100 Hari Setelah Aku Mati Part 99 : Yarra Valley Bagian 2

0
80
bukukita.com

Aku menunduk dan melihat tangan aku yang sedang di genggam erta oleh risa di pergelangan tangan aku yang melingkar gelang pemberian risa yang selalu setia terpasang di situ. Aku menjadi teringat pada beberapa tahun ketika kami bergandengan tangan dimana akan terlihat perbedaan warna yang mencolok. Risa yang begitu putih akan terlihat kontras dengan warna kulit aku yang dulu hitam karena terkena polusi seharian. Panas-panasan di jalanan jogja yang semakin menjakarta namun kini karena lama tidak terkena sinar matahari dan polusi dalam jumlah besar tampaknya aku menjadi lebih putih. Risa ini adalah gadis yang mudah beradaptasi termasuk dalam hal tidur. Gadis periang itu saat ini sudah tidur dengan santai di pundak aku dengan suara nafas yang lembut dan aku tersenyum sambil menikmati semilir angin yang mulai bertiup menyejukan. Aku memainkan jemari nya dan aku mengulas jari manis dia yang lentik sambil memikirkan akankah suatu saat nanti sebuah cincin akan melingkar di situ. Jika cincin melingkar di situ harus aku yang memberikannya. Dan kedatangan risa kesini benar-benar membuat aku merasa di rumah sendiri dan kamu merupakan indonesia kecil aku.

Aku menyandarkan kepala ke batang pohon besat itu dan aku memejamkan mata sambil membayangkan apa yang benar-benar ingin aku lakukan setelah studi aku selesai. Aku sambil harus segera mencari spesialis ilmu kedokteran yang benar-benar ingin aku ambil dan yang di butuhkan orang-orang indonesia. Sayup-sayup aku mendengarkan potongan lagu kebangsaan australia advance australiafair karangan peter dodds mccormick dan dari kejauhan tampak bendera berwarna biru dengan logo union jack dan bintang federasi berkibar tertiup angin. Aku melihat ke atas sambil mengimajinasikan bahwa lagu yang aku denganr adalah lagu indonesia raya. Dan berkibar itu merupakan sang saka merah putih.

Risa pun marah ketika dirinya masih di sebuah kedai makanan tradisional australia di kompleks food court yang berada di kompleks perkebunan wisata itu. Risa memesan makanan meat pie sebuah kue dengan daging yang lembek di dalamnya dan memang makanan ini merupakan makanan tradisional yang populer disini. Namun untuk lidah orang indonesia dari jawa seperti risa mungkin akan muntah. Dia juga memesan burger dimana burger disini beda dengan yang di juak di toko warabala sekitar rumah kalian. Aku sudah bilang jika burger disini pake telor yang becek sama dagingnya itu pakai daging kangguru, akan tetapi risa tidak nurut dan nekat memesan nya. Akhirnya dia mual-mual dan ngotot untuk di carikan makanan padang di daerah yang cukup sulit di temukan disini.

Aku punmemutar otak agar frekuensi suara bawel risa ini bisa berkurang dan aku sudah merasa tidak enak dengan tatapan orang-orang di sekitar aku. Mungkin menganggap kita merupakan pasangan yang sedang bertengkar karena cewek ketahuan hamil soalnya risa disitu mual-mual seperti sedang hamil. Risa juga sambil memegangi perutnya. Aku mengambil daftar menu dan memesan satu makanan yang mungkin akan cocok dengan seleran nya. Makana itu merupakan chiko roll makana yang serupa kebab dengan isian daging dan sayur, namun kalian tau apa yang risa bilang? Bukan senang namun dia makin kenceng protes. Tidak lama aku mendapat email masuk dan aku senang karena aku mendapat email dari mr nocka yang bilang jika jam kuliah di tunda karena beberapa sebab. Karena aku tersenyum risa spontan langsung menyelidiki aku dan mulutnya asik mengunyah beberapa butir anggur dan buah pulm yang baru kita petik tadi. Risa senang ketika dia tau besok aku tidak ada jadwal kuliah hingga saking senangnya dia menggebrak meja pengunjung lain dan mereka kembali menoleh ke arah kami dan di situ aku hanya bisa menunduk sambil menutup wajah dengan daftar menu.
Ini merupakan hari yang sempurna karena quality time yang sudah aku tunggu-tunggu akhirnya terlaksana hari ini dan kami berjalan menanjak dengan menaiki gundukan tanah yang menyerupai bukit. Matahari sore berpendar indah namun sebenarnya bukan tempatnya yang membuat suasana wisata kebun menyenangkan. Tapi gadis di depan aku yang kini dia berada di depan aku sambil tersenyum cantik sekali dimana ada keindahan yang secara bersamaan kulihat. Pertama adalah paras cantik risa yang kini melingkarkan kedua tangan nya di leher aku. Dan keindahan lain adalah latar tempat kami berdiri dan sinar jingga matahari terbenam membuat daun-daun anggur dan pulm di yarra berguguran tampak kemilau dan di tambah angin yang betiuo menerbangkan daun-daun itu seolah berada di sebuah tempat serial film hollywood.

Wajah kami semakin dan saat risa memejamkan mata aku membisikan sesuatu yang secara tidak sadar iklas dan tulus meluncur dari mulut aku. Risa seakan kaget dengan cepat dan dia menutup mulutnya sambil melihat aku seolah tidak percaya dengan kalimat cepat yang aku ucaapkan tadi yaitu apa dia mau menikah dengan aku? Seketika risa bingung dan tidak percaya dengan semua perkataan aku barusan, bahkan risa masih menganggap nya bercanda saja. Wajah kami semakin dan risa memejamkan mata aku sambil berbisik sesuatu yang secara tidak sadar tapi iklas dan tulus keluardari mulut nya. Dimana dia masih kaget dan matanya terbuka lebar seolah masih belum percaya bahwa kalimat itu akan terucap sedini ini dan kami berdua masih sama-sama muda dan juga masih sangat polos tentang dunia. Namun di satu sisi sadar jika setiap ucapan itu tidak akan main-main. Bersambung di cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here