Adegan-adegan di Sinetron yang Nggak Masuk Akal

0
15

Dunia pertelevisian Indonesia tak bisa lepas dari yang namanya sinetron. Seperti yang kita tahu, sinetron di Indonesia kerap tayang dalam ratusan episode dan kadang nggak diketahui gimana endingnya. Selain alur cerita yang kadang bikin kita bingung, kita juga sering menemukan adegan-adegan yang kadang nggak masuk akal.

Apa aja adegan-adegan itu? Yuk kita simak sampai habis!

1. Sholat dan Ngaji

Adegan pertama yang akan kita bahas adalah adegan sholat dan ngaji. Nggak tahu sholatnya kapan tiba-tiba udah salam. Belum ngaji eh udah sodaqollahul adzim. Napa nggak dilihatin sih waktu mereka wudhu terus sholat habis itu ngaji?

2. Adegan Tabrak Lari

Kamu pasti pernah dan sering banget menemukan adegan ini. Entah itu si protagonisnya yang baru tahu kebenaran atau si antagonis yang kena azab, pasti mereka lari ke tengah jalan dan ada mobil atu motor yang kebetulan lewat. Dan pasti tahu lah apa yang terjadi berikutnya?

Yap, tabrakan. Dan anehnya, udah tahu mau ketabrak mobil, bukannya lari malah teriak. Mana lama banget lagi waktu mau nabraknya, bisa disambi nyelesein pendidikan dulu tuh :v

3. Suara Batin yang Terdengar Keras

Ini adalah salah satu adegan yang wajib ada di setiap sinetron Indonesia. Dan biasanya disuarakan oleh pemeran antagonisnya.

“Hmmm, dia nggak tahu kalau aku yang masukin racunnya.” sambil ketawa jahat.

Kalau kayak gini kan jadi ketebak alurnya, ya nggak?

4. Tokoh Protagonis yang Kebaikannya Seperti Malaikat

Hanya di sinetron Indonesia ya gaes, pemeran protagonis utama selalu punya sifat baik menyerupai malaikat. Mau disakitin, mau diinjak-injak, mau difitnah kayak apa, mereka tetap nurut sama yang jahatin. Masak nggak ada sedikitpun punya perasaan marah sih? Terkesan nggak manusiawi, setuju nggak? :v

5. Adegan Keluarga yang Nggak Pernah Bahagia

Adegan yang satu ini adalah adegan yang biasanya ada di sinetron-sinetron Indonesia. Entah kenapa, selalu ada keluarga yang nggak pernah ngerasain kebahagiaan.

6. Adegan di Sekolah

Saat harus menampilkan adegan berlatar tempat di sekolah, mereka nggak akan tampil dalam keadaan belajar di kelas, seringnya mereka tampil di kantin dan di luar kelas. Yah, kalau cuma mau jajan doang napa nggak di warung aja sih, kenapa harus di sekolah? Dan lagi, jam istirahat mereka juga terasa lebih lama, aneh nggak tuh?

7. Adegan Dokter di Rumah Sakit

Kamu pasti pernah lihat adegan pasien yang meninggal di rumah sakit? Saat pasien tidak bisa diselamatkan oleh sang dokter, sang dokter akan berkata “kami sudah berusaha semaksimal mungkin”. Dan itu adalah kalimat wajib yang selalu diucapkan oleh mereka. Apa mungkin itu setelan default ikatan dokter dalam sinetron Indonesia ya gaes?

8. Adegan Lari-lari di Lorong Rumah Sakit

Nggak tahu alasannya apa, saat salah satu tokohnya mengalami sakit parah atau kecelakaan mereka harus didorong sambil lari-larian di lorong rumah sakit, padahal kan UGD ada di depan, napa harus muter-muter sih? Kan capek.

9. Berdoa dengan Suara Keras

Nah gaes, adegan yang sering muncul di sinetron dan agak nggak masuk akal ya ini, habis sholat baca doanya keras banget, sampai kadang kedengeran sama tetangga :v, terus ngga lupa juga dengan make up yang tebal dan lipstik yang merah menyala. Bagian make up adalah bagian yang penuh tanda tanya, apa mungkin habis wudhu dandan dulu?

10. Adegan Sekarat

Entah kenapa dunia persinetronan Indonesia kompak banget sama adegan sekarat yang diiringi dengan batuk-batuk. Padahal, pada kenyataannya, orang yang sekarat nggak ada yang batuk-batuk saat ajal menjemput. Ah, nggak masuk akal nih sinetron Indonesia.

11. Cabut Selang Infus

Adegan ini adalah adegan yang biasanya terjadi pada pasien yang ingin melarikan diri dari rumah sakit, dan dengan gampangnya mencabut selang infus dalam satu tarikan nafas. Padahal, kenyataannya, kalau kita nyabut jarum abbocath sembarangan, yang ada darahnya muncrat kemana-mana. Duuh, detail ini sebenernya nggak boleh dilewatin lho…

12. Operasi Mata

Ini adalah salah satu adegan yang membuat banyak warga +62 terbodohi. Di adegan yang disajikan oleh sinetron Indonesia, adegan habis selesai operasi, mata dengan cepatnya langsung bisa melihat.

Padahal kenyataannya, setelah seseorang menjalani operasi mata, dia harus melewati masa pemulihan dulu. Dan fakta lain yang harus kamu tahu, nggak ada tuh operasi cangkok bola mata, yang ada tuh operasi cangkok kornea. Dan pastinya, kalau operasi perbannya nggak sampai keliling kepala, cuma di bagian mata aja.

13. Adegan Balut Luka

Kalau kamu sering lihat sinetron, pasti kamu sering lihat adegan kecelakaan yang akhirnya dibawa ke rumah sakit, terus jidatnya dibalut semua pakai perban sampai melingkar keliling kepala, dan nggak lupa ada darah bohongan, bulat dan merah, tepat menodai kain kassa pembalut luka.

Sadar nggak sih kalau itu tuh pembohongan publik, di dunia nyata, noda merah itu harusnya nggak ada, mungkin kalau bekas betadine oke ya gaes, tapi kalau darah? Itu berarti lukanya nggak diobatin donk.

14. Keberhasilan Niat Jahat yang Disuarakan

Kamu pernah lihat adegan kayak gini nggak, waktu si antagonis berhasil melakukan kejahatan dan dia ngomong sama dirinya sendiri di tempat sepi

“ah, bodoh banget dia, percaya sama gue. Gue boongin mau. Rencana gue tinggal selangkah lagi” dan si protagonis yang merasa ketipu dengar karena nggak sengaja lewat di tempat itu, dan eng ing eng, protagonis pun berkata “kok lo tega sama gue. Gue nggak nyangka lo sejahat itu. Padahal gue udah percaya sama lo” habis itu lari.

Nggak tahu kenapa, padahal nih ya, di dunia nyata, kita nggak pernah tu sekalipun denger teman kita yang ngomong kayak gitu waktu sendirian. :v, kalau iya kita pasti gampang banget bedain temen fake sama tulus, setuju nggak nih?

Nah, gaes itu tadi adalah adegan-adegan sinetron yang nggak masuk akal. Menurutmu, masih ada nggak adegan nggak masuk akal lainnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here