5 Negara Dengan Kebiasaan Unik Makan Mie Instan

0
11

Di Indonesia, mi instan adalah makanan penolong buat anak kos dan orang-orang yang kelaperan tengah malem. Kebanyakan orang menyadari kalau makan mi itu kurang sehat, tapi… godaan buat nggak makan mi itu susah banget. Apalagi kalau hujan, beuh, ditambah telor sama bubuk cabe. Asli enak banget!

Rasanya yang semakin bervariasi dan emang enak dan cara bikinnya yang emang gampang, bikin banyak orang ketagihan. Oleh karena itu, bagi sebagian besar orang Indonesia, mi adalah P3K utama alias pertolongan pertama pada kelaparan.

Fenomena mencintai mi instan ternyata tidak hanya menjamur di Indonesia, di belahan dunia lain pun ternyata mirip seperti Indonesia. Sejak ditemukan di Jepang pada 1958, penyebaran mi instan ke berbagai negara mendapat respon positif. Bahkan bisa dibilang, jumlah konsumi beberapa negara tertentu cukup tinggi, bisa mencapai jutaan porsi per tahun.

Tapi pernah kebayang nggak gimana cara orang-orang di luar Indonesia menikmati mi instan? Apakah sama seperti di Indonesia?

Yuk kita simak!

1. India

Negara dengan kesenjangan ekonomi yang tinggi ini merupakan negara yang ternyata juga menyukai mi instan. Harga mi instan yang relatif murah dan bisa dijangkau berbagai kalangan ini, menjadikannya makanan populer di India.

Menariknya, mereka mi instan yang mereka produksi ditambah dengan bumbu masala, yang tentunya sangat jarang sekali ada di negara lain. Bumbu masala adalah bumbu kari khas India yang terbuat dari campuran berbagai rempah dengan rasa dan aroma yang tajam.

Memang, kebanyakan orang India senang memasukkan masala ke berbagai makanan, tak terkecuali ke dalam mi instan, supaya rasanya semakin pekat. Yah, nggak apa-apa yang penting bukan ‘masalah yang mereka masukkan ke dalam mi instan mereka. :v

2. Cina

Negara dengan penduduk terbanyak di dunia ini ternyata penduduknya juga menyukai mi instan. Bahkan, negara ini merupakan negara dengan jumlah konsumsi mi instan tertinggi di dunia. Wow,

Dan, berdasarkan laporan World Instant Noodles Association, negara pemilik tembok raksasa ini mengonsumsi 41 juta lebih mi instan di tahun 2019.

Ya, nggak heran memang, karena keberadaan mi instan di China emang udah kayak makanan sehari-hari.

Di negara ini, mi instan adalah makanan yang bisa dimakan dimana saja dan kapan saja. Bahkan, karena perannya yang sudah menyerupai makanan pokok, perusahaan-perusahaan di Cina memberikan fasilitas mi instan dalam bentuk cup dengan jumlah banyak, utamanya untuk mereka yang sangat sibuk.

Banyak banget kan? Kebayang nggak tuh perut di isi mi terus? Apa nggak keriting ya? :v

3. Korea

Para pecinta drakor pasti tahu banget perihal orang-orang Korea Selatan yang kalau makan mi instan langsung dari panci

Kebanyakan orang Korea memang mempunyai kebiasaan memasak mi instan atau ramyun dalam panci aluminium yang dilengkapi dengan tutup. Setelah matang, mi-nya nggak dituang ke mangkok atau piring, tapi langsung santap dari panci.

Tutup pancinya disini berfungsi untuk menjaga mi tetap panas.

Hal itu mereka lakukan supaya nggak usah repot-repot cuci piring. Selain itu juga lebih hemat air, waktu, dan tenaga.

Bisa ditiru nih!

4. Jepang

Negara Jepang adalah negara pelopor lahirnya mi instan. Sejak perkenalannya di tahun 1958, penyebaran mie instan berkembang sangat pesat.

Tak hanya di negara-negara luar Jepang, dalam negeri samurai itu sendiri, mie instan menjadi makanan favorit. Saking favoritnya mereka bisa memakan mie instan sambil berdiri dan disantap dalam waktu sekejap.

Bahkan, saking banyaknya penggemar mi instan di jepang yang rela menyantapnya sambil berdiri,di Jepang sampai muncul tachigui atau restoran tanpa kursi yang mempersilakan pelanggannya makan sambil berdiri.

Di negara itu, mie instan dinilai sebagai makanan yang sesuai untuk warga Jepang yang sibuk.

Tapi, masak makan mi terus ya gaes?

5. Indonesia

Ini nih, negara Indonesia kita tercinta. Di Indonesia, mi instan dianggap sebagai makanan penyelamat perut para anak kos.

Nggak cukup makan mi, anak kos Indonesia yang kelewat kreatif juga menambahkan nasi dengan alasan agar makin kenyang. Padahal kita tahu, kalau mi dicampur nasi itu nggak baik, karena sama-sama karbohidrat, bisa bikin kita kelebihan kalori. Tapi gimana lagi, tuntutan perut. Hehe,

Mi instan di Indoneia ini selain sangat murah, rasanya juga sangat bervariasi. Bayangkan aja, kamu bisa menikmati ayam geprek, rendang, soto sampai seblak hanya dari mi instan yang harga per bungkusnya nggak sampai 5.000.

Menariknya lagi, mi yang dimasak sama abang-abang warung mi lebih sedap dibanding buatan kita sendiri.

Misteri ini sampai sekarang belum terpecahkan!

Nah gaes, itu tadi kebiasaan-kebiasaan unik makan mi dari berbagai negara. Tapi, meski emang rasanya enak dan bisa jadi teman baikmu saat tanggal tua, jangan makan mi secara berlebihan ya. Mungkin efeknya nggak kerasa secara langsung, tapi… nggak ada salahnya kalau kita jaga-jaga dari sekarang kan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here