100 Hari Setelah Aku Mati Part 59 : Tidak Kusangka Kamu Bagian 3

0
80
bukukita.com

Risa menerimannya sambil tersenyum dan menyerahkan nya pada risa. Dan risa tersenyum terlihat dari gerakan bibirnya mengucapkan terima kasih sambil tersenyum dan menimang-nimang seikat mawar yang di berikan cowok itu dan mereka berbicara. Risa tampak tersenyum dan terlihat sangat bahagia. Aku kembali mematung ketika melihat laki-laki itu berbicara dan sangat dekat dengan risa bahkan mereka seperti berpegangan tangan. Tidak mungkin dia merupakan teman dekatnya dan yang pasti hanya teman sekelasnya atau mungkin saudara yang mungkin aku belum kenal dan aku mencoba berfikir positif karena aku percaya risa adalah gadis yang setia dan konsisten. Aku memilih berjalan mundur dan duduk di kursi sambil melihat risa dari jauh dan apakah aku cemburu. Aku ingin melihat lebih lama dan berusaha mencari tau dengan siapa risa sekarang, aku berusaha tidak terlihat oleh risa dan aku memakai topi yang sengaja aku bawa untuk menyamarkan wajah aku.

Dan laki-laki itu berjalan pergi meninggalkan risa dan entah menuju kemana dan aku berusaha mencegahnya dan tampaknya dia menuju toilet. Aku berjalan agar berpapasan dengan nya dan brugg dengan sengaja aku menabrak bahu nya. Kemudian aku meminta maaf karena tidak sengaja menabrak karena aku ingin tau siapa orang ini? Namun dia sedikit sewot dan aku bertanya padanya siapa kah dia? dia mengatakan jika dirinya adalah ari dan aku pun mengatakan jika aku adalah mantannya. Lalu aku pun segera mengucapkan permisi. Aku tidak menunggu jawaban dan berjalan keluar, baru beberapa langkah aku berjalan aku membalikan badan.

Orang bernama ari itu hanya mengangguk dan aku pun berjalan keluar dengan perasaan yng aneh, tidak nyaman dan tentu saja sakit. Di dalam mobil henti-hentinya aku bertanya di dalam hati. Aku terlalu yakin dan bermimpi terlalu jauh dan tampaknya memang kamu butuh orang yang selalu dekat dengan kamu. Semoga laki-laki yang kamu pilih jauh lebih baik dari aku. Kata-kata tidak ikhlas itu terucap secara tidak sadar dari mulut aku. Aku tidak habis pikir dan risa yang aku kenal secepat itu kah kamu berpaling. Aku merasakan sesuatu yang aneh dan mungkin aku tidak berdarah tetapi terasa sangat sakit hati ini. Terima kasih untuk 7 tahun menemani aku dan kamu akan lama tidak melihat aku lagi tapi sepertinya aku bisa tenang meninggalkan kamu dalam waktu lama dan tampaknya kamu sudah memiliki orang yang akan menemani kamu di sini. Selamat tinggal risa dan terima kasih, semoga bahagia.

Aku menghentikan mobil aku di pinggir jalan untuk menulis pesan itu di secarik kertas yang kemudian aku sisipkan di kotak hadiah untuk risa. Aku menghela nafas panjang dan kayak nya kita benar-benar harus pisah dalam arti sebenarnya dan aku masih bingung dengan kejadian barusan. Risa yang dulu itu tidak mudah tertarik dengan laki-laki lain namun dia bisa menjaga hatinya tetap untuk aku tapi malam ini aku melihat kenyataan lain dan aku merasa marah, emosi dan bercampur sejak orang yang mengaku ari itu pacarnya risa. Aku di buat percaya dengan melihat sendiri bagaimana kedekatan mereka. Rasanya tidak karuan dan aku benar-benar ingin memukuli cowok dengan tampang belagu itu dan aku termenung cukup lama di dalam mobil dan aku melirik ke jam tangan yang baru menunjukan pukul 20.30. Aku menjalankan mobil aku menuju rumah risa dan aku ingin ngobrol-ngobrol ringan sebentar dengan om hamzah sekedar berpamitan dan aku ingin segera pergi agar tidak bertemu dengan risa dulu dalam waktu dekat ini. Aneh beberapa jam yang lalu perasaan aku meluap-luap untuk bisa bertemu dengan nya. Tapi sekarang aku sudah enggan untuk sekedar bertemu saja.

Sudah kepalang hancur perasaan aku dan argumen-argumen positif di kepala aku seperti di bantahkan oleh realita yang aku lihat sendiri. Risa sedang ada urusan sebentar om dengan teman-temanya. Sebentar lagi juga dia pulang dan aku membicarakan bebera[a hal dan kehidupan aku di ausie adalah topik yang paling sering di tanyakan oleh om hamzah. Aku pun ingin mengucapkan terima kasih atas kebaikan om selama ini kepada aku dan mohon maaf karena aku harus pamit. Aku tidak bisa lama dan aku harus kembali ke ausie secepatnya karena kesibukan aku yang tidak bisa di tinggal. Aku kembali berbohong untuk menutu[i kejadian barusan. Tampaknya om hamzah juga mengerti ada hal yang salah terjadi pada aku dan risa.

Om hamzah mengatakan jika semua pasti ada jalan keluarnya dan om hamzah bilang tidak mau ikut campur karena beliau percaya jika semua masalah pasti bisa aku selesaikan, ucap om hamzah. Om hamzah mengatakan jika dirinya hanyalah orang tua yang mendoakan kebaikan dan memebri nasehat untuk kalian saja. Aku meminta maaf pada om hamzah karena tidak bisa menjaga risa dengan baik dan aku pun menitipkan risa serta memberikan hadiah kecil untuknya yang aku bawa. Dan tidak lama aku meninggalkan rumah beliau. Aku teringat aku kepada dewi, dia pasti sudah bosan menunggu di rumah sendirian. Aku menyetir dengan pikiran yang tidak fokus dan ada segudang pertanyaan kenapa yang berputar di kepala aku yang membuat aku gusar. Bersambung di part selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here