4 Momen dalam Sepak Bola yang Membuat Seluruh Dunia Menangis

0
27

Sepak bola, selain olahraga sukacita, juga memiliki sisi lain yang dapat membuat orang menitikkan air mata. Beberapa momen berikut mungkin saja dapat membuat Anda menangis…

Marco Asensio – Ibunya Meninggal Kala Umurnya 15
Kemilau terang Marco Asensio semakin membuat penggemar Real Madrid mencintainya. Dari gol demi gol yang ia lesakkan, kita bisa melihat bagaimana Asensio mencintai keluarganya. Saat presentasi kedatangan Asensio dari Mallorca, presiden Florentino Perez berkata, “Orang tuamu bertemu denganku 12 tahun lalu di Mallorca dan mereka berucap, ‘Tuan Presiden, ini adalah anakku Marco Asensio, suatu hari nanti ia akan bermain untuk Real Madrid.’” Sayangnya, ibu Asensio tak pernah menyaksikan anaknya mengenakan seragam putih Madrid. Ia meninggal pada 2011 saat Asensio berusia 15 tahun. Semua perayaan gol Asensio, terutama kala menatap langit, ia tujukan untuk mengenang ibunya.

Alessandro Florenzi – Berlari ke Tribun untuk Memeluk Neneknya setelah Menetak Gol
Nenek mana pun akan mencintai cucunya, apalagi bila sang cucu bernama Alessandro Florenzi. Sayangnya, walaupun sang cucu bercita-cita menjadi pemain sepak bola, nenek tersebut tidak pernah menonton pertandingan cucunya, bahkan sampai ia menjadi punggawa inti AS Roma. Jadi, ketika sang nenek pada akhirnya datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan, Florenzi tak main-main dalam merayakannya. Tatkala ia berhasil membobol gawang Cagliari, ia berlari ke tribun guna memeluk neneknya yang berusia 82 tahun tersebut.

Frank Lampard – Ibunya Meninggal
Frank Lampard tidak disertakan dalam dua pertandingan liga beruntun seturut kondisi ibunya yang sedang sakit. Ia kemudian ikut berlatih menjelang laga Liga Champions setelah ibunya menunjukkan perkembangan positif. Beberapa waktu kemudian, kondisi ibunya malah memburuk, dan pada akhirnya dinyatakan meninggal. Lampard selalu mendeskripsikan dirinya sebagai “anak mama”, sehingga kehilangan Ibunya cukup untuk membuat dirinya tidak kuat mental untuk berlaga.

Cristiano Ronaldo – Menulis Surat Pribadi untuk Anak
Rasa kemanusiaan yang dimiliki Cristiano Ronaldo sudah diketahu banyak orang. Dalam sebuah acara televisi, Ronaldo menulis surat pribadi yang ditujukan untuk anak kecil. Acara TV yang juga mendatangkan kakak kandung Ronaldo Katia Aveiro tersebut membeberkan isi surat Ronaldo yang begitu simpatik atas kisah yang dimiliki bocah tersebut. Ronaldo memang dikenal sebagai sosok dermawan. Pada tahun 2005, ia mengunjungi Martunis, bocah yang selamat dari reruntuhan tsunami Aceh dengan berbalutkan timnas Portugal. Martunis disebut sebagai anak angkat Ronaldo.

Sepak bola memang bukan melulu tentang bagaimana cara mengalahkan lawan. Sepak bola juga mampu menunjukkan bagaimana kita menghormati sesama manusia. Momen-momen di atas hanya sedikit di antara banyak kejadian yang mampu membuat kita mengingat sesama…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here