9 One-Club-Man Terbaik yang Pernah Ada

0
118

Di era sepak bola industrialis sekarang ini, jarang ditemukan pemain yang mau bertahan lama di klub. Pola pikir pemain sekarang banyak terpengaruh limpahan fulus. Di masa lalu, beberapa pemain dapat dijadikan teladan perihal kesetiaannya bertahan di satu klub. Berikut di antaranya:

# Carles Puyol – Barcelona

Kapten fantastis yang semasa bermain hanya memperkuat Barcelona. Mengawali karier sebagai bek kanan, ia berkembang menjadi bek tengah yang mampu menjadi juara Eropa dan dunia. Secara keseluruhan, dalam kurun 1999-2014 ia mengoleksi 392 penampilan bersama Barca dan 100 caps di timnas Spanyol. Ia memenangi 6 Liga Spanyol, 2 Piala Raja, 5 Piala Super, 3 Liga Champions, 2 Piala Super Eropa, 2 Piala Dunia Klub, dan masing-masing sekali juara Euro dan Piala Dunia.

# Jamie Carragher – Liverpool

Pria yang kini jadi pandit tenar di Inggris tersebut hanya membela Liverpool sepanjang kariernya. Dua tahun lebih tua dari Steven Gerrard, ia memulai debut di tim utama pada 1996 dan mengakhiri karier pada 2013. Total ia mengoleksi 508 penampilan dan 4 gol, yang berhiaskan 3 Piala FA, 3 Piala Liga, 2 Community Shield, 1 Liga Champions, 1 Piala UEFA, dan 1 Piala Super Eropa.

# Rogerio Ceni – Sao Paulo

Kiper legendaris dunia yang dikenal karena kemampuannya mencetak gol, yakni 131 gol sepanjang kariernya, hanya mengabdi pada satu klub, Sao Paulo. Pertama kali muncul di tim utama pada 1992, Ceni pensiun pada 2015 dalam usia 42 tahun setelah mengumpulkan 575 laga. Ia juga mengoleksi 16 caps bersama timnas Brasil. Beberapa gelar besar yang dimenanginya antara lain, 3 Liga Brasil, 1 Piala Dunia Klub, 2 Copa Libertadores, dan 1 Copa Sudamericana.

# Tony Adams – Arsenal

Di halaman Stadion Emirates milik Arsenal, hanya ada tiga legenda yang telah didirikan patungnya. Salah satunya bek sekaligus kapten Tony Adams. Ia mengoleksi 504 laga bersama Arsenal dalam kurun waktu 1983 hingga 2000. Ia juga memperkuat inggris dalam 66 laga. Merasakan tangan dingin pelatih legendaris George Graham dan Arsene Wenger, Adams telah mengumpulkan 4 gelar liga, 3 Piala FA, 2 Piala Liga, dan 1 Piala Winners.

# Gary Neville – Manchester United

Salah satu pentolan class of 1992 yang bertahan di klub masa kecilnya hingga pensiun. Diorbitkan dan didaulat sebagai kapten oleh Sir Alex Ferguson, Neville menikmati masa aktif bermain yang bergelimang gelar. Ketika ia pensiun, ia sudah memenangi 8 Liga Inggris, 3 Piala FA, 2 Liga Champions, 2 Piala Dunia Klub, dan 2 Piala Liga. Sejak 1992 hingga 2011, ia memperkuat Manchester United dalam 400 laga dan menjadi bek kanan Inggris dengan caps terbanyak, yakni 85 kali.

# Paul Scholes – Manchester United

Rekan Neville dari class of 1992 yang memiliki tendangan geledek, berlari-lari pendek dengan rambut merahnya. Menjalani debut pada 1993, ia sempat mengumumkan pensiun pada 2011, lantas kembali bermain pada 2012 hingga 2013. Ia mengoleksi 499 penampilan dan 107 gol hanya untuk Manchester United, dan 66 caps (14 gol) untuk timnas Inggris. Ia mengumpulkan 11 Liga Inggris, 4 Piala FA, 2 Piala Liga, 5 Community Shield, 2 Liga Champions, dan 2 Piala Dunia Klub.

# Ryan Giggs – Manchester United 

Sayap kiri asal Wales merupakan jebolan class of 1992 yang memulai debut paling awal dan memiliki rentang karier paling panjang. Debutnya terjadi pada 1990, dan pensiun pada 2014 saat usianya 41 tahun. Ia mengoleksi 672 penampilan dan 114 gol bersama Manchester United. Ia juga memegang rekor sebagai satu-satunya pemain yang merasakan 21 musim Premier League. Ia mengoleksi 13 gelar liga, 4 Piala FA, 3 Piala Liga, 9 Community Shield, 2 Liga Champions, 1 Piala Super Eropa, dan 2 Piala Dunia Klub.

# Paolo Maldini – AC Milan

Legenda besar AC Milan yang nomor punggungnya dikeramatkan, akan digunakan kembali bila keturunannya memperkuat Milan. Ia memperkuat Milan selama 24 tahun, sejak 1985 hingga 2009, dengan mengoleksi 647 penampilan dan 29 gol. Ia mengumpulkan 7 Liga Italia, 1 Coppa Italia, 5 Piala Super Italia, 5 Liga Champions, 5 Piala Suuper Eropa, dan 3 Piala Dunia Klub.

# Francescon Totti – AS Roma

Masa abdinya lebih lama dari Maldini, dan telah mendapat julukan Pangeran Roma. Konon katanya, semua yang ia inginkan di kota Roma akan diberikan padanya. Ia mengoleksi 619 penampilan dan 250 gol dalam kurun 1992 hingga 2017 untuk AS Roma, dan 58 penampilan dan 9 gol untuk timnas Italia. Ia mengoleksi satu gelar Liga Italia, 2 Copa Italia, 2 Piala Super Eropa, dan sekali Piala Dunia.

Pemain-pemain di atas dapat jadi panutan pemain muda di seluruh dunia. Dari mereka, kita bisa belajar tentang kesetiaan, kesabaran, dan tanggung jawab terhadap logo di dada. Terima kasih, para legenda…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here