100 Hari Setelah Aku Mati Part 95 : Membantu Brandon Bagian 3

0
28
bukukita.com

Aku tidak akan datang saat kamu meminta aku dan aku tidak datang ketika kamu takut. Aku tidak akan datang ketika kamu sedang ada masalah dan aku akan datang ketika kamu perlu di ingatkan. Ketika kamu keluar dari jalan yang benar dan saat kamu terdesak maka aku merupakan perantara yang akan melindungi tapi tidak untuk menuruti keinginan kamu. Aku pun terduduk dan kata-kata tadi sedikit membuat aku tenang dan aku menunggu sekitar 10 menit saat suara dewi memanggil aku. Dewi datang dengan berlalri dan langsung memeluk aku kencang. Ketika tadi mengungsi dirinya sangat takut karena aku tidak balik-balik ketika sudah malam. Dan saat itu brandon ada di klinik karena pingsan. Saat itu memang aku baru beberapa kali bertemu brandon dan ingin segera menyusul brandon. Dewi berdiri dan mengulurkan tanganya dan aku menyambut tangan dewi dan berdiri untuk segera menuju tempat brandon di rawat.

Kami memakai taxi yang kebetulan malam itu masih beroperasi dan sekitar setengah jam kemudian kita sampai di sebuah klinik. Anak 6 tahun itu terbaring dan dia tampak tidak sehat tapi rona wajahnya terlihat lebih baik dan paling tidak di pengelihatan aku dan dewi brandon terlihat normal walaupun tidak senormal anak lain. Tapi aura di sekelilingnya sudah tidak gelap dan aura di sekelilingnya sudah berubah warna menjadi keunguan. Brandon memang seorang anak nila atau disebut indigo. Aku dan dewi menunggu brandon di temani 2 orangn petugas polisi yang menanyai kami. Kami lapor polisi supaya di bantu mencarikan keluarga brandon dan alhamdulilah keluarga brandon bisa di hubungi dan akan segera datang ke sini.

Polisi juga mengucapkan terima kasih untuk kerjasama kami dna kami akan menunggu di luar. Dan polisi itu mengatakan jika keluarga nya sudha datang akan segera kami bawa ke sini. Aku duduk berhadapan dengan dewi dan aku duduk dengan malas karena badan aku terasa letih setelah kejadian tadi. Setelah ini kita masih akan kerepotan menjawab pertanyaan teman-teman. Aku pun berfikir sejenak tentang pertanyaan dewi dan berkali-kali pertanyaan itu ada di kepala aku namun jawabannya tidak ada yang aku dapat. Tapi aku merasa setiap kejadian yang menimpa kita itu merupakan petunjuk kecil yang membawa kita ke petunjuk yang lebih besar dan goal kita yang entah akan seperti apa. Dewi tersenyum sambil mengangguk sambil menepuk pundak aku dan senyuman dewi selalu berhasil menenangkan aku dari rasa takut. Dewi ini membuat aku merasa memiliki teman mengadu pada saat aku tidak bisa mengadukan perasaan aku ke orang lain.

Sekitar satu setengah jam aku dan dewi ngobrol di samping ranjang brandon dan sampai jemari kecil brandon bergerak. Kelopak matanya mulai berkedip dan brandon baru sadar. Dia membuka mata dengan lemah dan bola matana berputar berkeliling ruangan dan raut wajahnya mengisyaratkan pertanyaan dimana ini. Aku pun bertanya apakah dirinya yakin jika daisy itu dia anggap teman. Dewi pun membantu brandon duduk dan mengambil kan segelas jus jeruk tadi dan membarikannya pada brandon. Aku juga tidak yakin dia sering mengancam aku dan mengajak aku pergi dimana saat aku bertemu dengan nya kemarin sebenarnya aku sedang di ajak daisy ke sebuah sungai untuk berendam, ucap brandon. Dan dengan polos nya aku meneguk minuman yang di beri dewi. Aku bersyukur tidak terlambat dan kata-kata brando membuat aku tidak berprsangka buruk pada daisy yang mungkin ingin mengakhiri pertemanan nya dengan brandon. Mungkin akan ada hal buruk yang terjadi jika aku terlambat sedikit saja.

Aku dan dewi saling melempar senyum ketika 2 orang laki-laki dan perempuan paruh baya datang dan memeluk erat brandon. Mereka merupakan orang tua brandon. Aku dan dewi baru tau jika brandon sudha seminggu tidka pulang bahkan polisi sudah di kerahkan ke seluruh penjuru negara untuk mencari brandon. Aku menjadi teringat kepada almarhum ayah dan ibu aku memeluk aku di rumah sakit dulu. Dan brandon harus mensyukuri semua itu atas kehadiran orang tua nya. Apakah kalian pernah berfikir kenapa kita terlahir dan kenapa kita menjalanin kehidupan ini? Tuhan meniupkan ruh pada raga kita hingga kita menjadi manusia seperti ini dan memberikan takdir yang menjadikan kita menjalanin hidup seperti sekarang yang sedang kita jalani. Orang yang hidupnya penuh suka tapi ada orang lain yang hidup nya penuh duka. Begitu juga aku dimana Tuhan memberikan aku tambahan indra di saat teman aku yang lain bisa menikmati ke normalan nya dengan indra 5 mereka. Beberapa waktu setelah dewi tanya itu merupakan hal yang membuat aku terganggu dan aku berfikir juga mencoba mencari jawaban apa yang paling pas untuk menjawabnya. Sampai akhirnya aku berhenti pada sebuah kesimpulan yang sederhana.

Tuhan pun meminta agar kita menjalani kodrat nya sebagai hamba Allah sebagai pesuruh Tuhan yang menerima segala apa yang diberikan NYA. Tuhan akan memberikan takdir sesuai dengan apa yang mampu dan apa yang bisa kita jalani. Sesuai dengan tanggung jawab yang mampu kita pertanggung jawabkna. Tuhan sudah memberikan berbagai jalan untuk kita menjalanin takdir kita. Dan kita akan mempunyai takdir menjadi seorang yang besar tanpa berbuat besar. Kita hanya akan mendapat bagian kecil dengan aksi kecil juga. Tuhan memberikan tanggung jawab besar kepada orang yang mampu melaksanakan nya. Bersambung di part berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here