Anak Harimau dan Sang Petani

0
33

Kisah ini terjadi pada zaman dahulu, pulau jawa adalah sebuah dataran luas yang masih di kelilingi oleh hutan belantara yang lebat. Berbagai macam binatang buas menjadi penghuni pula jawa. Mereka memangsa apa saja yang hewan atau manusia yang ada di depan mata mereka. Dan jumlah manusia di tanah jawa pada waktu itu belum terlalu banyak seperti sekarang. sehingga keberadaan manusia pun di ancam oleh berbagai binatang buas tersebut.

Pada waktu itu karena jumlah manusia masih sedikit, mereka hidup dengan cara mengembara dari satu tempat ke tempat yang lain, mereka melewati sebuah hutan untuk berburu. Disebutkan bahwa di sebuah desa kecil yang sangat subur. Desa itu terletak di tengah-tengah persawahan yang berdekatan dengan sebuah hutan, ada seorang petani tua yang baik hati bernama Kirun, ia tak sengaja ketika sedang berjalan kaki pulang dari ke rumahnya ia melihat seekor anak harimau dalam posisi terkurung di kandangnya.

Nampaknya anak harimau tersebut membutuhkan pertolongan. tak lama kemudian Harimau itu memanggil sang petani dan berkata, “Wahai, Saudara! Kasihanilah saya dan biarkan saya keluar. Saya haus sekali.

Mendengarkan auman seekor anak harimau, si petani tersebut merasa ketakutan. kemudian Petani itu berkata pada harimau itu, “Jika aku membiarkan kau keluar dari kandang, kau akan memakan aku.”

Harimau itu menjawab, “tidak, aku tidak akan memangsa mu, aku hanya ingin mencari air minum di sungai karena saya kehausan”.

Akhirnya dengan rasa cemas dan gemetar si petani tua tersebut membukakan pintu kandang harimau tersebut. sambil mengatakan sesuatu kepada harimau tersebut. ” kamu harus berjanji setelah kamu keluar kamu tidak akan memakanku”. dan si harimau pun meng-iya-kan untuk tidak memakan petani itu.

setelah harimau dikeluarkan si petani tersebut segera bergegas pergi menuju ke rumahnya.

Konon setelah kejadian itu, si petani tua dan anak harimau menjadi sahabat.
Harimau itu sering menunggui si petani tua ketika di sawah,menjaganya dari ancaman hewan-hewan buas di hutan.

Bahkan sampai besar si anak harimau tadi masih menjalin keakraban dengan si petani, layaknya seorang ayah dan anak. hingga si petani tua itu meninggal dunia, harimau tadi sempat berkunjung ke rumahnya untuk duduk sebentar dan lalu pergi lagi ke dalam hutan.

itulah kisah antara si petani tua dan anak harimau.

pesan dari kisah ini adalah kita harus berbuat baik kepada siapapun bahkan kepada orang yang tak kamu sukai sekalipun. sekian…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here