5 Pemain Naturalisasi Terbaik Indonesia

0
151

Naturalisasi dipandang sebagai cara instan mengerek prestasi sepak bola Indonesia. Hanya, kadang ada saja “kucing yang dibeli dalam karung”, sehingga kualitas yang diharapkan ditularkan pun tak ada. Nama-nama di bawah ini bukan termasuk kucing tersebut…

Cristian Gonzales

Pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 2003, Gonzales akhirnya mendapat status kewarganegaraan Indonesia pada 3 November 2010. Striker yang juga beristrikan orang Indonesia tersebut sebelumnya dikenal sebagai penyerang tajam yang selama empat musim berturut-turut menjadi top scorer Liga Indonesia. Di tahun itu, ia segera menjadi idola publik berkat penampilan apinya di Piala AFF 2010. Saat ini, meski sudah berusia 42 tahun, ia masih menjadi andalan PSS Sleman di Liga 2.

Stefano Lilipaly

Fano, sapaan akrab dirinya, mungkin saja bisa disebut sebagai pemain naturalisasi yang “paling jelas” rekam jejaknya selama merumput di Eropa. Ia sempat hampir membawa Cambuur promosi ke Eredivisie Belanda pada musim 2016/17. Gelandang serang Bali United tersebut mencatatkan debutnya dalam laga uji tanding melawan Filipina pada 2013. Sejak saat itu, ia sudah mempersembahkan beberapa torehan bagi timnas Indonesia, seperti runner-up Piala AFF 2016 serta 16 besar Asian Games 2018.

Diego Michiels

Datang ke Indonesia di usia yang relatih muda, 21 tahun, Diego Michiels sempat terlekat dengan stereotip pemain bengal. Sejauh ini, catatan terbaik yang ia torehkan untuk timnas ialah medali perak Sea Games 2011 dan 2013. Semenjak saat itu, ia bermain di tim utama Pelita Jaya, Mitra Kukar, dan Borneo FC dan menerima mandat sebagai kapten Borneo FC, pelan-pelan ia mulai menunjukkan kedewasaan.

Ilija Spasojevic

Di antara lima nama dalam daftar ini, Ilija Spasojevic mungkin bisa dianggap belum punya kontribusi maksimal bagi tim nasional. Ia baru menerima kewarganegaraan Indonesia pada Oktober 2017, tetapi sudah menahbiskan diri sebagai salah satu striker tertajam di Indonesia saat ini. Torehan emasnya di level klub ialah saat ia memperkuat Bhayangkara FC pada musim 2017, tempat di mana ia mencaplok gelar juara Liga Indonesia. Catatan terbaiknya di timnas ialah saat mengantar timnas senior meraih posisi dua di turnamen Aceh World Solidarity Cup 2017.

Alberto Goncalves

Kenyang pengalaman berlaga di Liga Indonesia, Beto merupakan pemain dengan usia tertua saat dinaturalisasi timnas Indonesia pada awal 2018. Itu artinya, ia telah berusia 37 tahun, lebih tua dari Gonzales maupun Sergio van Dijk saat dinaturalisasi. Meski begitu, ia langsung memberi kontribusi bagi timnas u-23 yang berlaga di Asian Games 2018.. Menjadi salah satu dari tiga pemain over-aged, Beto mengantar timnas menembus babak 16 besar.

Di luar nama-nama itu, terdapat beberapa pemain yang masih eksis di kompetisi tertinggi nasional menunggu panggilan timnas. Ada pula pemain naturalisasi yang tak jelas rimbanya, seperti Jonny van Beukering. Yang jelas, seharusnya ilmu yang dipunyai pemain-pemain “asing” tersebut dapat ditularkan ke pemain-pemain lokal Indonesia…

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here