5 Taktik yang Merevolusi Sepak Bola

0
114

Sejak dimainkan dengan cara modern pada akhir abad 19 di Inggris, sepak bola telah berkembang baik di dalam lapangan maupun luar lapangan. Di dalam lapangan, perkembangan tersebut meliputi diperbaruinya peraturan-peraturan, atau terus berkembangnya strategi untuk memenangkan pertandingan. Berikut lima macam taktik yang mempengaruhi sejarah sepak bola…

False 9

Nomor “9” sebenarnya berarti nomor punggung tradisional untuk peman yang berposisi sebagai penyerang tengah. Memang jamak di seluruh dunia setiap tim memasang setidaknya satu atau dua pemain yang dibiarkan hanya di depan. Namun, False 9 tak mengenal itu. Tim yang menganut False 9 tak punya pemain yang berdiri diam di depan. Alih-alih demikian, pemain yang di atas kertas berdiri sebagai nomor 9 akan turun menjemput bola ke lini tengah atau ke sisi sayap. Tim yang sukses menerapkan sistem ini antara lain, AS Roma era Luciano Spalletti dengan Francesco Totti sebagai False 9, Barcelona era Pep Guardiola bersama Lionel Messi, dan timnas Spanyol pada Euro 2012 bersama Cesc Fabregas.

Catenaccio

Catenaccio lahir di Italia dan dipercaya akan sempurna jika dilakukan oleh klub Italia atau pelatih berkebangsaan Italia. Sistem ini menganut faham “pertahanan yang baik ialah menumpuk pemain di lini belakang”, yang ditandai dengan penjagaan langsung pemain lawan di lini pertahanan. Dipopulerkan oleh Helenio Herrera di Inter Milan pada 1960-an, Catenaccio segera diklaim sebagai strategi asli Italia. Bek-bek kelas dunia yang muncul di Italia dipercaya sebagai akibat ditanamkannya prinsip-prinsip Catenaccio di akademi. Praktik yang paling diingat publik di era modern disuguhi kemenangan Inter Milan asuhan Jose Mourinho atas Barcelona asuhan Pep Guardiola pada Liga Champions 2010 dengan strategi amat bertahan.

Total Voetbal

Taktik Total Voetbal dipercaya merupakan simbah buyut dari Tiki-Taka yang diperagakan Barcelona pada abad 21. Sistem ini mempersilakan tiap pemain untuk tidak terpaku pada posisi tertentu, sehingga semua pemain dapat menyentuh bola dengan tujuan menguasai permainan. Timnas Hungaria pada 1950-an diklaim sebagai tim pertama yang sukses menerapkan sistem ini. Dekade berikutnya, Rinus Michels membawa sistem ini ke babak baru, yang kelak akan melahirkan murid bernama Johan Cruyff.

Tiki Taka

Tiki-Taka pada dasarnya merupakan julukan untuk permainan yang menggelorakan bola pendek dan umpan-umpan cepat dengan pemain-pemain yang terus bergerak mencari ruang. Timnas Spanyol era Luis Aragones dan Vicente del Bosque menaklukkan Eropa dan dunia menggunakan sistem ini. Spanyol diuntungkan dengan kehadiran Barcelona berkat kemampuan klub ini menerjemahkan ide Pep Guardiola untuk bermain indah bersama penguasaan bola. Darimana Guardiola mendapatkan ide ini? Benar, Johan Cruyff.

Gegenpressing

Bisa dibilang gegenpressing merupakan tren terbaru taktik sepak bola masa kini. Meski istilah ini dipopulerkan oleh Jurgen Klopp saat membawa Borussia Dortmund meruntuhkan dominasi Bayern Munich pada awal 2010-an, permainan dengan pressing tinggi diketahui telah dipraktikkan banyak klub di masa lampau. Marcelo Bielsa diakui sebagai pelatih yang menitikberatkan daya jelajah pemainnya untuk menekan lawan sejak area mereka. Oleh Klopp, taktik ini diterjemahkan untuk menanamkan ide bahwa bola harus direbut dari pemain lawan sejak: bola belum direbut pemain lawan.

Tentu saja, kemunculan sebuah taktik akan direspon dengan taktik lain yang akan berusaha saling mengalahkan. Perkembangan ini akan terus berlangsung sepanjang sepak bola masih dimainkan di dunia ini…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here