6 Pertandingan Menegangkan Paling Dramatis pada 2017/18

0
125

Pertandingan sepak bola ditonton bukan untuk melemaskan otot. Sebaliknya, laga-laga kelas dunia ditonton untuk menegangkan syaraf… Berikut laga paling menegangkan pada musim 2017/18

Manchester City 2-3 Manchester United – Premier League

Manchester City sedang digdaya di bawah Pep Guardiola, mereka hanya sekali kalah di liga sebelum bersua Setan Merah. Keunggulan 2-0 di babak pertama melalui sundulan Vincent Kompany dan sontekan Ilkay Gundogan seakan menenggelamkan kubu Jose Mourinho. Di luar dugaan, Paul Pogba dan kawan-kawan bangkit usai jeda. Menyamakan kedudukan jadi 2-2 di sepuluh menit pertama babak kedua melalui Pogba, United balik memimpin saat Chris Smalling menyodok masuk tendangan bebas Alexis Sanchez. Skor 2-3 tidak berubah hingga peluit panjang, City menelan kekalahan kedua.

Villareal 2-3 Sevilla – La Liga

Pasukan Marcelino Garcia Toral mengawali musim dengan tidak cukup baik. The Yellow Submarine bahkan dipermalukan Sevilla di kandang sendiri di putaran pertama La Liga. Unggul lebih dahulu melalui Cedric Bakambu dan solorun Carlos Bacca, sang tuan rumah malah menghilangkan keunggulan mereka. Sevilla yang diasuh Eduardo Berizzo membalikkan keadaan melalui Clement Lenglet di menit 56, Franco Vazquez semenit kemudian, dan Ever Banega melalui penalti di menit 78.

Belgia 3-2 Jepang – Piala Dunia 2018

Duel raksasa Asia melawan jagoan Eropa di perempat final Piala Dunia ditentukan oleh perang di udara. Jepang secara mengejutkan unggul dua bola melalui Takashi Inui dan Genki Haraguchi hingga satu jam laga. Pelatih Roberto Martinez merespon dengan memasukkan pemain-pemain bongsor dan membombardir Jepang dengan umpan lambung. Setelah Jan Vertonghen dan Marouane Fellaini menyamakan kedudukan dengan kepala mereka, Nacer Chadli mencetak gol kemenangan dengan tendangan pamungkas pertandingan.

Roma 4-4(ag) Barcelona – Liga Champions

Pembantaian Barcelona di leg pertama di leg pertama tidak membuat nyali Roma menciut. Selisih tiga bola malah membuat pasukan serigala menggila. Mengetahui mereka punya tabungan gol tandang dalam skor 4-1, mereka menjadikan Stadion Olimpico sebagai gelanggang penebusan. Gelontoran dari Edin Dzeko, Daniele de Rossi, dan Kostas Manolas disertai catatan bersih di lini pertahanan. Agregat 4-4 dan Roma melaju berkat aturan gol tandang.

Lazio 2-3 Inter Milan – Serie A

Laga ini bertajuk pertandingan liga tapi atensinya setara play-off Liga Champions: siapa pun yang menang, ia dapat tiket ke Eropa. Dua tim saling mengejar keunggulan, Ivan Perisic dibalas Danilo D’Ambrosio; Felipe Anderson direspon Mauro Icardi. Stevan de Vrij menghadiahi Inter sebuah penalti, klub yang musim berikutnya akan ia labuhi. Pada akhirnya, gol Matias Vecino membuat Laziale harus menangis, dan sebaliknya, membikin Interisti bersorak menyambut Liga Champions setelah sekian lama.

Everton 3-2 Watford – Premier League

Everton membutuhkan kemenangan pertama bagi pelatih David Unsworth. Tim tamu yang diasuh Marco Silva membuat seisi stadion menahan nafas dengan keunggulan 0-2 melalui gol Richarlison dan Christian Kabasele. The Toffees mulai mengejar defiisit melalui gol Oumar Niasse dan Dominic Calvert-Lewin dalam tujuh menit. Goodison Park bergemuruh saat di injury time, bek kiri Leighton Baines mampu mengeksekusi penalti. Laga belum usai, satu penalti masih disediakan untuk Watford yang akan dieksekusi mantan pemain Everton Tom Cleverley. Tembakannya melebar dan David Unsworth tersenyum untuk pertama kalinya.

Jika pemain berkeringat karena berlari mengelilingi lapangan, kita para penonton juga dapat berkeringat karena menganggap diri berada di dalam lapangan. Jika jantung kita berdebar, maka kita bisa menganggap diri sudah menjadi bagian dari tim dukungan kita…

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here