Aku Jual Ginjalku Demi Bisa Beli iPhone 4

0
49

Saat aku berumur 17 tahun, memiliki barang-barang bermerk dan mahal adalah suatu kebanggaan. Dengan memiliki barang-barang bermerk aku bisa masuk dalam golongan anak-anak yang keren. Salah satu hal yang paling aku impikan saat remaja adalah memiliki iPhone 4.

Wuih… pas baca spesifikasinya aku langsung jatuh cinta. Keren abis. iPhone 4 resmi menjadi smartphone impianku. Smartphone keluaran apple itu akan menjadikanku siswa keren di sekolah.

Aku benar-benar menginginkan iPhone 4, sebenarnya tidak hanya iPhone 4 sih, aku juga sangat menginginkan iPad 2. 2 benda keren itu harus aku miliki. Dan 2 benda itu sukses membuatku kepikiran.

Aku memikirkan bagaimana cara mendapatkan iPhone 4 dan iPad 2. Harganya sangat mahal, aku tak punya cukup uang untuk membelinya. Orangtuaku tidak kaya.
Tapi, tidak ada yang tidak mungkin kan?

Suatu hari, pas aku sedang asyik internetan ada yang nge-chat. Dia menjanjikanku akan memberikan Rp 46 juta jika aku mau menjual salah satu ginjalku.
Tawaran itu sangat menggiurkan.

Rp 46 juta itu kan nominal yang banyak banget. Aku bisa beli iPhone 4 dan iPad 2 yang aku mau.

Why do i need a second kidney? Pikirku.

Satu aja cukup kok. Iya kan? Manusia bisa hidup dengan satu ginjal. Lagian kata orang itu aku masih bisa hidup normal kok dengan satu ginjal.

Membayangkan iPhone 4 yang sudah menjadi impianku, aku mengiyakan tawaran itu.
Maka pada hari itu aku berangkat ke tempat operasi pengangkatan ginjal. Aku menjalani operasi pengangkatan ginjal di sana.

Setelah selesai operasi aku menerima uang Rp 46 juta. Dengan uang sebanyak itu aku langsung bergegas membeli gawai yang sangat aku inginkan. Dan iPhone 4 resmi menjadi milikku.

Aku resmi menjadi siswa keren di sekolahku.

Di rumah, ibuku mencurigaiku. Tapi aku diam saja, tidak mengaku.

Tapi seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usiaku, aku menyesali perbuatanku. Sungguh. Andai waktu bisa kuputar kembali.

Saat ini usiaku 25 tahun, dan yang bisa kulakukan hanya terbaring tak berdaya di tempat tidur.

ibuku memaksaku bercerita apa yang sebenarnya dulu aku lakukan. Aku pun mengakuinya.

Aku dibawanya ke dokter, dokter mengatakan bahwa ginjalku yang masih tersisa terserang infeksi, kemungkinan besar karena dulu operasi pengangkatan ginjalku dilakukan di tempat yang kurang bersih.

Aku menderita gagal ginjal.

Aku harus menjalani cuci darah secara berkala. Ginjalku yang satu, tidak lagi dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Perkenalkan namaku Wang Shangkun. Dan aku adalah seorang pemuda yang rela menjual ginjalku demi iPhone 4. iPhone 4 yang kini tidak dapat menyelamatkanku dari penyakit yang saat ini aku derita. Usiaku saat ini 26 tahun. Dan yang kulakukan hanya terkapar tak berdaya.

Ibuku yang sudah tahu awal mula segala penderitaanku segera melaporkan pihak yang dulu membeli ginjalku.

Ada sembilan pelaku yang terlibat dalam operasi pengangkatan ginjalku, mereka semua ditahan. Ternyata operasi yang mereka lakukan padaku itu ilegal. Dari sembilan pelaku itu, lima diantaranya divonis bersalah karena dengan sengaja melukai dan terlibat perdagangan manusia.

Para dokter yang menanganiku mengatakan bahwa kini giliranku yang membutuhkan donor ginjal. Tahukah kau berapa uang yang harus aku keluarkan jika aku ingin mendapatkan donor ginjal? 3,6 milyar di pasar gelap. Dan hal menyakitkan lain adalah saat aku tahu ternyata ginjal yang dulu aku jual terlalu sangat murah. Harga itu 80 kali lebih tinggi dari yang dulu aku jual.

Kondisi keuangan keluargaku memburuk demi aku. Demi mempertahankan nyawaku.
Orang tuaku memang sempat menuntut pihak-pihak yang terkait dengan pengangkatan ginjalku yang ilegal. Orang tuaku memang diberi uang ganti rugi, tapi sayangnya itu tidak bisa mengubah kondisi kesehatanku yang semakin memburuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here