100 Hari Setelah Aku Mati Part 61 : Semarang

0
83
bukukita.com

Aku sih percaya jika risa bukan cewek yang gampang di goda tapi ya sebaiknya kamu harus cari tau sendiri. Susi memberikan tanggapannya pada aku. Aku liat sendiri kedekatan mereka dan memang sepertinya hubungan dengan risa hanya sampe disini saja. Aku hanya mengangguk pelan. Dasar payah kamu kirain sekolah di australi bikin kamu tambah pinter dari sebelumnya dan ternyata kamu malah tambah bloon dan sebaiknya kamu pikir dulu daripada kamu nyesel dan berhentilah jadi penakut karena setahu aku kamu cowok paling berani yang kukenal dan aku Cuma diam sambil memikirkan perkataan susi. Dewi juga mengatakan jika dia mempunyai feeling yang sama seperti dulu bahwa diri aku masih belum tergantikan meskipun kita sudah lama tidak saling ketemu tapi aku selalu berusaha biar bisa seperti risa, dan sekuat apapun aku berusaha risa memang tidak terkejar dan aku jadi sadar jika memang ya beginilah aku dan begitulah risa dan aku tidak akan bisa menyamai risa begitu juga sebaliknya. Aku sadar jika risa memang untuk kamu dan kamu memang untuk risa namun sebaiknya pikirkan baik-baik, susi berbicara sambil meraih potongan kertas nota yang dia bawa sambil menuliskan sesuatu. Susi mengatakan jika mau tanya-tanya lewat nomer itu karena aku harus pergi bersama keluarga aku. Tidak lama susi pamit dan dia mengatakan dia kangen di boncengin vespa aku.

Susi berpamitan dan berjalan menuju ke sebuah mobil yang menunggunya dan aku masih terdiam sambil memikirkan perkataan susi dalam-dalam. Dewi menegor aku ternyata itu salah satu fans kamu dan aku menjawab jika itu hanya teman lama. Dewi mengatakan sebaiknya aku memikirkan perkataan susi. Aku ingin waktu buat mikir dulu dan saat ini aku mau tau gimana reaksi risa, cepat atau lambat dia pasti bakal tau aku pulang dan dewi pun mengatakan jika memang itu keputusan aku maka dewi mendukung saja. Tidak lama aku bertanya apakah dewi masih punya banyak waktu karena aku ingin mengajaknya ke tempat lain yaitu ke kota semarang.

Ketika itu sudah pukul 12 malam lalu dewi memastikan lagi keinginan aku. Tapi aku meyakinkan dewi jika kita akan ke semarang sekarang. Dewi pun menegor aku jika ini hanya alasan aku saja untuk menghindari risa. Dan aku menjawab memang itu salah satu alasan nya tapi ada beberapa hal lain yang ingin aku lakukan disana. Dan aku bilang bahwa dewi akan mengetahui nya besok pagi dan yang penting kita berangkat sekarang saja. Singkatnya dewi berhasil kubujuk dan jawabannya tepat aku memang ingin menghidari dulu dari risa. Tapi alasan aku yang lain adalah aku sudah setahun lebih tidak nyekar ke malam almarhum ibu dan bapak.

Sebelum berangkat kami hampir makan dulu di sebuah warung bakmi kaki lima yang ada di pinggir jalan dan sudah lama juga aku tidak makan bakmi godgog. Beberapa hal ringan aku obrolkan dengan dewi seperti pembeli cukup ramai di warung itu membuat aku dan dewi harus menunggu cukup lama sampai pesanan kami siap. Aku dan dewi sudah kehilangan topik pembicaraan untuk kami bicarakan dan aku Cuma menunduk sambil memandangi gelang yang di berikan risa disitu tertulis nama aku dan namanya. Pakai ini terus ya supaya kamu ingat aku, ucap risa waktu itu. Aku pun mengatakan jika aku selalu mengingat kamu risa dan aku memikirkan apakah risa masih memakai kalung dari aku. Dewi berkata jika aku menyerah sekarang siap-siap saja nanggung kangen itu sampe kamu tua dan jika kamu berjuang maka kamu bisa mengulang hal-hal yang buat aku kangen itu bersama risa kembali lagi.

Akupun bertanya apa dewi pernah merasakan kekecewaan seperti aku, lalu dewi menjawab jika dirinya dulu sering di kecewakan dan aku adalah seorang perempuan dimana aku juga punya perasaan meskipun belum pernah pacaran pasti aku juga pernah menjalin hubungan dekat dengan cowok.

Dewi kemudian menceritakan kisah romantisnya kepada aku dan dia juga jatuh cinta kepada seseorang yang lebih tua 4 tahun umurnya dari dia. Namanya adalah husain dan dewi pertama bertemu dengan nya saat dewi sma dan pertemuannya terjadi saat husein sedang ppl di sekolahan dewi. Dan semua terjadi begitu cepat dimana aku dan husein menjalin hubungan tanpa status dan cukup lama. Mereka hanya mengungkapkan perasaan mereka masing-masing. 1 tahun dewi mulai menikmati indahnya kasih seseorang tapi husein harus di ambil darinya karena husein meninggal dengan umur yang masih muda, dewi tidak menjelaskan bagaimana sampai husein meninggal.

Namun jika pun menceritakan itu pasti hanya akan membuat lka di hati nya kembali sakit. Hidup orang seperti kita memang tidak mudah dan akupun merasa begitu dan ketika ada orang baru yang menerima kekurangan aku dia harus pergi dan husein satu-satu nya orang yang bisa mengerti aku. Dia melindungi aku tapi semua memang bakal mati, ucap dewi pada aku. Maka dari itu dewi sudah iklas untuk kepergian husein dan sudah saatnya aku berjalan lagi dan satu-satunya yang membuat aku menyesal adalah aku dan husein tidak sempat memiliki hubungan seperti kamu dan risa. Husein nembak aku tapi selalu aku bilang belum siap. Bersambung di part selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here