Alasan Mengapa Zlatan Ibrahimovic Bertindak Arogan

0
87

Zlatan Ibrahimovic merupakan seorang ‘Raja’ dalam dunia sepakbola. Bahkan ia menjuluki dirinya sebagai Tuhan. Dia kuat, dia kaya, dan dia memiliki segalanya. Pria kharismatik ini sering mengungkapkan statement ‘arogan’ namun disukai banyak orang.

“Aku tak bisa berhenti tertawa betapa sempurna nya diriku ini”

“Ketika kamu membeli Zlatan, itu berarti bahwa kamu membeli sebuah Ferrari”

“Aku tidak butuh Ballon D’or untuk membuktikan seberapa hebatnya diriku, hanya Tuhan yang tahu. Dan sekarang kamu sedang berbicara dengan Nya”

Dibalik aksi arogan nya tersebut, ada beberapa fakta yang membuat kenapa ia memiliki karakter yang tidak ingin ada orang lebih baik darinya.

Mekanisme Pertahanan

Semua berawal dari sebuah mekanisme pertahanan. Dulunya, Zlatan merupakan seorang imigran yang tinggal di kampung kecil di Swedia. Dia merupakan penduduk minoritas di negara tersebut. Tapi, dia senang tinggal disana dan dia menganggap hal tersebut adalah normal. Namun, semakin lama ia benar-benar merasa sebagai kaum minoritas. Untuk membalas tindakan tersebut, Zlatan menunjukkan kepercayaan dirinya kepada para tetangga. Kemampuan nya pada saat masih usia belia sangatlah luar biasa, namun sikap sombongnya membuat banyak orang membenci dirinya, tekanan dari orang-orang sempat membuatnya menangis. Saat itu, ia hanya berpikiran bahwa ia hanyalah seorang pria muda yang ingin menunjukkan pada dunia bahwa ia bisa. Menurutnya, sebuah rasa hormat itu perlu, namun tidak dengan orang-orang disana. Pada akhirnya secara perlahan mental Pria Swedia ini tumbuh untuk menjadi pribadi yang selalu ingin menunjukkan kehebatannya kepada orang-orang, hal itu ia lakukan sebagai bentuk dari sebuah mekanisme pertahanan.

Korban Rasisme

Tak banyak orang tahu, Pria bertubuh tinggi dengan wajah yang rupawan ini pernah menjadi korban rasis. “aku merasa seperti domba hitam, aku memiliki ‘wajah yang berbeda’, dan aku bukanlah orang berambut pirang”. Zlatan Ibrahimovic merasa hancur dengan rasisme yang terus ia terima saat usia muda. Ia merasa rasisme tersebut terus terjadi hingga kini, saat sesuatu terjadi pada dirinya ia berkata “Ini semua tentang rasisme, mereka tidak membela saya, karena saya ‘bukanlah’ orang Swedia”. Hal semacam itu lagi lagi membuat dirinya semakin perkasa untuk terus menunjukkan siapa dirinya.

Pernah Menderita

karena cibiran dan rasisme yang sering ia terima, ia menjadi sesorang yang semakin kuat. Zlatan bertingkah arogan untuk membuat para pembencinya kalang kabut, dan tentunya adalah untuk memprotek dirinya dari segala kritik. ‘Mereka menulis berita buruk tentang saya, saya tidak peduli! Bahkan itu semua membuat saya semakin kuat”. Jika kalian pernah melihat selebrasi Zlatan yang terkesan arogan, ingatlah bahwa hal itu timbul dari berbagai penderitaan nya.

Sekelumit cerita suram Zlatan Ibrahimovic memberikan banyak sekali pelajaran. Selain kita harus terus berjuang, kita juga tidak bisa menilai tindakan atau perilaku seseorang hanya pada satu sisi. Selalu ada makna dari setiap tindakan seseorang.

Jangan lupa Like, komen dan Share cerita dari pemain yang sekarang merumput di Liga Amerika tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here