Alasan Edgar Davids Gunakan Kacamata Saat Bertanding

0
302

Penampilan menjadi salah satu faktor penting bagi para pesepakbola untuk menunjang aksinya saat pentas di lapangan hijau. Tak terkecuali bagi Edgar Davids, selain penampilan yang unik, mantan bintang Ajax Amsterdam ini juga memiliki skill dan keahlian yang luar biasa.

Pria keturunan Suriname ini memiliki penampilan nyentrik saat sedang berlaga. Dirinya memakai kacamata pada setiap pertandingan yang ia geluti. Lantas apa yang membuatnya memakai kacamata saat sedang bertanding?

Memulai karir cemerlangnya saat berhasil menjuari Liga Champions Eropa bersama Ajax, Davids tumbuh menjadi pemain yang sangat bertalenta. Namun pada tahun 1999 ada sesuatu hal yang nyaris merenggut karirnya secara brutal. Hal itu membuatnya harus rehat dari dunia sepakbola selama kurang lebih satu tahun. Pada tahun tersebut ia mengungkapkan bahwa ia hanya bisa menggunakan satu matanya untuk melihat. Dan ternyata, dokter mendiagnosa Pria 45 tahun itu bahwa ia menderita penyakit glukoma.

Sebuah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan tekanan pada mata yang sangat berdampak pada syaraf mata dan penglihatan seseorang. Hal itu sangat menjadi masalah bagi Davids, karena syaraf yang terserang tersebut merupakan syaraf penting bagi seorang pemain sepakbola untuk menerima informasi visual menuju otak. Dan semua itu bisa mempengaruhi skill sepakbola nya.

Saat itu tindakan operasi hanya satu-satunya jalan bagi Davids untuk sembuh dari penyakit yang sedang menimpanya. Setelah operasi dilakukan, matanya kembali stabil tapi penglihatannya masih terlalu lemah untuk dirinya bisa kembali ke lapangan hijau. Setelah melakukan beberapa usaha, hanya ada satu solusi bagi Davids yaitu dengan menggunakan kacamata saat bermain sepakbola.

Hal ini menjadi tantangan baginya. Perubahan gaya yang dibuatnya amatlah mencolok. Dalam beberapa pertandingan terkadang Davids memakai kacamata hitam, oren, hingga kuning. Namun ternyata Perubahan ‘fashion’ Edgar Davids justru menjadi ikon. Dirinya dikenal sebagai pesepakbola berkacamata.

Perubahan itu membuatnya semakin bersinar bersama Juventus sebelum akhirnya ia memiliki konflik dengan sang pelatih, Marcelo Lippy. Dirinya dipaksa untuk keluar dari tim dan bersedia untuk dipinjamkan ke Barcelona. Bersama Barcelona ia bermain cukup bagus dengan gaya permainan yang sukses membuat keseimbangan tim menjadi stabil. Namun sial bagi Davids, el barca menganggap harga nya terlalu mahal dan mereka tak mampu menebus klausul yang dikeluarakan oleh Juventus. Sebelum akhirnya kembali ke Ajax, ia sempat bermain untuk Inter dan Tottenham Hotspurs.

Dengan kisah yang dibilang unik itu, Edgar Davids berhasil menjadi ikon sepakbola sekaligus menjadi pemain yang selalu diingat dengan kacamata nya.

Kisah menyedihkan yang justru membuat Edgar Davids dikenal memberi pelajaran pada kita bahwa disetiap kekurangan pasti ada kelebihan. Jangan lupa like, share, dan tinggalkan komentar kalian dibawah ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here