100 Hari Setelah Aku Mati Part 38 : Orang Lain Seperti Risa Bagian 2

0
86
bukukita.com

Tidak lama susi datang dan aku kaget ketika melihat susi datang. Sambil duduk dekat aku, aku memandang susi yang sudah berganti baju dan sekarang dia tidak pake seragam tapi memakai baju berwarna kuning dengan celana jeans ketat. Dia memakai sebuah gelang yang selalu aku lihat melingkar di tangan nya dan rambutnya yang merah alami di biarkan tergerai sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Kemudian aku memanyakan dimana rumah susi? susi hanya mengangguk dengan senyuman khasnya. Susi bilang jika aku merupakan orang yang begitu misterius. Susi bilang aku seperti cuek, pendiem dan seperti ada tembok gede di depan diri aku yang bikin orang itu penasaran dan aku tau gimana jalan pikiran aku, ucap susi. Akupun menjawab semau aku karena memang tidak terlalu tertarik dengan obrolan seperti ini. Aku kembali membuka buku. Susipun mengatakan dalam hidup aku ada berapa orang yang aku kenal dan memang benar-benar aku kenal, kemudian aku kembali menutup buku matematika yang aku baca dan aku menganalisa arah pembicaraan susi dan aku paham arah pembicaraannya.

Aku jawab jika aku mengenal beberapa orang dan aku diem seperti ini bukan karena aku cuek dengan sekitar aku tapi hanya ingin mengenal orang dengan cara aku sendiri dan aku pun tidak lama mengambil pulpen dan buku catatan aku. Aku menulis beberapa kata tanpa memperlihatkan tulisan aku kepada susi. Susi menanyakan warna kesukaan aku apa? aku merasa cukup dan memperlihatkan tulisan aku dan aku tulis sebelum pertanyaan itu di ajukan. Hal itu sama persis dengan ucapan susi dan dia pun tampak heran. Aku diem bukan berarti aku cuek artinya aku diem pun tetep memperhatikan orang-orang di sekitar aku termasuk kamu. Di tiap kesempatan ketemu susi ada saja aksesoris atau baju dan peralatan berwarna kuning. Contoh seperti baju kamu saat ini dan tas ransel kamu pas di merapi, sepatu tracking, jaket dan tadi di sekolah juga ngasih aku roti dengan kotak bekal berwarna kuning dan minuman yang kamu kasih. Terus roti dengan selai anggur dengan keju diatas nya dan kamu juga bilang jika rumah kamu deket dari sini dan aku Cuma ngitung waktu buat kamu bolak-balik sini mungkin dekat sini. Aku bilang jika aku mengenal orang dari apa yang kulihat dan kudengar. Aku memang tidak terlalu suka omong panjang lebar dan jika kamu lebih lama deket dengan aku pasti aku juga banyak tau tentang kamu.

Tidak lama susi hanya terdiam dan seperti memikirkan sesuatu. Aku hanya memiringkan kepala tanda mengiyakan kata-katanya. Susi juga berbicara jika dia mengetahui jika aku merupakan orang yang care. Dimana saat di merapi kita semua sempoyongan gara-gara capek sama takut dan kaki aku keseleo napas kamu juga sudah senin-kamis tapi tetep mapah aku dan tidak cukup mapah dan ketika aku sudah mentok fisiknya kamu nekat gendong aku tanpa memikirkan diriku sendiri, ucap susi. Cara aku memecahkan masalah waktu itu ngebuat aku takjub dan ternyata sikap kamu itu kamu lakukan ke semua orang. ucap risa. Dan susi mengatakan jika dia melihat kepedulian aku dengan risa walau dia tidak tau hubungan aku dengan risa. Ketika risa tidak bisa membuatkan makanan ketika aku lapar dan atau pun yang risa tidak bisa lakukan buat kamu. Dan susi bilang jika tau jika memang saat ini yang aku pikirkan hanya risa saja dan aku paham, akan tetapi aku mau jika aku hanya sekedar plan B buat aku, ucap susi. Aku Cuma terdiam melihat perhatian susi kepada aku dan seperti biasa aku berkata dengan dingin dan singkat.

Susi tidak lama mengatakan kepada aku agar aku menjaga risa dan kami berdua adalah pasangan yang serasi. Dan risa merupakan anak yang luar biasa pinter tapi suatu saat aku akan lebih pantes dari pada risa. Tanpa berkata apapun susi berdiri dan berjalan meninggalkan aku tanpa pamit dan dia hanya menoleh dengan sebuah senyuman khasnya. Sekarang malah susi yang membuat dada aku berdesir. Sudah beberapa minggu risa di rawat kondisinya juga lebih stabil dan operasi patah tulang pun sudah di lakukan dengan berhasil. Risa sudah keluar dari ruang ICU dan di pindah ke ruang rawat umum. Saat itu aku sedang menunggu risa di kamarnya bersama kedua orang tua nya dan risa masih belum sadar kan diri pada hari itu. Tiba-tiba om hamzah berseru dan membuat obrolan kami terhenti dan sontak melihat ke arah yang om hamzah lihat. Tantepun memanggil risa dan menanyakan apakah risa sudah bangun? tante risa pun memeluk kepala risa sambil menangis tersedu-sedu.

Om hamzah juga melakukan hal yang sama dimana beliau pasti senang melihat anak semata wayang mereka berhasil melewati fase kritis dan kini sudah bangun dari komanya. Aku tidak hentinya bersyukur melihat risa sudah siuman dan rasa kawatir aku dan kedua orang tua risa di bayar dengan lunas olehnya dan aku masih terpaku di tempat berdiri aku. Aku melihat risa yang terbengong-bengong wajah dia pasti bingung dengan yang terjadi dan yang paling membuat aku lega adalah risa sudah bisa berkomunikasi walaupun dengan suara yang tidak teratur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here