Aku Udah Rela Cerai, Tapi Selingkuhanku Malah Ngilang

0
34

Hai namaku  Karin. akhir-akhir ini aku merasa bahwa aku adalh seorang perempuan yang begok dan kemaruk. Tahu kemaruk kan? Dan gara-gara itu, baru saja aku menyandang status janda.

Dan, semua itu berawal dari hasrat hati punya keinginan untuk kaya, hidup enak, dan semuanya serba ada.

Jadi ceritanya seperti ini.

Aku sudah menikah dengan seorang pekerja ekspedisi di Tanjung Perak. Gaji suamiku tidak seberapa sih, tapi cukup untuk menghidupi kami berlima, aku, suamiku dan tiga anakku.

Masalahnya, kami belum punya rumah sendiri. Status kami masih ngontrak. Yah, mau gimana lagi, suamiku mampunya ngontrak.

Aku mengatakan keinginanku untuk membeli rumah daripada ngontrak, tapi suamiku bilang dia belum punya cukup uang untuk itu. dia bilang, dia mampuya masih ngontrak.

Ah, aku mulai gerah dengan keuangan kami. Hidup pas-pasan, makan seadanya, ah pokoknya aku bosan hidup seperti ini. aku nggak bisa shopping kayak orang-orang. Aku kan juga pingin beli tas mahal, baju mahal.

Aku tahu, percuma aja aku mengeluh pada suamiku. bilang apa mauku juga percuma, dia tidak akan bisa memenuhinya.

aku sudah mengatakan semua keinginanku bertahun-tahun lalu, tapi jawabannya masih sama. Dia masih belum bisa menuruti keinginanku.

Aku benar-benar kesal karena itu, jadi kupikir kalau dia tidak bisa menuruti kemauanku, maka aku akan melakukan sesuatu demi mewujudkan harapanku jadi wanita sosialita.

Aku berniat untuk cari selingkuhan. Aku mau cari laki-laki kaya yang tidak hanya bisa memberiku rumah tapi juga bisa mengubahku jadi sosialita.

Aku sadar kalau aku punya wajah mirip perempuan Arab. Hidungku mancung dan wajahku cukup manis. Jadi menurutku nggak susah untuk mendapatkan pria idamanku.

Awalnya aku bingung mau memulai pencarian dimana. Apa aku harus muter-muter di mall terus ngajak mereka kenalan? mau selingkuh aja aku bingung. Tapi nggak papa, aku terus semangat.

Akhirnya aku putuskan untuk berjalan ke mall sendirian. Aku pakai bajuku yang paling bagus dan berdandan sedikit. Setelah udah cukup cantik dan menggoda, aku pun berangkat.

Di mall aku muter-muter sendirian. Udah mirip orang hilang pokoknya.

Capek dan bingung mau apa, aku duduk di salah satu resto dan memesan makanan yang paling murah.

Lalu, aku tidak tahu darimana datangnya, ada seorang laki-laki menghampiriku. Penampilannya keren dan rapi. Kuperhatikan yang dia pakai semuanya bermerek. Dia tersenyum padaku dan bilang ‘Mbak, permisi, boleh duduk di sini nggak?”

Wah, boleh juga nih. Kataku dalam hati. jadi aku katakan padanya ‘silahkan saja’

Kemudian dia duduk di depanku dan terus menerus menatapku. Itu membuatku sedikit salting. Mungkin karena terpesona dengan kecantikanku, dia mengajakku berkenalan.

Namanya Mas Doni.

Dia mengulurkan tangannya dan aku juga menyambut uluran tangannya. Dia menjabat tanganku cukup lama.

Setelah aku berdeham dia baru melepaskan tanganku.

Setelah itu suasana mencair, dia mulai menceritakan siapa dirinya. Dia bilang dia seorang pengusaha. Usahanya ada banyak dan ada yang di luar pulau juga.

Mendengar kata usaha dari mulutnya aku percaya saja. walaupun aku nggak ngerti jenis usaha apa yang dia jalankan. Yang penting pengusaha dan punya banyak uang.

Aku menceritakan siapa diriku. Aku seorang ibu rumahtangga yang tidak bisa shoping sesukaku.

Dia mendengarkan curhatku dengan penuh perhatian. Dan itu membuatku sangat senang.

