100 Hari Setelah Aku Mati Part 72 : Touring

0
83
bukukita.com

Aku terjatuh dan seseorang mengunci tubuh aku dari belakang sambil mencekik leher aku dan tanganya tidak kuat tapi efek kuncinya membuat aku tidak bisa. Bergerak ditambah beberapa orang berjaket kulit dan bersepatu sedang memborgol aku. Jumlah orang 7 orang berhasil melumpuhkan aku dan menyeret aku kesebuah kendaraan. Aku tidak bisa melihat apapun karena wajah aku di tutup dengan semacam karung berwarna hitam. Aku di masukan paksa ke sebuah mobil dengan kondisi tubuh terbogol. Entah berapa lama dan cukup lama mungkin hingga kesadaran aku kembali muncul dan mulai merasakan ngilu di bagian perut. Bagian perut aku tersayat-sayat dan aku baru sadar jika ternyata tadi aku tertusuk sesuatu. Entah siapa yang melakukan hal ini dan ada darah membasahi kemeja aku dimana semuanya terasa dingin.

Aku meraih tangan dari seseoran dan entah tangan siapa itu tapi yang pasti dia membantu aku untuk berdiri dan aku mengucek mata dan berusaha mengumpulkan kesadaran untuk memastikan aku sedang berada dimana. Aku terduduk di sebuah tempat duduk yang terbuat dari bambu. Seorang laki-laki muda ada di depan aku, wajahnya seperti aku mengenalnya. Dan saat itu aku baru tersadar jika aku saat ini bukan berada di alam nyata. Wajah di depank aku itu memang membuat aku tertegun. Aku berfikir kira-kira hala gila apa lagi yang akan aku alami? aku melihat sosok perwujudan pria muda di depan aku itu dan dia sangat identik dengan aku. Wajahnya, rambutnya, warna kulit dan postur nya hampir sama dengan aku. Namun satu hal yang membedakan nya yaitu pakaian yang dia kenakan merupakan pakaian jaman dahulu. Bawahan dia memakai jarik yang di balut dengan atasan pakaian lengan panjang berwarna hitam. Beberapa aksesoris yang paling mencolok adalah sebuah kalung berwarna emas dengan bandul berbentuk matahari.

Aku pun bertanya siapa dirinya? seru aku dengan nada suara tinggi. Namun dia tidak menjawab dan makhluk itu berjalan kesebuah pintu dan membukanya, dimana itu membuat aku menutupi mata untuk menghalau sinar matahari yang menyilaukan mata aku. Dia pun berkata jika dia merupakan sisa-sia sejarah masa lalu dari orang sebelum aku dan aku adalah orang yang mewarisi kanuragan linuwih. Aku terdiam sambil berfikir maksud dan arah dia akan membuat topik pembicaraan. Dia mengatakan jika aku bisa sekeras besi, sekaligus selembut buah kapuk dan aku bisa menjadi klewang tajan untuk melindungi atau melukai. Aku juga merupakan seekor kuda menjadi sejelek-jeleknya manusia.

Aku hanya bisa mengangguk-angguk tanda mengerti arah pembicaraannya. Aku mengatakan jika aku sudah mengerti dan aku meminta agar dia segera mengembalikan sukma aku ke raga dimana aku seharusnya berada. Dan dia bilang jika dia merupakan masa lalu aku dan paling tidak sebagian dari aku dan aku ada di dalam dirinya. Aku tidak ingat itu hari apa tapi jelas itu merupakan hari libur dan saat aku terbangun di sebuah kamar yang bukan kamar aku. Semalam merupakan malam yang panjang dan melelahkan dan malam itu aku nyaris menghilangkan nyawa seseorang. Namun ternyata di dalam diri aku ada sebuah sisi lain yang sangat bertolak belakang dengan keseharian aku. Aku meraba perut aku yang di perban dan beruntung luka ini tidak menyayat perut aku terlalu dalam dan aku kembali mengingat kejadian pasca aku berkelahi dengan orang-orang itu. Aku mendapatkan pertolongan pertama yang di lanjutkan beberapa introgasi dari aparat berwajib. Dimana malam itu aku di ringkus karena membuat keributan di lingkungan kampus dan kabar buruknya orang yang membekuk aku adalah om hamzah ayah dari risa yang menjabat kepala reserse.

Itu membuat aku benar-benar tidak enak hati dengan beliau. Namun kabar baiknya berasal dari ari dan kawan-kawanya dimana mereka tidak terluka serius dan hanya ari yang harus rela menggunakan gigi palsu selamanya karena hampir semua gigi nya rontok terkena tinjuan aku. Dan aku patut bersyukur karena masalah malam itu cepat beres. Hal ini di karenakan mereka terlalu takut berurusan dengan aku dan terutaman om hamzah yang berasal dari kepolisian. Akhirnya kasus itu di tutup malam itu juga. Karena jika sampai aku tersandung kasus hukum aku harus mengucapkan selamat tinggal melbourne karena bisa saja beasiswa aku di cabut.

Aku kembali mengingat pengalaman inter mensional aku malam itu dan aku masih heran dengan hal gila di luar nalar yang sering aku alami dan ilmu medis yang aku pelajari dan ilmu ilmiah lain belum bisa memuaskan rasa penasaran aku. Saat itu aku tidak menerima jawaban pasti tentang masalah aku ini. Terdengar suara risa yang memanggil aku untuk mengajak aku sarapan ke bawah. Dia duduk di kasur sambil membelai rambut aku pelan dan dia masih marah dengan kelakuan aku semalam tadi tapi rasa kawatirnya pada aku mengalahkan emosinya. Aku juga merasa bersalah kepada risa dan karena kesalahpahaman ini aku turun ke kasur dan berjalan pelan sambil di gandeng oleh tangan lembut risa. Malam itu aku menginap di rumahnya karena semua masalah semalam baru beres pukul 4 pagi dan aku harus beristirahat. Raut wajah risa saja masih terlihat marah pada aku. Meskipun sudah reda dan sikapnya sudah lembut lagi pada aku. Bersambung ke part selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here