Alexis Sanchez, Bocah Dari Keluarga Paling Miskin Di Chile Yang Bersinar Di Dunia Sepakbola

0
130

Jika Sanchez memutuskan untuk tinggal di Chile, mungkin karir nya tak secemerlang saat ini. Dia tinggal di kota kecil yang kumuh dan banyak bandar narkoba. Ibunya menjadi pencuci ikan untuk mendapatkan uang, sehari-harinya Sanchez berjuang keras dengan melakukan apapun untuk meringankan beban ibunya. Sampai pada hari dimana ia bisa melakukan aksi akrobat, seorang teman nya berkata “lakukanlah aksi akrobat dan aku akan memberimu uang”. Tak hanya itu, Sanchez juga berkerja sebagai tukang cuci mobil di area sekitar rumahnya. Menurut cerita yang beredar, jika ia masih tetap tinggal di Chile hanya akan ada dua pilihan. Jika tidak menjadi seorang nelayan, dia akan menjadi seorang pemancing.

Sedari kecil ia gemar bermain bola. Ia menggunakan kumpulan kain bekas yang diikat untuk kemudian ia gunakan sebagai si kulit bundar. Ia bermain bola di daerah yang penuh debu dan dikelilingi dengan asap-asap hitam.

Hari-harinya begitu berat, pada akhirnya pria yang lahir pada tahun 1988 ini ‘diminati’ oleh sang paman. Jose Delaigue tertarik untuk mengadopsi Alexis Sanchez dengan mengatakan pada ibunya bahwa meskipun ia miskin tapi setidaknya ia memiliki makanan lebih untuk Alexis. Berat bagi sang ibu untuk melepas Sanchez, tetapi karena nasehat dari seorang sahabat ia rela memberikan Sanchez kepada sang paman. Ibunya mengakui bahwa sang paman hanya bisa memberi makan anaknya tanpa mampu membiayai pendidikannya. Namun, kerja keras Alexis dan kebahagiaannya saat tinggal bersama Jose Delaigue menjadi satu alasan mengapa ‘pertumbuhannya’ berjalan mulus.

Dengan tekad yang kuat, ia memutuskan untuk memilih masa depan nya sendiri. Dia bertekad untuk mengeluarkan keluarganya dari kemiskinan. Dia bertekad untuk menjadi seorang pemenang. Suatu hari ketika ia bergabung dengan sebuah akademi sepabola, ia menjadi satu satu nya pemain yang sangat menonjol pada tim. Dengan bakat yang ia miliki, ia berhasil menarik perhatian klub lokal untuk mengikuti sebuah turnamen. Tetapi, Sanchez mengatakan “Aku hanya akan menerima tawaran mereka jika mereka bersedia memberiku sepasang sepatu” Sanchez mempunyai keyakinan bahwa ia tak takut dengan apapun, ia tak takut dengan siapapun. “Aku akan tumbuh dan aku akan menjadi pemain terbaik dunia” begitu katanya.

Hingga pada akhirnya, Alexis Sanchez tak perlu lagi meminta sepasang sepatu. Ia sudah memiliki sepatunya sendiri. Dengan bakat yang ia punya, ia pun dijiluki sebagai “El Nino Maravilla” atau bocah yang mengagumkan. Pada periode 2006-2011 dirinya bermain untuk tim Serie A Udinese. Kecepatan luar biasa, tendangan yang akurat hingga tipuan yang membingungkan membuat raksasa Spanyol FC Barcelona merekrut pria Chile ini pada tahun setelahnya.

Tepat pada tahun 2014 ia memilih Arsenal sebagai destinasi selanjutnya. Beberapa tahun berlalu, Alexis kembali hijrah ke klub inggris lainnya yaitu Manchester United. Saat ini ia menjadi pemain sepakbola Chile yang paling populer di dunia.

Sebuah perjuangan dan cobaan yang berat tak membuat Alexis Sanchez putus asa begitu saja. Dengan sepakbola, Ia berhasil mengangkat derajat keluarganya.

Dari cerita diatas, apakah Alexis Sanchez mampu membuat football lovers terkesan atas apa yang telah ia capai sejauh ini? Tinggalkan pendapat kalian pada kolom komentar dibawah ini. Jangan lupa like dan share..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here