100 Hari Setelah Aku Mati Part 8 : Apakah Aku Memang Dikutuk

0
33
bukukita.com

Tampak aku harus terbiasa dengan situasi ini dimana tidak ada lagi lemparan benda keras ke kepala aku dan tidak ada cacian dan ejekan kasar. Tidak ada lagi yang mengusir aku untuk pergi, aku masih berdiri di depan papan tulis. Aku masih tertegun dengan suasana yang baru ini dimana yang kudengar hanya ramai suara dari teman sekelas aku yang sedang heboh ngobrol satu sama lain. Aku tersenyum sendiri entah kenapa aku merasa sangat bahagia dengan hal sepele tadi senyum yang selama 7 tahun tidak bisa kugunakan. Senyum yang benar-benar iklas dan senyum yang selama 7 tahu hanya bisa terlihat saat bersama bapak atau sari. Entah berapa menit aku melamun namun aku di kaget kan dengan tepukan di pundak aku. Dia pun menyuruh aku mencari tempat duduk. Aku pun bilang padanya dengan gugup seperti nya sudah mempunyai teman sebangku semua nya. Selama 6 tahun aku di kucilkan tanpa ada yang mau berbicara dengan aku dan sekarang ada orang yang menawarkan duduk sebangku dengan aku. Entah apa yang aku rasakan saat itu namun aku melongo karena sudah jam 7.

Tidak lama ada anak perempuan yang memperkenalkan dirinya bernama risa sambil menyodorkan tanganya. Dan aku hanya bengong saja karena belum pernah ada temab yang mengajak aku bersalaman. Aku pun buru-buru menyambut tangannya dan berkata maaf karena aku sedang beradaptasi. Saat itu risa lah yang menjadi teman pertama aku disini. Hari itu diisi dengan perkenalan satu kelas tiap anak wajib mengenalkan dirinya dan dimana alamatnya juga hobinya. Satu per satu anak sekelas di panggil oleh pak basri wali kelas kami. Teman-teman aku tampak sangat antusia saat ada yang mngenalkan diri bahkan tanpa canggung mengajukan pertanyaan pada yang lagi maju. Aku pun ikut tertara dengan celotehan teman-teman baru aku ini. Tiba lah giliran teman sebangku aku dan risa maju dengan sangat percaya diri dan wajahnya tengil banget, dia jalan dari bangku dengan langkah yang di buat-buat sok imut banget dalam hati aku sambil tertawa.

Ketika nama aku di panggil aku tidak maju-maju dan risa mencubit perut aku. Aku pun maju dengan langkah yang malas, aku pun sudah berada di depan kelas dan aku pun gugup. Ini merupakan pengalam pertama aku bicara di depan orang banyak dan akhirnya aku memperkenalkan diri aku adalah rizal dan aku dari semarang. Belum selesai bicara aku sudah di sorakin dari belakang dan gelak tawa yang meledak. Sambil mengelap keringat karena gugup dan memang malu tapi seru. Teman-teman disini baik-baik dan aku masih mengelap keringat lagi. Tidak lama risa memberikan sapu tangan nya untuk mengelap keringat aku. Aku pun mengucapkan terima kasih pada risa. Risa ini merupakan gadis yang cantik dan mungkin bisa di kategorikan sangat cantik. Rambutnya panjang sebahu dan di kuncir kuda, hidungnya mancung dengan bibir tipis dan gigi kecil-kecil. Kulitnya bersih terawatt dan dia cukup tinggi untuk ukuran cewek, mungkin hampir sama dengan aku dia masih tersenyum ke arah aku. Hari-hari aku berjalan dengan sangat menyenangkan dan aku kembali menemukan semangat aku yang hilang. Aku merasa bersemangat pagi hari ini, aku seperti anak yang normal dan aku sangat bahagia karena sekarang memiliki banyak teman meskipun tetap sifat pendiam dan pemalu aku belum bisa hilang. Namun paling tidak ada kemajuan aku dekat dengan irawan, andi , arda dan tentunya saja si kembang sekolahan risa mereka adalah teman dekat yang sebelumnya tidak pernah aku miliki sebelumnya.

Satu tahun berlalu dan semua berjalan dengan sangat menyenangkan. Walaupun kadang kala aku di ganggu dengan beberapa penghuni lama di sekolah aku. Itu sudah tidak terlalu mengganggu aku, aku mulai terbiasa dengan makhluk-makhluk itu. Mereka bahkan aku namai seperti kunti anak yang sering berada di pohon mede dekat lapangan basket. Dia ku panggil mbak yuyun terus penghuni abadi ruang guru. Dimana sering menampakan diri sebagai guru sepuh dengan seragam keki berwajah pucat. Dia kupanggil pak bule kemudian hantu yang ada di kamar mandi dekat koridor belakang dan aku menyebut mereka keluarga cemara. Mereka tampaknya kesal karena berusaha menakuti tapi tidak pernah berhasil. Tetapi merek juga malah mengenal aku beberapa kali mereka bahkan bicara pada aku. Ada pengalaman lucu tapi membuat teman-teman aku ketakutan bahkan ketika cerita itu di ulang teman-teman aku masih saja ngeri mendengarnya. Hingga suatu hari kelas aku mendapatkan jatah pelajaran ke nol yang artinya pelajaran akan di mulai pukul 6 artinya paling tidak kami harus sampai sekolah jam 6. Aku berangkat paling pagi dan di ikuti sahabat-sahabt baik aku. Kami bermaksud langsung menuju kelas untuk duduk-duduk. Tapi nampaknya kelas masih terkunci kemudian si irawan salah satu teman aku berinisyatif untuk meminta kunci ke penjaga sekolah. Tapi irawan kembali dan mengatakan bahwa katanya kelas kami sudah tidak di kunci. bersambung di cerita selanjutnya ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here