5 Alasan Ini yang Biasanya Membuat Kita Malas Untuk Mendaftar SIM

0
91
Sebagai warga negara yang baik sudah semestinya kita mematuhi kebijakan dan aturan berkendara, salah satunya adalah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Kepemilikan SIM ditujukan sebagai bukti bahwa si pemilik kendaraan bermotor sudah layak dan kompenten dalam berkendara, dengan begitu maka diyakini juga mereka tahu tata tertib lalu lintas di jalan. Namun percaya atau tidak, semua orang yang memiliki kendaran bermotor belum tentu mempunyai SIM meskipun mereka aktif berkendara sehari-hari di jalan raya. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus tilang karena tidak memiliki SIM atau masalah kendaraan lain. Mungkin alasan klasik berikut yang membuat mereka malas untuk mengurus SIM ya.
1. Mengurus SIM Relatif Mahal
Pertanyaan kenapa tidak mengurus SIM kebanyakan dijawab karena mengurus SIM itu mahal dan sedang tidak ada uang. Maka dari itu mahalnya biaya membuatan SIM menjadi alasan sehingga melalaikan tanggung jawab, padahal sih karena mereka terlalu malas saja. Faktanya mengurus SIM tidak mahal jika lewat jalur yang benar, maksudnya kita tidak menggunakan jasa calo atau meminta bantuan ‘orang dalam’. Jika prosedur yang ada kita ikuti pasti tidak membuat kita rugi kok. Mengurus SIM lewat calo memang membutuhkan biaya yang lebih besar dari mengurus SIM lewat jalur biasa, bisa sampai 5-6 kali lipat dana yang harus dikeluarkan demi mendapatkan SIM. Makanya jangan malas ngurus ya.
2. Prosedur Yang Ribet
Salah satu alasan klasik yang tidak disukai orang Indonesia pada umumnya adalah tidak mau ribet untuk mengurus sesuatu, maunya yang praktis, mudah, dan sesuai dengan keinginan mereka. Padahal prodsedur pembuatan SIM sudah digodok oleh kepolisian sehingga menjadi kebijakan yang harus dipatuhi. Untuk mendapatkan SIM memang ada beberapa tes yang harus dijalani seperti tes pengetahuan berkendara dan praktek. Tidak semua orang yang bisa berkendara nyatanya lolos, ada yang mengulang beberapa kali, bahkan ada yang tidak lulus. Karena di jalan, selain mahir dalam berkendara juga harus paham aturan dan tata tertib lalu lintas. Jadi banyak belajar dan latihan ya sebelum tes diadakan.
3. Bisa Cari Jalan Pintas Waktu Pemeriksaan
Saat terjadi razia kendaraan bermotor nyatanya banyak yang mencari jalan pintas demi menghindarinya, terutama pelajar SMA. Menghindari razia sebenarnya bisa berdampak fatal apabila tidak memperhatikan jalan karena terburu-buru. Bukan tidak mungkin bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain karena tabrakan. Agar lebih tenang saat pemerikasaan lengkapi surat kendaraan bermotor Kamu dan SIM tentunya.
4. Pas Punya SIM Malah Jarang Pemeriksaan
Mereka menganggap SIM sebenarnya adalah sesuatu yang useless karena bisa didapatkan dengan ‘membeli’nya bagi yang mampu membayar lebih. Toh meskipun sudah punya malah jarang ketemu razia. Anggapan seperti ini sebaiknya Kamu buang jauh-jauh ya. Jika kita mau hidup di suatu tempat, maka patuhi aturan dan kebijakannya, termasuk di Indonesia. Lebih baik merasa bangga mempunyai SIM saat ada razia hitung-hitung pamer kalau kita sudah jadi warga negara yang baik dengan dengan mematuhi salah satu persyaratan wjib berkendara, daripada terciduk karena malu tidak punya SIM.
5. Tidak Pernah Keluar Jauh
Memang banyak alasan yang dibuat orang untuk menghindar dari kewajiban memiliki SIM. Salah satunya karena tidak pernah pergi jauh. Akhirnya mereka berpikir bahwa SIM harus dimiliki orang yang berpergian ke luar kota agar selamat dari razia polisi. Padahal SIM itu dibuat untuk jaminan keselamatan dirinya sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here