100 Hari Setelah Aku Mati Part 92 : Brandon, Aku Dan Aku Yang Lain Bagian 2

0
57
bukukita.com

Keringat sudah membuat basah kuyup wajah dan badan aku dan aku menggerakan tangan aku yang gemetar. Mencoba mengelap wajah yang penuh keringat dan saat tangan aku belum sampai di wajah tangan aku memegang sesuatu dan bukan sesuatu tapi aku menyentuh seseorang yang bukan benar-benar orang dan kalian ingat beberapa part ke belakang dalam cerita ini. Aku bertemu diri yang lain atau paling tidak makhluk yang menyerupai rupa aku dan kali ini dia sedang duduk bersama aku. Makhlukk itu duduk dengan posisi yang sama dengan aku dimana dia menyender tembok dengan pandangan kedepan. Aku membuka mata lebar-lebar untuk meyakinkan aku tidak berada di alam mimpi.

Aku memang tidak mudah percaya dengan golongan jin dan rata-rata sifat mereka itu licik. Dia hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya dan aku memperhatikan penampilan nya. Sama persis seperti kali pertama dia menampakan dirinya kepada aku. Baju lengan panjang dengan kalung berwarna keemasan berbandul logam berbentuk matahari sedangkan bawahannya mengenakan jarik yang di wiru. Selain baju nya, tampilannya baik wajah dan besar tubuhnya sangat serupa dengan aku. Dia berdiri berjalan sampai berada persis di depan aku. Sekali lagi dia tidak menjawab dan dia hanya memberikan senyuman yang misterius dan memaksa aku membuat pertanyaan-pertanyaan lain.

Kamu akan mengerti seiring usia diri aku bertambah dan hanyanya menyisakan penasaran di benak aku. Tapi aku memilih diam dan mengangguk. Entah kenapa aku merasa percaya dengannya dan memilih mengikuti kemaunya. Jin tadi mengotori jiwa anak yang kamu maksud dan membuatnya menjadi pribadi yang kurang baik dan aku juga tau dirinya berencana membantu anak itu. Aku mengangguk yang di katakannya benar namun dengan kejadian malam ini akan membuat aku berfikir lagi dan aku tidak ingin teman-teman aku ikut di ganggu dan sosok daisy tadi benar-benar kuat dan sama sekali tidak sebanding dengan kanuraganya. Aku bahkan nyaris di celakai nya jika aku tidak membantu nya. Dia menggeleng-gelengkan kepala pelan sambil menunjuk gesture tidak.

Aku mengatakan jika niatnya membantu orang lain maka semua jalan akan di mudahkan untuknya dan aku mengangguk pelan dimana hal itu tanda aku memahami semua jalan akan di mudahkan untuk aku. Aku terdiam mendengar jawaban dari dia dan dia sekali lagi benar dimana jawabannya seakan menampar pertanyaan aku yang egois. Dia pun menyuruh aku mencari teman-temannya dan dia mengatakan jika teman-teman aku selamat. Dia mengisyaratkan agar aku segera mencari dewi dan yang lainnya dan aku menguatkan diri dan terkejut dan tampak nya dia mampu melihat sosok yang sama tadi. Hanya kalimat dewi yang terucap ketika sosok itu tiba-tiba menghilang seperti asap yang tertiup angin.

Dewi masi tertegun dengan pemandangan tadi segera menggelengkan kepalanya dan tidak bertanya lagi dan dia masuk kedalam kamarnya wardana bersama aku dan membangunkan wardana yang ternyata tertidur dengan damai. Ingatan aku seperti kembali saat kejadian merapi dimana aku harus menjelaskan dan menceritakan hal tidak masuk akal pada teman-teman aku. Mereka meminta penjelasan tentang teror yang semalam kami alami dan perlu waktu cukup lama untuk menenangkan mereka dari histeria dan ketakutan mereka namun pada akhirnya mereka mengerti tentang teror semalam dan berjanji untuk tidak memberitahukan pada beberapa teman lain yang akan kembali ke hunian ini.

Ada perasaan menyesal karena telah membuat mereka kena imbas, namun akan ada teror-tero selanjutnya jika aku tidak segera menyelesaikan urusan aku dengan daisy. Kamu harus tetap di rumah dan menjaga wayan, novit dan miska karena jelas mereka trauma sama kejadian semalam. Aku merasa daisy itu makhluk yang penuh dendam dan mungkin dia bakal dateng lagi malam ini jika tidak aku selesaikan hari ini juga. Dan mereka tetap saja menjaga mulut dan hari ini mas yacob juga teman-teman lain semua kembali ke indo. Singkatnya aku berpamitan dengan dewi dan berangkat menuju tempat pertama aku bertemu dengan brandon dan daisy. Dimana rasa lelah tersa jelas menyiksa tubuh, apalagi semalam aku tidak tidur karena harus menenangkan histeria teman-teman aku namun ini harus aku lakukan sebelum daisy datang dan membuat teror yang lebih besar lagi. Aku sudah berada di taman kecil di dekat collins street dan aku memandang sekeliling taman yang selalu tampak sepi itu dan mencoba mencari sosok brandon dan yang mengikutinya. Dimana perasaan betul jika brandon sedang menunggu aku disini.

Akhirnya brandon tiba dan dia datang dari seberang jalan dengan menggendong tas sekolah. Di sebelahnya tentu saja ada sosok yang sangat kukenal dan sosok itu semalam ketibutan di hunian aku dan dia terlihat lebih marah dari semalam. Namun yang aku saksikan mereka tidak hanya berdua. Aku pun mematung dan termangu melihat apa yang bersama brandon dalam sekejab aku menyesali keputusan aku untuk mencari brandon hari itu. Hari itu aku menemui brandon yang di temani 7 sosok yang hampir serupa dengan daisy. Aku menayakan pada brandon apakah sudah jatuh terlalu dalam dan sungguh tidak wajar bahkan untuk ank indigo memiliki teman sebanyak itu. Dan saat ini mereka ada di depan aku. Aku yakin mereka merupakan golongan al firit yaitu golongan jin yang benar-benar mendurhakai firman Allah dan memiliki tabiat buruk. Mereka adalah jin yang sudah hidup sangat lama dan memiliki ilmu pengetahuan yang sangat luas dan menguasai berbagai keilmuan. Mereka dapat berubah bentuk sesuka mereka hampir tidak terbatas. Bergerak sangat cepat. Dan tentu saja memiliki ribuan cara licik untuk menjebak manusia. Bersambung di cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here