8 Pemain yang Gagal Memenuhi Ekspektasi “The Next Messi”

0
134

Lionel Messi telah berusia 31 tahun dan perbandingan dengan dirinya akan selalu muncul kapan pun seorang pemain muda berkaki kidal dan bertubuh pendek bermain bagus. Berikut beberapa nama yang akhirnya gagal menyandang predikat The Next Messi…

Juan Iturbe

Juan Manuel Iturbe tumbuh dan mulai mencuri perhtian sejak memperkuat Cerro Porteno. Tubuh pendek, kaki kiri, dan dribel cepatnya membuat penggemar menyejajarkannya dengan Lionel Messi. Kepindahan ke Porto dan masa peminjaman ke Hellas Verona juga tampak bagus baginya. Sayang, ia gagal memenuhi ekspektasi saat mencoba peruntungan di Roma. Setelah tersasar di Bournemouth dan Torino, ia kini kembali ke Amerika Latin.

Alan Dzagoev

Menjadi salah satu pemain yang digadang-gadang akan menjadi penerus Andrei Arshavin, Dzagoev sebenarnya cukup bagus untuk bermain di klub besar Eropa. Mencatatkan debut di tim nasional Rusia pada usia 18 tahun, ia sempat bersinar di Euro 2012, saat menjadi menjadi top scorer dengan tiga gol. Namun, hingga lewat usia 28, kariernya mentok di CSKA Moskow.

Erik Lamela

Memiliki kekuatan di kaki kiri dan kecepatannya, serta sama-sama berasal dari Argentina, Erik Lamela sempat disebut sebagai penerus Lionel Messi di Albiceleste. Meski hingga kini pencapaiannya tak pernah sementereng Messi, bisa dibilang ia merupakan pemain dengan karier paling kinclong di daftar ini. Ia menikmati musim yang bagus di Roma, sebelum pindah dan bertahan hingga kini di Tottenham.

Gai Assulin

Sayap asal Israel ini sempat dianggap sebagai komoditi terpanas Barcelona di usia muda. Setelah tampil cuma di satu pertandingan bersama Barcelona, dan satu caps di timnas Israel dalam usia 16 tahun, kariernya tak pernah naik kelas. Keputusannya menyeberang ke Manchester City pun tak menolong, hingga ia terdampar di klub antah berantah macam Brighton, Granada, Mallorca, Sabadel, dan Kairat.

Ryan Gauld

Dengan tinggi 165 sentimeter, pemain Skotlandia tersebut memenuhi persyaratan postur untuk dibandingkan dengan Lionel Messi. Dia bahkan sudah menembus tim utama Dundee United dalam usia 17 tahun. Sayangnya, sejak pindah ke Sporting Lisbon, bakatnya tak mampu terpenuhi. Ia bahkan masih terus dipinjamkan hingga usianya yang ke-23 pada musim ini.

Sotiris Ninis

Sempat disebut sebagai prospek terbaik Yunani bersama Giannis Fetfatzidis, Ninis kesulitan mempertahankan performa yang membuat ia dijuluk Messi Yunani semasa muda. Setelah kontraknya bersama Parma tak diperpanjang, dia lebih banyak berkutat dengan cedera lutur. Ia bahkan tidak mampu bersinar lagi di divisi dua Liga Israel.

Jose Angel Pozo

Suatu masa sebelum kemunculan Phil Foden, akademi Manchester City punya prospek cerah bernama Jose Angel Pozo. Di usia 18 tahun, ia sudah mengecap tiga penampilan di Liga Inggris. Keputusannya pulang ke Almeria, walau klub tersebut bermain di divisi dua, mungkin terbilang tepat mengingat dirinya jadi pemain utama selama tiga musim di sana. Namun, semenjak naik level ke Liga Spanyol bersama Rayo Vallecano pada awal musim ini, dia belum mampu menembus starter.

Alen Halilovic

Ketika Barcelona merekrutnya pada 2014 dalam usia 17 tahun, perbandingannya dengan Lionel Messi tak dapat dielak, bahkan termasuk kibasan rambutnya ketika berlari. Sayangnya, Messi dari Kroasia tak sanggup menembus skuad utama Barcelona, dan terpaksa berpindah=pindah kapal dari Hamburg, Las Palmas, hingga kini jadi cadangan di AC Milan.

Meski pemain-pemain bertipe serupa akan terus muncul, yakinlah tak akan ada yang mampu menyamai pencapaian seorang Messi. Ia adalah talenta yang muncul sekali dalam seribu tahun…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here