Bangga Banget, Ini 5 Pahlawan Indonesia Yang Namanya Dijadikan Nama Jalan di Luar Negeri

0
100

Tokoh-Tokoh Indonesia yang Diabadikan Menjadi Nama Jalan di Luar Negeri
Nama jalan pada dasarnya digunakan untuk menandai agar mudah untuk dikenali. Karena nama jalan juga dibutuhkan ketika mengidentifikasi keperluan seperti kartu tanda pengenal atau alamat surat. Kebanyakan nama jalan yang sering digunakan adalah menggunakan nama pahlawan.

Selain bertujuan untuk menandai jalan, pemakaian nama pahlawan tersebut juga bertujuan untuk mengenang dan menghormati jasanya. Tidak hanya di Indonesia, di luar negeri pun hal tersebut juga berlaku. Banyak nama-nama tokoh penting yang digunakan sebagai nama jalan, tak terkecuali beberapa tokoh Indonesia yang dianggap mempunyai peran di negara tersebut.

Siapa sajakah mereka? Berikut adalah daftarnya.

Jalan Soekarno, Maroko dan Mesir

Dikenal sebagai sang plokamator dan presiden pertama Republik Indonesia, nama Bung Karno tentu begitu dikenal dan dihormati di dunia mengenal sosoknya yang kharismatik dan cerdas. Pada Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955, beliau dikenal sebagai tokoh pejuang atau suksesor konferensi tersebut. Bung Karno semakin dihormati khususnya oleh negara Maroko karena mengizinkan kitab karya ulama Maroko untuk dijadikan referensi di berbagai pesantren di Indonesia. Sebagai rasa terima kasihnya, Raja Maroko yaitu Muhammad V mengapresiasi dan memberikan penghargaan dengan membuat jalan di ibukota Maroko yang dinamakan Rue Soekarno. Jalan tersebut diresmikan pada bulan Mei 1960.

Ternyata di Mesir juga terdapat jalan dengan nama Ahmed Soekarno ST di Sudan, daerah Kit Kat Agouza Geiza. Pemberian nama Ahmed pada depannya diberikan dari nama mahasiswa Indonesia yang ada di mesir untuk menandai bahwa Soekarno adalah seorang muslim. Pada saat itu pemimpin Mesir, Gamal Abdul Nasser adalah pemimpin negara pertama yang mengakui kemerdekaan indonesia di mata dunia. Hubungan kedua pemimpin tersebut semakin erat, sehingga Gamal Abdul Nasser mengapresiasi Bung Karno dengan mengabadikan namanya sebagai nama jalan di negaranya.

Jalan Kartini, Belanda

Semasa hidupnya Raden Ajeng Kartini mempunyai beberapa teman dari Belanda. J.H. Abendanon adalah menteri kebudayaan dan kerajinan Belanda pada masa itu, dia berperan membukukan kumpulan-surat-surat Kartini yang sekarang kita kenal dengan karya fenomenal yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Dikenal memperjuangkan emansipasi wanita pada masa penjajahan di Indonesia, pemerintah Belanda mengabadikan namanya sebagai nama jalan di Amsterdam yaitu R.A. Kartinistraat.

Jalan Hatta, Belanda

Wakil presiden pertama Republik Indonesia ini namanya juga diabadikan menjadi nama jalan di kota Harlem Belanda, yaitu Hattastraat. Bapak koperasi Indonesia ini memang dikenal disegani oleh Belanda, apalagi beliau juga pernah bersekolah di negeri kincir angin tersebut. Karena popularitasnya, walikota RH Claudius meresmikan nama Bung Hatta menjadi salah satu nama jalan di Belanda.

Jalan Sjahrir, Belanda

Perdana menteri Indonesia Soetan Sjahrir adalah salah satu tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Beliau pernah menempuh pendidikan di kota Leiden Belanda, Leiden School of Technology. Nama Soetan Jahrir dijadikan nama jalan yaitu Sjahrirstraat di Leiden. Selain itu namanya juga diabadikan sebagai nama jalan di kota kecil Gouda yaitu, Sjahrirsingle.

Jalan Munir, Belanda

Belanda kembali mengapresiasi tokoh Indonesia dengan menjadikan namanya sebagai nama jalan. Munir Said Thalid adalah tokoh pejuang hak asasi manusia di Indonesia. Munir dikenal sebagai tokoh utama yang mengusut kasus orang-orang hilang pada masa periode pemerintahan Soeharto. Sayangnya Munir harus kehilangan nyawanya saat akan berangkat ke Amsterdam pada tahun 2004. Munir yang kala itu menjabat sebagai direktur eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia dinyatakan meninggal karena keracunan makanan. Belanda mengabadikan namanya di Den Haag sebagai nama jalan yaitu Munirstraat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here