Alasan Kenapa Drama Korea Lebih Baik dari Sinetron Indonesia

0
101

Gelombang hallyu (hallyu wave) atau tersebarnya budaya korea sedang melanda Indonesia, baik itu dari musik kpop-nya atau drama Korea. Pengemarnya pun banyak, mulai dari remaja hingga emak-emak PKK pun terjangkit ‘virus’ yang satu ini. Banyak alasan kenapa hal-hal yang berbau Korea lebih diminati. Berikut alasan kenapa drama Korea lebih baik dari sinetron Indonesia. Bukan maksud hati tidak mencintai produk dalam negeri, tapi ini berdasarkan fakta dari pendapat sebagian besar orang, jadi penilaian ini bersifat objektif ya.

Striping Episode Borongan vs Fix Episode

Drama Korea sendiri diproduksi dengan asas murni totalitas berkreasi tanpa memperdulikan berapapun ratting yang di dapat di akhir episodenya. Rata-rata drama korea memiliki episode pendek sekitar 16-25 episode, namun ada sebagian yang mencapai 50 sampai 100 lebih episode (tidak melewati 200 episode). Jika di akhir episode ratting yang di dapat tinggi, drama tetap tidak akan ditambah episode lagi begitu pula sebaliknya.

Sementara sinetron Indonesia bisa mencapai ratusan bahkan ribuan episode, duh! Dan parahnya jika ratting meningkat di tengah episode maka bisa jadi ditambah episode dengan cerita baru sehingga fokus ceritanya jadi amburadul. Jika ratting jelek di akhir episode maka sinetron akan buru-buru diselesaikan tidak peduli ending yang tidak jelas dan terkesan berantakan.

Peran dan Kualitas Pemain

Aktor dan aktris korea dinaungi banyak agensi profesional dan sudah tidak diragukan kualitas artisnya. Meskipun begitu, ketika akan membintangi drama mereka akan melakukan casting demi totalitas perannya. Mungkin kualitas aktor dan aktris Indonesia tidak kalah hebatnya jika dibandingkan dengan Korea, namun yang disayangkan banyak dari mereka yang mengambil peran dalam beberpa sinetron sekaligus dalam satu kali tayang sehingga tidak bisa larut dalam peran yang dibawakan. Ditambah lagi, jika di Korea scene berbicara dalam hati jarang ditemui, beda halnya dengan di Indonesia yang mbatin aja keluar suara haha.

Berbicara mengenai peran antagonis korea, juga tidak seekstrim yang ada di sinetron Indonesia. Kejahatan mereka lebih bersifat sarkasme atau sindiran, jikapun ada adegan kekerasan itu tidak diekspos berlebihan. Di Indonesia peran antagonis diekspose sangat ekstrim diantaranya tawuran geng motor, scene menyiksa orang secara fisik juga diperlihatkan. Sadar atau nggak tayangan ini mempengaruhi perilaku penontonnya.

Baca juga : Adegan Sinetron Indonesia Ini Bikin Ketawa Sampai Ngelus Dada

Style dan make up para aktor dan aktrisnya

Tidak bisa dipungkiri wajah yang cantik dan tampan khas Korea menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemarnya. Remaja dari barisan pencinta oppa atau nunna, dan emak-emak penggila ahjussi pun pasti setuju dengan ini. Terlepas dari issu oplas, penata style dan make up nya pun tidak main-main sehingga bisa merubah penampilan mereka.

Aktor dan aktris Indonesia mungkin tidak kalah tampan dan cantik, sayang make up tebal jadi membuat usia mereka di atas yang sebenarnya. Mitos atau fakta pemain sinetron Indonesia mau peran kaya atau gelandangan make up-nya kayak mau pergi kondangan.

Set Tempat yang Menarik

Korea sangat cerdas memperkenalkan budayanya termasuk lewat drama. Ikon-ikon wisata tempat shooting drama pun jadi terkenal di penjuru dunia. Sementara di Indonesia, tidak jarang sinetron selalu mengambil set buatan seadanya, bahkan terkadang di tambah efek komputer yang kurang baik hasilnya.

Genre dan soundtrack

Drama korea sangat kreatif dengan berbagai genrenya mulai dari action, fiksi, dan romance. Jadi menimbulkan konflik tidak melulu dari cinta segitiga yang berujung tawuran seperti sinetron Indonesia. Soundtrack dramanya pun dibuat melalui rekaman satu kali pakai (OST), jadi hanya lewat mendengarkan lagu saja sudah tahu judul drama itu apa. Kalau di Indonesia, mungkin lagu yang sama bisa dipakai untuk soundtrack beberapa sinetron, dan sering tidak singkron juga adegannya apa lagunya apa. Misalnya scene sedih eh lagunya gembira. Eta terangkanlah…

 

Semoga artikel ini bisa menjadi kritik dan saran bagi pembuat sinetron di Indonesia ya guys. Dan seperti tadi diatas bukan maksud hati tidak mencintai produk dalam negeri, tapi ini berdasarkan fakta dari pendapat sebagian besar orang, jadi penilaian ini bersifat objektif ya. Like dan Share nya yuk biar yang lain juga tahu 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here