4 Musim di Jepang dan Berbagai Festival Menariknya

0
53
Sumber: Pexels.com

Di Indonesia hanya terjadi 2 musim dalam setahun, yaitu musim penghujan dan kemarau. Berbeda dengan Indonesia, Jepang mengalami 4 musim dalam setahun. Ini dikarenakan Jepang adalah negara subtropis. Empat musim tersebut biasa disebut dengan ‘Shiki’. Selain itu setiap musimnya, di Jepang selalu ada festival penyambutan dalam setiap musimnya. Berikut musim-musim di Jepang beserta festival perayaannya.

Musim Semi

Jepang mengalami musim semi pada bulan Maret sampai Mei. Negeri sakura ini sangat menantikan musim semi, bagaimana tidak, di sepanjang jalanan terlihat bunga-bunga sakura mulai bermekaran. Iklim Jepang yang hangat membuat bunga sakura mekar di mulai dari ujung selatan, yaitu Okinawa, Pulau Kyushu, Pulau Honsu, dan terakhir di Hokaido di ujung utara. Festival yang diadakan untuk penyambutannya antara lain:
⦁ Hanami atau Ohanami
‘Hanami’ merupakan cara merayakan musim semi yang sederhana. Semua anggota keluarga, teman, atau kerabat akan menggelar tikar dan duduk dibawah pohon sakura sambil makan-makan.
⦁ Hinamatsuri
Pada festival ini keluarga yang memiliki anggota anak perempuan mulai memajang boneka ‘hinamatsuri’ khas Jepang.
⦁ Shubun ni shi
Perayaan ini adalah ekuinoks di mana waktu siang dan malam di Jepang akan berlangsung sama panjangnya.
⦁ Kodomo no hi
Perayaan musim semi ini dirayakan dengan cara anak-anak akan memasang bendera ‘koinobori’, yaitu bendera yang berbentuk ikan koi khas Jepang.

sumber: pexels.com

Musim Panas

Setelah musim semi berakhir, munculah musim panas. Musim panas di Jepang berlangsung mulai akhir bulan Mei sampai akhir September. Suhu rata-ratanya mencapai 35 derajat celcius, makanya buah semangka dan melon akan laris. Festival yang diadakan adalah ‘obon matsuri’. ‘Obon matsuri’ merupakan festival memanggil arwah leluhur dengan cara menarikan ‘obon odori’. Orang Jepang percaya bahwa leluhur yang sudah meninggal akan datang ke rumah pada waktu tersebut. Ada juga festival ‘tanabata’, yaitu menghias pohon bambu dengan kertas warna-warni yang berisi permohonan dan harapan si penulis.

sumber: pexels.com

Musim Gugur

Musim gugur di Jepang memiliki pemandangan yang sangat romantis. Daun-daun pepohonan akan bergguguran dan berganti warna atau ‘momiji’. Kegiatan melihat ‘momiji’ ini disebut ‘momiji gari’. Suhu udara pun akan mulai turun karena sudah dekat dengan musim dingin. Fesival yang diadakan salah satunya ‘tsukimi’ atau ‘otsukimi. Biasanya orang-orang akan memandang bulan purnama sambil memakan kue moci berbentuk bulan. Ada juga festival untuk orang tua ‘keiro bo hi’, orang-orang yang sudah lanjut usia akan merayakannya dengan berkumpul sesama orang tua lainnya. Di sekolah juga biasanya diadakan festival olahraga ‘undokai.

Sumber: pexels.com

Musim Dingin

Di Hokaido dan Nagano salju akan mulai turun di awal musim dingin. Jepang akan mengalami suhu ekstrim. Untuk itu orang-orang di sana akan mengenakan pakaian yang tebal, dan menyalakan penghangat ruangan di rumah. Selain itu orang-orang harus mempunyai cadangan makanan yang cukup, ini dikarenakan harga sayur sayuran, telur, dan makanan lain akan melonjak naik. Pada musim dingin atau pergantian tahun, banyak orang Jepang melakukan mudik ke kampung halaman untuk menikmati musim dingin bersama dengan keluarga tercinta, karena sekolah-sekolah pada umumnya akan diliburkan. Di musim dingin orang dengan kepercayaan shinto akan berdoa di kuil untuk momohon doa agar diberi keselamatan dan keberuntungan di tahun mendatang. Di awal tahun juga ada pembagian angpao untuk anak-anak, atau hadiah layang-layang dan ‘hanetsuki’, yaitu bulu tangkis tradisional dari Jepang.

Sumber: Pexels.com

Sumber:
Yuukinoguruupu. “Empat Musim di Jepang & Festival Penyambutan Musim di Jepang’. https://yuukinoguruupu.blogspot.com/2013/10/jepang-merupakan-negara-dengan-karakter.html?m=0

Clip Jepang. “Empat Musim di Jepang”. https://clip-jepang.com/empat-musim-di-jepang/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here