerap. Di ulasan kali ini, paling tidak kita jadi tahu satu hal kenapa waktu kelamaan di air telapak tangan dan kaki kita mengkerut. 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here