100 Hari Setelah Aku Mati Part 66 : Sudut Pandang Risa Bagian 3

0
87
bukukita.com

Banyak yang aku alami pasca mas rizal ke Melbourne dan tidak mungkin rasanya jika di tulis di satu part dalam cerita ini jadi singkatnya aku berhasil lulus dengan nilai yang cukup memuaskan sama seperti mas rizal dan aku juara umum tapi dengan nilai yang sedikit di bawahnya dan aku juga tidak seberuntung mas rizal mendapat beasiswa di luar negeri tapi alhamdulilah aku mendapat beasiswa di sebuah pts ternama di jogja jurusan keperawatan. Jadi aku bisa menemani ayah aku dimana hari demi hari terlewati perisitwa datang silih berganti tapi tidak sehari pun aku tidak merindukan mas rizal. Dia pasti sehat dan dia pasti baik-baik saja. Dia pasti menjaga hatinya tetap untu aku dan aku mencoba berfikir positif kepada mas rizal karena tidak mau di anggap sebagai pasangan posesif. Di kampu aku beberapa kali aku di dekati dan jika aku sudah begini biasanya aku Cuma menanggapi nya seadanya dan aku tidak mau di bilang cewek sombong jika aku terlalu cuek.

Di ukm musik aku berkenalan dengan seorang bernama ari dan dia adalah leader ukm musik di kampus aku dan dia adalah kakak tingkat aku dan dia sudah semester 6. Belagu kata yang cocok aku berikan untuk diri nya dan dia mempunyai predikat play boy pula. Memang aku akui dia ganteng dan mempunyai seni musik yang tinggi. Dia adalah cowok yang paling genjar mendekati aku dan tiap hari selalu ada tawaran untuk mengantar jemput aku dan selalu kutolak, selalu ada saja alasannya untuk pergi jalan dengannya. Tapi percuma karena aku selalu mencari alasan untu tidak ikut dengan nya dan tidak tehitung sms yang tidak kubalas dan telepon yang tidak kuangakt dari ari. Sekuat-kuatnya yang bisa membuat dia dekat dengan aku adalah saat ukm dan mau tidak mau aku harus mendampinginya karena posisi aku sebagai wakil ketua ukm.

Lama-lama aku kenal juga dengan perlakuannya yang sedikit memaksa aku dan sampai suatu hari ukm musik kampus aku mendapat job di luar kampus untuk membuat sebuah konser kecil di sebuah café yang terletak tidak jauh dari kampus aku. Aku harus ikut padahal aku lebih memilih di rumah dan chatingan dengan mas rizal dan dari semalaman sama sekali tidak online. Membuat komunikasi aku dengan nya sedikit tersendat dan aku sedan g bersipa untuk ke acara itu dan tidak lupa aku mengecek laptop aku apakah mas rizal sedang online dan tampaknya aku harus kecewa karena dirinya sedang offline lagi. Aku menghubungi nomornya tapi yang terdengar adalah suara operator yang mengatakan nomornya sedang tidak aktif. Mungkin sedang sibuk dan ada kegiatan dan aku menghibur diri sendiri untuk memaklumi kesibukannya. Bersambung di cerita selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here