7 Bek Utama Tertua di Klub Besar Eropa

0
144

Posisi palang pintu seperti bek tengah sebenarnya membutuhkan atribut kecepatan dan pemain dengan pengambiilan keputusan mumpuni. Atribut tersebut biasanya hanya dimiliki oleh bek-bek muda. Namun, tujuh bek di bawah ini berhasil membuktikan usia hanyalah angka…

Sergio Ramos (32 tahun)

Barangkali menjadi pemain yang Anda benci, Sergio Ramos menjadi pilihan utama di Real Madrid dan tim nasional Spanyol bukan tanpa alasan. Ia sudah menembus tim utama Sevilla pada usia 18 tahun, dan masih konsisten di lini belakang klubnya hingga kini dalam usia 32 tahun. Dengan koleksi Liga Champions, Piala Dunia, dan Piala Eropa, ia dianggap sebagai salah satu bek aktif terbaik generasi ini.

Diego Godin (32 tahun)

Panglima kepercayaan Diego Simeone di Atletico Madrid ini bertanggung jawab menciptakan salah satu pertahanan paling rapat di Eropa. Atletico asuhan Simeone mendapat respek dari publik setelah mampu mengganggu duopoli Madrid-Barcelona di Liga Spanyol, menjuarai Liga Europa, serta dua kali menembus final Liga Champions. Meski akan berusia 33 tahun pada Februari nanti, Godin masih belum tergeser oleh rekan-rekannya di Atletico.

Raul Albiol (33 tahun)

Bek yang kini memperkuat Napoli ini mungkin hanya menjadi pelapis bagi Gerard Pique/Carles Puyol/Sergio Ramos dalam tahun-tahun kesuksesan tim nasional Spanyol. Namun, bek yang mulai mencuat di Valencia ini tetap tak tergantikan di lini pertahanan I Partenopei. Sejak pertama kali didatangkan oleh Rafa Benitez ke San Paolo, Albiol masih belum tersisih hingga usianya 33 tahun.

Thiago Silva (34 tahun)

Mantan kapten AC Milan tersebut saat ini menjadi pemain paling senior di tim bertabur bintang Paris Saint-Germain setelah Gianluigi Buffon. Pemain kelahiran 22 September 1984 tersebut dianggap sebagai bek papan atas Eropa semenjak datang ke Eropa di San Siro pada 2009. Saat ini, ia diberi tugas membimbing bek-bek PSG yang lebih muda seperti Presnel Kimpembe atau Thilo Kehrer.

Joao Miranda (34 tahun)

Hanya terpaut dua pekan dari Thiago Silva, Joao Miranda (bersama Silva, Marcelo, dan Fagner) membentuk kombinasi backfour tertua di Piala Dunia 2018 lalu. Pertama kali mencuri perhatian saat menjadi duet Diego Godin di Atletico, kini Miranda sedang membawa Inter mengejar gelar Liga Italia. Di usia 34 tahun, dia masih belum tersingkirkan oleh bek-bek muda semacam Stevan de Vrij atau Milan Skriniar.

Giorgio Chiellini (34 tahun)

Giorgio Chiellini dikenal sebagai karang tangguh di lini belakang Juventus, suatu waktu pernah menjalin mitra dengan Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, dan Gianluigi Buffon. Dibesarkan di negara yang mengagungkan lini pertahanan membuat karier Chiellini awet, yang hingga musim ini tak tergantinkan di lini belakang Juventus. Beberapa waktu lalu, Jose Mourinho memuji Chiellini, bahwa dia bisa saja mengajar di Harvard untuk mata kuliah pertahanan.

Jose Fonte (35 tahun)

Karier Jose Fonte sebenarnya tidak terlalu istimewa. Sampai menjelang usia 30, ia masih berkutat di divisi bawah Inggris bersama Crystal Palace dan Southampton. Kariernya melejit seiring dengan meningkatnya performa Soton di Liga Inggris, apalagi ia juga sukses menjadi pengawal gawang Portugal saat menjuarai Euro 2016. Diprediksi kariernya habis saat pindah ke West Ham dan China, Fonte masih mampu membuktikan tajinya di Eropa dalam usia 35 tahun bersama Lille, yang saat ini menempati posisi 2 di bawah PSG.

Regenerasi akan terus terjadi, cepat atau lambat, nama-nama di atas pasti akan tergantikan oleh para pemain muda. Sejauh mana mereka akan bertahan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here