100 Hari Setelah Aku Mati Part 93 : Membantu Brandon

0
82
bukukita.com

Hal ini membuat aku heran karena mereka menjebak brandon dan seorang anak kecil yang belum menginjak remaja. Ada 7 bentuk yang baru pertama kulihat dan jika di tambah daisy jumlah mereka jadi 8 dimana energi negatif yang sangat besat membuat udara di sekitar aku menjadi singup dan pengap. Kedelapan makhluk yang berdiri di belakang brandon memiliki wajah yang tidak menyenangkan dan hampir serupa dengan daisy dimana mereka punya raut yang buruk. Brandon mendekat denganwajah yang pucat dan anak ini seperti sakit karena bagian bawah matanya memiliki kantung mata dan rambut yang berantakan dimana wajah nya dekil. Dan pada tempo hari dia terlihat normal dari segi penampilan namun saat ini dia terlihat tidak dalam keadaan baik. Brandon mengatakan jika aku hebat karena bisa membuat daisy menjauh tapi hari ini kita lihat apa yang dia bawa.

Brandon menbuat aku gentar dan berbicara barusan bukan lah benar-benar brandon namun perasaan aku mengatakan bahwa brandon sudah berada pada satu titik dimana hampir seluruh jiwanya termakan energi negatif itu dan mungkin bisa di katakan bahwa brandon kerasukan. Berbeda dengan kasus kerasukan lain yang biasanya jin meminjam raga seseorang dan mengendalikan nya dalam waktu tertentu. Apa yang di alami brandon lebih mengerikan dan permainan jin-jin itu bukan lah hanya sekedar raganya. Akan tetapi juga sukma dari anak itu. Mereka masuk dalam ccelah-celah hati brandon dan mengendalikan pikirannya. Membaca ingatan dan isi otaknya seperti membaca buku dan mereka mengendalikan brandon seperti mesin. Jika ini terus terjadi brandon akan kehilangan jiwanya. Sisi kemanusiaan dia akan tenggelam dan terkikis oleh sifat jahat. Dengki dan kebusukan lain dari makhluk durhaka itu dan di di kendalikan jin setan diman apabila di biarkan akan membuat brandon menjadi manusia setan.

Aku mundur beberapa langkah dan menyiapkan beberapa amalan untuk memasang pagar diri. Aku memaksa naluri takut aku untuk pergi dan menghadapi apa yang ada di depan aku. Aku terlalu naif dan sombong jika merasa mampu menghadapi mereka karena pengalaman aku tidak cukup banyak. Ilmu aku tidak cukup tinggi namun hati nurani dan iman aku berkata sebaliknya. Nurani aku mengatakan brandon ini seorang yang hampir sama seperti masa kecil aku. Dan harus di bantu sedangkan keimanan aku jelas mengatakan bahwa jangan mundur dan taku toleh jin karena manusia jelas lebih sempurna.

Tanpa menunggu aku selesai bicara pada 4 sosok di belakang brandon yang melayang dengan cepat ke arah aku. Satu sosok berwajah putih susu dengan rambut hitam yang sangat panjang dan sosok lainnya tidak jelas. Seperti apa karena aku tidak cukup waktu mendeskripsikan nya dan sangat cepat mereka seperti melesat. Aku tidak ingat banyak dan aku hanya sedikit mengingat saat sebuah bayangan putih dan juga wajah menyeramkan dengan mulut yang bisa terbuka hampir 45 derajat berada di depan wajah aku dengan mengeluarkan resonansi suara tinggi yang membuat aku terjatuh pingsan. Aku terbangun dan masih berada di taman itu persis di sebuah pohon cemara yang ada disana. Kepala aku pusing dengan telinga yang begitu berdenging dimana aku rasa yang membuat itu semua terbangun diantara hawa dingin dan rintik hujan yang membasahi badan. Aku terbangun di malam hari. 19.09 malam aku memandang langit dengan bulan bersinar penuh tanpa awan mendung di sekelilingnya. Kemudian aku melihat air hujan yang entah darimana asalnya. Aku mencoba menyibak rambut aku dan duduk di rumput sambil mencoba mengingat kejadian barusan dan tidak ada yang menolong aku sama sekali. Mungkin jika ada orangn yang lewat pun aku akan dikira tunawisma yang biasa tidur di taman atau orang yang mabuk berat hingga tertidur di rerumputan.

Aku menoleh ke kiri dan kekanan mencoba mencari keberadaan brandon dan kawan-kawannya. Ada yang berdiri di bawah pohon dan mengatakan jika aku mudah di jatuhkan dan tidak belajar dengan baik. Aku tidak cukup kuat melawan jin sebanyak itu sendirian. Karena mereka tidak puas jika hanya membuat aku celaka. Mereka ingin menyiksa aku dan sebaiknya segera pulang. Detik itu aku serasa berhenti dan dewi. Ini merupakan malam hari dimana jin pada puncak energi di tambah ini adalah malam purnama konon sinar purnama menjadikan kanuragan mereka bertambah menjadi kuat. Aku segera berlari dengan cepat dan beberapa kali aku terjatuh karena kepala yang berputar-putar. Aku berusaha bangkit dan tetap berlari walaupun sempoyongan. Beruntung di depan gerbang taman ada sebuah taxi yang berhenti dan aku segera masuk dan meminta si sopir untuk mengantar aku ke rumah. Sopir taxi itu membuka pembicaraan dan mungkin dia menganggap aku pemuda yang tengah mabuk karena cara jalan aku tadi yang sempoyongan dan aku sama sekali tidak mempedulika nya. Aku hanya menyurhnya berkendara cepat supaya aku segera sampai rumah.

Pikiran aku membayangkan bagaimana keadaan teman-teman aku jika daisy dan keluarganya tadi benar-benar meneror teman-teman aku dan mereka bukan jin golongan lemah yang sekedar menakuti manusia dengan suara-suara aneh dan wujud menyeramkan. Mereka bisa melukai secar fisik atau yang paling aku takutkan membunuh. Aku memandang keluar dari jendela denga perasaan cemas dan tampak di pantulan kaca mobil dan aku dan lain duduk di samping aku. Aku menuruti saran nya dan menunduk dan mengheningkan cipta dan berharap di beri petunjuk dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Bersambung di cerita selanjutnya.
Sumber Link :
https://www.kaskus.co.id/show_post/57c97ecbc0cb1788618b4567
Jumlah Kata :
799 kata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here