Selesai makan dia bilang kalau dia ingin mengantarku pulang. lalu dia memintaku untuk ikut berjalan dengannya menuju parkiran. Di parkiran dia masuk ke sebuah Alphard. Semua orang tahu itu adalah mobil mahal, iya kan?

Jadi aku benar-benar senang hari itu, karena berhasil menemukan orang yang cocok untuk aku jadikan selingkuhan.

Setelah pertemuan .itu kami sering janjian untuk bertemu.

setiap pertemuan kami, dia selalu gonta-ganti mobil. Dan yang dibawa oleh Mas Doni adalah mobil-mobil mahal. Dari Alphard sampai land Rover. Tidak hanya mobil, dia juga pernah mengajakku ke rumahnya.

Wih, rumahya gede banget dan mewah.

Selain mobil yang gonta ganti dan rumah mewah, di setiap pertemuan kami dia selalu menawarkan aku untuk membeli semua barang yang aku mau.

Dia bilang “ambil aja apa yang kamu mau. Aku yang bayar.”

Tentu aja aku semangat banget milih semua barang yang aku mau, tas mahal, baju bermerek daan kosmetik-kosmetik ternama.

Setiap habis ketemuan dengan mas Doni, aku akan selalu pulang dalam keadaan senang dan tangan penuh belanjaan.

Suamiku di rumah pernah tanya darimana aku bisa mendapatkan barang-barang mahal sebanyak itu.

Aku bilang padanya kalau dia nggak perlu tahu.

Suamiku tyoe orang yang tidak banyak tanya dan jarang mengeluh. Jadi saat aku bilang dia nggak perlu tahu, dia nggak nanya-nanya lagi. Mungkin takut kalau aku marah.

Dia belum tahu kalau aku punya selingkuhan.

Ternyata punya selingkuhan itu asyik, apalagi kalau selingkuhannya kaya macam Mas Doni.

Kemudian suatu hari, di pertemuanku dengan Mas Doni dia menawariku rumah dan banyak fasilitas lainnya. Tentu aja aku mau dong, punya rumah sendiri dan bisa shoping semauku, itu kan yang aku mau dari dulu.

Tapi, dia mengajukan syarat. Aku harus bercerai dulu dengan suamiku.

Aku bilang pada Mas doni, kalau itu perkara gampang. Aku bisa minta cerai secepat yang aku bisa. Karena aku juga sudah bosan jadi istri karyawan ekspedisi. Lagian siapa sih yang betah hidup susah bareng suami yang kerjanya biasa-biasa aja? jadi aku pikir, menikah dengan mas doni adalah keputusan terbaik yang pernah ada untukku.

Setelah itu, aku pulang ke rumah dan mengatakan keinginanku untuk bercerai pada suamiku.

Suamiku kaget banget mendengar permintaanku.

“Aku bosen hidup susah sama kamu. Mau shoping aja nunggu setaun sekali. Itu juga belinya Cuma satu baju lebaran,” kataku ketus.

Suamiku diam saja. mungkin dia sudah pasrah dengan keputusanku. Dia tahu aku orang yang sangat keras kepala.

jadi dia menyetujui keputusanku.

Kami segera mengurus surat perceraian kami. Aku sangat antusias dengan semua itu. rasa-rasanya aku sudah akan bebas dan hidup bahagia bersama mas doni.

Tapi, saat urusan perceraianku hampir selesai, mas doni menghilang bagaikan ditelan bumi.

Kemana dia? Kok nggak pernah muncul lagi.

Karena shock dan takut akan kehilangan asset, aku melakukan penyelidikan.

Aku mendatangi salah satu rumahnya yang pernah dipamerkan mas doni.

Aduh, ini adalah bagian paling nyesek.

Jadi aku jauh-jauh datang ke rumahnya yang ada di luar kota. sampai disana aku ketemu dengan kakaknya. Kakaknya bilang kalau mas doni suka halu. Dia senang memamerkan kekayaan kakaknya biar terkesan kaya untuk menggaet banyak perempuan. Dan kerjaan mas doni sendiri adalah ikut kakaknya, dia jadi supir untuk kakaknya.

Aduuh, aku gagal hidup enak. Aku salah sasaran. Aku begok udah ninggalin suamiku yang baik demi laki-laki halu.

Mau menyesal pun percuma. Siap tidak siap aku harus menanggung status janda mandiri. Aku harus bisa menghidupi diri sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here