7 Mitos Salah Kaprah Ini Sering Kita Percaya Tanpa Mencari Tahu Dulu Kebenarannya

0
91

Mitos-mitos di masyarakat seringkali berkembang tanpa ditelusuri dulu kebenarannya. Beredar dari mulut kemulut secara turun temurun menyebabkan rantai mitos menyebar dengan cepat. Berikut rangkuman tentang mitos-mitos yang dipercaya masyarakat yang tidak benar.

Awas Disruduk Banteng Kalau Pakai Baju Merah

Kesalahan tersebut mungkin dikarenakan permainan matador yang selalu menggunakan warna merah ketika beraksi. Tahukah Kamu bahwa sebenarnya banteng itu buta warna dan memiliki kemampuan melihat yang buruk. Lalu kenapa banteng bisa beringas ketika diberi kain merah oleh matador? Jawabannya karena gestur dan kibasan kain yang mengganggu banteng. Mustahil banteng tidak terganggu dan malah kabur kan, yang ada malah menyerang.

Cukuran Bikin Bulu Tumbuh Lebih Lebat

Kaki mulus dan tidak berbulu adalah dambaan semua wanita, tapi apa daya bulu-bulu halus selalu saja tumbuh di area tersebut. Salah satu cara menghilangkannya salah satunya adalah dengan mencukurnya. Namun mitos yang beredar di masyarakat apabila mencukur bulu bisa mengakibatkan bulu yang tumbuh sesudahnya menjadi lebih lebat. Padahal sebenarnya, rambut tersebut kelihatan lebat karena bentuk ujung rambut bekas pisau cukur yang kasar saja, sehingga jadi terkesan lebat.

Petir Tidak Pernah Dua Kali Menyambar Di Tempat Yang Sama

Jika dipikir-pikir apa ya alasan sampai orang percaya mitos seperti ini. Justru banyak bukti menunjukkan bahwa gedung-gedung tinggi tersambar petir berkali-kali. Seperti Empire State New York yang disambar kurang lebih 25 kali dalam satu tahun, bahkan penelitian menemukan gedung tersebut pernah tersambar 8 kali dalam 24 menit saja. Wow!

Permen Karet Yang Tertelan Baru Bisa Dicerna Setelah 7 tahun

Di Indonesia permen karet digandrungi saat era kejayaan Lupus di televisi. Ketika mengunyah permen karet otomatis tingkat kekecean kita akan naik beberapa derajat. Permen karet juga terbukti bisa membantu meningkatkan konsentrasi kita. Namun kadangkala saat mengunyah permen karet bisa saja tertelan karena cegukan atau kaget saat bicara. Mitosnya saat sudah tertelan, permen karet tersebut baru bisa dicerna selama 7 tahun, duh ngeri. Faktanya memang permen karet akan sulit diuraikan oleh sistem percenaan dalam tubuh, tapi bukan berarti butuh waktu 7 tahun juga kali. Makanan yang masuk ke dalam lambung dan ususmu akan membantu mengeluarkan permen karet tadi, mungkin butuh beberapa minggu untuk keluar. Jadi hati-hat ya saat mengunyah permen karet.

Kemampuan Otak Kanan Dan Kiri Manusia Berbeda

Sebenarnya tidak ada pembagian fungsi pada otak manusia. Hanya saja ketika kita melakukan kegiatan ada bagian-bagian otak tertentu yang aktif. Otak manusia bersifat fleksible dan tidak kaku. Misalnya, ketika mengerjakan soal matematika bukan berarti bagian otak kanan kita tidak berguna, ketika bermain musik juga bukan berarti otak kiri tidak berguna sama sekali. Jadi sebenarnya otak kanan dan otak kiri bisa saling mempelajari fungsi masing-masing.

Perut Kenyang Saat Berenang Bisa Bikin Tenggelam

Mitos ini sepertinya agak sedikit nyeleneh di telinga. Tapi buktinya ada saja yang masih percaya. Berarti orang gendut nggak bisa renang dong? Haha. Banyak orang percaya setelah makan tidak diperbolehkan berenang karena takut mengalami kram perut. Faktanya, kita tidak menggunakan otot perut ketika berenang. Kalaupun kram sangat kecil kemungkinan. Sebenarnya berenang setelah minum alkohol lah yang lebih membahayakan. Karena ketika mabuk, badan akan terasa lemas dan susah menggerakkan otot.

Itulah mitos-mitos yang beredar di masyarakat yang sebenarnya salah kaprah. Ada baiknya jika menerima pengetahuan agar disaring dan dicari dulu kebenarannya. Jadi banyak-banyak membaca adalah kunci utamanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here