100 Hari Setelah Aku Mati Part 6 : Sekolah SD Sampai SMP

0
29
bukukita.com

Kisah Sd-Smp akan aku ringkas, dimana tidak terasa usia aku bertambah 1 tahun dan tahun itu aku akan memasuki masa-masa sekolah dasar, 6 tahun aku di cemooh dan di jauhi bahkan tidak memiliki teman sama sekali di sekolah aku dulu. Aku tumbuh menjadi pribadi yang minder dan kuper. Setiap pagi hingga siang selama 6 tahun aku hanya mengisi bangku yang hanya diisi satu kursi, tanpa ada teman sebangku. Mereka menganggap aku aneh karena aku sering bicara sendiri dan kadang aku teriak histeris saat melihat makhluk-makhluk halus yang membuat ngeri. Kadang aku sering mengungkapkan tentang hal yang belum terjadi dan tindakan-tindakan lain yang menurut teman seusia aku aneh. Jangankan bermain dengan aku ketika mereka kuajak bicara mereka malah mengusir aku, mengejek aku bahkan kadang aku di aniaya, di bully, di lempar kapur, di kerjai, di perlakuan itu sangat biasa aku terima.

Kesepian, malu, sedih dan trauma adalah perasaan yang menemani aku tiap hari. Bapak bahkan sering mengundang psikiater untuk menyembuhkan aku dari trauma tapi semua sia-sia dan trauma itu mengakar dalam hati aku. Tidak ada yang menarik di masa-masa itu, tiap pagi aku berangkat sekolah dan di bully. Dan tiap malam aku harus menghadapi insomia yang berkepanjangan karena teror dari makhluk-makhluk halus itu. Aku jengah dan sudah bosan sehingga aku pun kurang tidur hingga membuat aku menjadi anak yang sangat kurus dengan tulang pipi dan mata yang menonjol. Tahun demi tahun berganti usia aku bertambah dan semakin paham dengan yang terjadi pada aku, aku mulai berani dengan makhluk-makhluk itu bahkan aku sudah bisa mengusir mereka. Walaupun demikian aku rasa ngeri dan risih tetap ada sampai sekarang ini. Satu hal yang tidak banyak berubah adalah perilakunya. Aku masih saja di bully dan di jauhi.

Selama 6 tahun aku hanya punya satu teman yaitu sari yang menemani aku dan dialah yang mengisi bangku kosong disebelah tempat duduk aku. Dia sering membantu aku saat ada teman sekelas aku yang ingin mengerjai aku dia mengembalikan keusilan mereka yang menjahili aku. Tapi aku melarang di kemudian hari karena aku akan mendapat perlakuan lebih tidak mengenakan dari teman-teman sekelas aku. Itu cara mereka menyapa aku begitu alasan aku kepada sari. Sari benar-benar sosok teman yang sempurna andai saja dia benar-benar manusia. Ada yang unik dari sari jika aku tumbuh besar layaknya manusia pada umumnya, akan tetapi sari yang buka lah manusia dia ikut tumbuh juga. Bertambah tinggi dan semakin besar layaknya anak perempuan normal namun bedanya hanya aku yang bisa melihatnya. Saat itu tinggi aku sudah 145 cm di kelas 5 aku mewarisi gen bapak dengan tulang besarnya. Sari juga hampir sama tingginya dengan aku, dimana sari tumbuh besar dan menjadi gadis yang cantik. Rambutnya panjang dengan hidung mancung, giginya kecil-kecil dan kulitnya putih bersih dan aku paham sari dapat mengubah wujudnya sesuka hati karena saat dia pulang dia kembali menjadi wujud anak-anak yang sama persis dengan sari yang pertama kali kulihat.

Aku pun memasuki tahun ke 6 di sd , aku lulus dengan nilai yang bisa di katakan sangat membanggakan. Bapak pun tahu dengan apa yang aku alami selama ini dan sekarang aku di suruh belajar akan apa yang menimpa aku dan belajar mengendalikannya. Aku masih ingat saat itu adalah bulan mei dimana tersisa 1 bulan untuk aku mendaftarkan sekolah ke tingkat smp dan bapak mengajak aku pergi menggunakan mobil. Tidak lama bapak mengajak aku berjalan-jalan dan baru saja mau memanggil sari dia sudah ada di belakang aku sambil tersenyum dan memainkan alis matanya.

Sari ini tidak seperti hantu sama sekali dia layaknya manusia normal bahkan dia tahu perkembangan jaman dia dan aku sering bercanda dan tertawa bersama dengan bahasan seperti anak-anak biasa. Kata sari meskipun dia sudah mati tapi dia tidak bodoh dan dia mengikuti juga dunia aku jadi kalau kalian ngobrol sama sari pasti nyambung. Aku tidak berkata apa-apa dengan sari dan aku memang tidak pernah berbicara dengan sari jika ada orang lain di dekat aku. Aku membuka pintu mobil dan sari juga masuk tanpa membuka pintu mobil kemudian dia langsung nembus dan duduk kursi belakang. Mobil melaju dari rumah kami dan bapak berbicara jika sudha hampir 7 tahun ibu aku pergi dan di tambah dengan keadaan aku yang istimewa. Pasti sangat berat buatmu dan seketika bapak meminta maaf pada aku. Bapak pun mulai menghawatirkan aku karena aku sering ketakutan tiba-tiba, bicara sendiri, aku mengigau dengan bahasa aneh dan percakapan aku dengan teman tak terlihat aku bapak pun tau.

Bapak sempat takut dan menganggap kejiawaan aku tidak normal dan sampai bapak ketemu kyai yang mengatakan jalan aku memang sepeti itu tidak mudah tapi bapak mengatakan jika aku di lindungi Allah dan aku juga punya teman yang selalu menemani aku.Entah bagaimana menjelaskan nya sari dan kyai seperti berbicara tanpa suara dan aku mengerti apa yang mereka bicarakan. Bersambung ke cerita selanjtunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here