100 Hari Setelah Aku Mati Part 98 : Yarra Valley

0
96
bukukita.com

Saat itu risa mengatakan jika dia kangen dengan aku dan dia ternyata sedang libur lama dan aku bingung ngabisin masa liburan aku dengan siapa, ucap risa. Namun sepertinya risa sudah tidak bingung lagi karena dia bilang jika orang yang sedang memeluknya ini bakal jadi tempat ngabisin liburan aku. Aku melepaskan pelukan aku dan memandang wajah cantiknya. Aku mencoba memastikan bahwa situasi ini bukan lah mimpi dan aku mencoba memastikan bahwa aku sudah bangun dari tidur aku. Aku pun mendengar suara jenaka yang aku rindukan dan suara yang aku tunggu untuk bisa aku dengar langsung dari bibir tipis nya. Aku hanya menggerakan kepala aku dan mengecup keningnya. Risa menyusul aku ke negara ini dan dia menempuh kilometer untuk bisa bertemu dengan aku, ini merupakan kejuatan yang sangat kuar biasa ketika pertama aku melihatnya secara tiba-tiba berada di tempat aku tinggal.

Wajah cantiknya yang selama 2 tahun in ihanya ada di angan aku secara nyata sudah berada persis di depan aku dan sangat mudah untuk aku pegang. Aku memegang jemari lentiknya dan merasakan hangat telapak tangannya. Aku memasukan jari ke sela-sela jemarinya dan menggenggamnya erat. Kami kembali saling melihat dan aku menikmati sekali rona wajahnya yang memerah dan mata kami saling berhadapan dan disini melihat binar mata risa. Seketika dua tetes air mata meluncur dari bola mata yang terlindungi lensa minus nya. Aku pun sangat bersyukur karena risa bisa sampai sini dan aku sudah bertahun-tahun mengenalnya namun tidak tehitung berapa lama momen yang aku lewati dengan nya dan berapa kali aku melihat ke belakang dalam ingatan aku saat kali pertama kami bertemu. Senyuman nya dan nada suara tinggi juga sikap nya yang galak namun aneh dan lucu. Hal itu semua nya selalu aku ingat.

Bertahun-tahun kami melewati nya bersama-sama dan sampai dia menyusul aku itu semua tidak merubah perasaan aku meskipun sedikit, bahkan aku merasa lebih menyayanginya. Aku pun mengambil sebuah buku dimana buku ini sudah sangat lama yaitu sejak masih smp. Aku pun melirik ke arah buku yang di maksud kan risa, dimana buku itu mempunyai ketebalan seperti kamus 1 triliun. Di dalam nya halaman nya seperti ada beberapa potong kerta yang terlihat menjembul. Aku pun penasaran dan meminta risa untuk membukanya. Risa pun meledek aku dan tidak mau membuka kan buku itu. Dan di dalam buku itu tertulis tentang aku dari a hingga z. Buku ini sudah membantu aku supaya tidak lupa pada setiap moment yang risa habiskan bersama aku. Otak aku tidak bisa menyimpan memori selfie, ucap risa.

Aku pun mendengar setiap perkataan risa pada aku dan aku memberikan tangan dan aku membelai lembut rambut nya denga gerakan pelan tangan aku turun dan merangkulnya sambil berjalan menyusuri perkebunan anggur di yarra valley victoria. Hari itu kami menghabiskan waktu bersama setelah lama tidak bertemu dan yarra valeey merupakan pilihan tempat untuk menghabiskan waktu kami dan menikmati matahari hangat di langit victoria. Kami pun berteduh di bawah pohon cecille oak yang rimbun dan pohon yang banyak di temui di asia bagian utara dan eropa ini mungkin di bawa orang inggris waktu mereka pertama kali menginjakan kaki di benua ini. Udara cukup menyengat siang itu dan cuaca di ausie memang sedikit lucu dan kalian bisa merasa kedinginan tapi setengah jamkemudian kalian akan merasakan hawa panas surya yang tidak terduga. Aku menggenggam tangan puith risa dan menyadarkan kepala aku di lengan aku dan wajahnya yang damai terpejam dengan senyuman yang tidak mau hilang dari wajahnya. Lalu kami duduk di rerumputan yang mulai merangas karena hawa panas.

Negara yang selama beberapa tahun aku tempati ini memang unik dan selama ribuan tahun hanya di tempati oleh suku endemik benua itu dan tahun1788 mulai di huni oleh penjelajah asal inggris. Setiap tahun semakin ramai pendatang-pendatang baru dari eropa yang datang dan bermukim disini. Mendirikan kota-kota baru dan peradaban yang maju. Negara yang menjadi bagian kemakmuran inggris ini dengan magisnya menyulap dataran kering menjadi tempat yang sangat layak huni dengan standart taraf hidup yang tinggi per kapita penduduknya. Aku memang pendatang baru namun hanya sementara tinggal untuk menyelesaikan studi aku. Kedisiplinan warganya dan kebersihan tempat umumnya merupakan sistem pemerintahannya yang dekat dengan rakyat. Pendidikan dan kesehatan merupakan hal utam yang menjadi konsentrasi pemerintahan disini.

Aku sering membandingkan dengan negara tempat aku berasal lewat berita-berita dari internet dan sangat kontras perbandinganya. Negara ini hampir unggul dari setiap aspek yang aku bandingkan. Terutama masalah birokrasi atau administrasi. Menurut aku di indonesia sedang di landa kegilaan administrasi. Semua hal harus sesuai jalur biro krasi dan administrasi yang sulit. Tapi tentunya tidak ada tempat yang nyaman selain d rumah sendiri. Namun aku di minta memilih akan tinggal dimana dan aku dimasa yang akan datang besok maka aku akan langsung menjawab tinggal di indonesia. Dimana disana merupakan negara dengan sejuta pesona dan terlepas dari semua permasalahan hidup dan ribuan problema. Dan adapula beberapa oknum yang tidak baik di dalam nya. Meski begitu aku tetap mencintai negara aku. Beberapa kali terbesit di pikiran aku untuk menjadi seorang guru agar bisa ikut andil dalam perbaikan pendidikan di negara aku namun pikiran itu segera aku tepiskan karena kurang cocok dengan bidang keilmuan yang sedang kutempuh. Aku akan mengabdi dengan cara aku sendiri dan begitu kata aku berulang-ulang dalam hati. Bersambung di part berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here