100 Hari Setelah Aku Mati Part 94 : Membantu Brandon Bagian 2

0
32
bukukita.com

Aku mengetuk pintu rumah dengan sangat keras dan aku mengetuknya lebih keras lagi. Bisa di katakan aku menggedor-gedornya sekarang namun tidak ada jawaban dan aku bertambah panik karena dewi dan yang lain tidak menyaut sama sekali. Aku mengitari rumah dan lewat pintu dimana aku mencoba masuk dan aku ingat jika sebuah kunci cadangan selalu terselip di pot bunga yang ada di samping pintu belakang. Aku mengambil kunci itu dan menggunakannya untuk merangsek masuk ke rumah. Kosong keadaan rumah dengan lampu menyala. Di lorong dekat tangga aku melihat beberapa tas besar dan bungkusan makanan. Tapi dimana mereka semua, aku pun merogoh handphone dan mencoba menelpon dewi namun percuma karena akhirnya aku mengantongi kembali handphone aku.

Aku kembali menghening dan sekali lagi meningkatkan kepekaan indra aku ke batas maksimal untuk merasakan getaran halus. Aku bisa merasakan mereka dan daisy dan 7 al ifrit lainnya. Mereka ada disamping, depan, belakang dan atas rumah ini. Saat ini aku tidak mungkin sendiri karena makhluk yang mirip dengan aku muncul di samping aku secar tiba-tiba. Di depan aku ada daisy dan brandon juga bersama makhluk jahat lainnya. Dan ada 3 lagi namun entah kemana. Daisy masih dengan pisaunya dan di samping kanan kiri juga belakang ada makhluk berbulu seperti gabungan kera dan kerbau. Mereka memiliki tanduk runcing di kepala nya. Daisy hanya memainkan telunjuk saat 3 makhluk berbulu itu berlari ke arah aku. Bahkan jarak mereka masih sekitar 5 meter dari tempat aku berdiri dan mereka terbakar sebelum aku melepaskan amalan. Aku melihat ke arah samping kanan aku dan makhluk yang hampir sama itu membuat gerakan yang nampaknya menjatuhkan jin-jin jahat. Daisy berlari sambil menjerit melengking dan suaranya bising dan juga sangat tinggi dia mengarhkan pisau besar itu kedepan.

Aku beruntung sempat menghindar saat ujung dari pisau goib hampir menggores dada aku dan dengan sigap aku memegang tengkuk daisy. Amalan pembakar aku rapal saat itu juga yang membuat daisy hanya bisa berteriak kesakitan. Daisy menjerit dengan suara lengking yang mungkin jika berlanjut akan membuat aku tuli. Dan aku berusaha membantingnya ke belakang tapi beberapa detik kemudian aku terpental. Aku di seret mundur oleh 4 sosok lain dan satu berwajah putih dan pakaiannya lucu seperti noni belanda. Aku ingat makhluk ini dan dia sukses membuat aku jatuh pingsan sore tadi. Sosok lain nya berwujud manusia akan tetapi tidak ada mulut, tinggi besar bahkan lebih tinggi dari aku. Di lehernya ada kalung tand asalib yang di balik menuru kepercayaan lain tanda itu memiliki arti penghinaan kepada Tuhan sedangkan 2 makhluk lain yang memegangi kaki aku berwujud manusia kerdil setinggi satu meter dengan kuping tajam dengan mulut dower yang penuh gigi dan mungkin seperti kurcaci dalam dongeng barat.

Aku mencoba meronta tapi 4 jin itu sangat kuat dan daisy tadi kesakitan hinggan kini mulai berbalik arah pada aku. Amarahnya seakan memuncak saat bersiap membenamkan pisau itu ke dada aku. Pisau meluncur dari jarak sekitar 3 meter pisau itu tidak lebih dari 30 cm. Akan tetapi tangan daisy memanjang dengan sendirinya dan mungkin hanya sekitar 5 cm saat ujung pisau berkarat dan itu hampir tertancap di tubuh aku. Pisau itu terhenti ketika aku yang lain memegang dan membanting daisy ke belakang. Teriak nya sontak mengingatkan aku pada benda yang melilit jari manis aku. Dengan kuat aku menghentakan tangan kiri aku dimana cincin aku terasa panas dan itu mulai menyambar satu persatu makhluk yang memegangi aku. Teriak mereka yang kesakitan dan kepanasan terkena cincin yang bermata fosil galih kelor ini.

Mereka berempat jatuh dan kesakitan hingga mereka memohon ampun agar aku berhenti membaca surah yasin yang sudah mulai aku baca. 3 makhluk berbulu tadi sudah tidak kelihatan dan mungkin sudah melarikan diri. Keempat makhluk yang di depan aku dengan cepat juga lenyap dari pandangan. Kini tinggal ada daisy yang masih menjerit-jerit dan nampak sudah di belenggu oleh aku yang lain. Daisy menjerit dan mengeluh panas tapi tetap tertawa karena memang dia menertawai aku. Aku berteriak aku akan membakarnya. Semakin lama aku semakin khusuk dan semakin daisy berteriak semakin aku kuatkan lagi lantunan ayat suci itu. Sampai akhirnya daisy terengah dan tidak terjadi apa-apa. Tampak dia kesakitan dengan asap yang mengepul dari tubuhnya.

Neraka akan menyiksa aku di hari nanti dan aku akan mencari keturunan adam yang lalai. Aku tidak akan mati karena aku berumur panjang dan aku tidak akan berhenti sampai dunia ini jungkir balik oleh umat dirimu. Aku akan mencari induk yang lain nya. Aku akan mempunyai induk yan seperti dirimu. Aku akan memiliki pengikut manusia yang bersedia bersumpah atas nama aku dan aku akan terus mengajak umat mu untuk menemani aku di neraka. Seketika di amenutup perkataannya dengan tertawa begitu keras dan rasanya gendang telinga aku hampir pecah mendengar tingginya suara itu seperti menusuk telinga aku. Tidak berapa lama kemudian daisy menghilang.Dan dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Aku memohon perlindungan dari godaan jin dan manusia. Itu lah doa singkat yang aku panjatkan. Besambung di part berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here