100 Hari Setelah Aku Mati Part 31 : Kunjungan Teman Lama Bagian 2

0
91
bukukita.com

Sari menjelaskan jika hidup aku di gariskan tidak akan mudah dan selama aku hidup hantaman-hantaman itu akan terus ada. Sari berkata aku harus kuat dan sanggup bertahan agar tidak jatuh terlalu dalam. Aku pun masih hidup sehat disini walaupun ingatan masa lalu itu masih menghantui dan di tambah kepergian orang tua aku dan masa depan aku yang belum jelas. Akan tetapi hal-hal seperti itu tidak akan mudah untuk membuat aku menyerah dan sekarang aku punya bayak hal yang aku sayangi dan tidak akan aku biarkan diri aku kalah. Namun sari pun hanya tersenyum saja. Aku pun penasaran apa yang menghalangi sari dan aku memanggilnya dengan suara keras. Lalu tidak lama sari membalikan tubuhnya dengan tetap melayang dan menatap ke arah aku dan kali ini dia menunjukan wujud yang menyeramkan dengan warna kulit pucat dan membiru. Sari baru pertama kali ini menunjukan pada aku wujud aslinya.

Aku pun dalam hati berkata jika ini bisa membuat orang dewasa lari terbirit-birit. Aku mengatakan pasa sari jika aku sudah tau dan aku bingung apa yang terjadi dengan sari? aku mengatakan jika aku akan berjanji mmebantunya seperti menjadi teman nya selamanya dan tidak lama sari pun memutar tubuhnya 360 derajat dan kembali dengan wujud yang lebih cantik dan lebih enak di lihat dimana dengan senyuman yang tidak menyeramkan. Sari pun memohon agar aku membantu nya dengan hal terakhir yang masih membuat aku gentayangan dan sekarang aku sudah iklas dengan kematian aku, ingin kembali tapi belum bisa, ada satu hal yang masih menghalangi aku. Aku pun mendekati sari apa itu? namun sari hanya menggeleng pelan dan dia berkata bukan sekarang waktu nya berbicara. Jika diri aku ingin membantu aku dan tolong cari tau sendiri.

Sari berbalik dan melayang menembus tembok belakang rumah dan aku berteriak namun percuma karena sari sudah pergi. Hari itu aku bingung dan ada apa dengan sari karena dia tampak menderita. Aku masih tertegun dengan pertemuan barusan dan sari benar-benar misterius dimana aku belum paham betul dengan maksud sari. Entahlah mungkin artinya sari meminta aku untuk bersabar dan mencari tau apa yang dia maksud. Aku kembali ke dalam rumah dan menjalankan solat magrib. Aku membiasakan diri untuk tadaruz dari setelah magrib sampai menjelang isak. Setelah itu aku melanjutkan solat isak. Dan setelah aku selesai ibadah aku kembali ke meja belajar, membaca beberapa buku untuk pelajaran besok dan sambil sesekali membolak balik koran pagi tadi untuk mencari lowongan kerja paruh waktu.

Sekitar pukul 8 handphone aku berbunyi nyaring lalu aku mengangkat nya yang terdengar bukan suara risa namun suara seorang lelaki dengan suara bising seperti ada di keramaian pinggir jalan. Orang itu menjelaskan jika orang bernama risa putri ayuningtyas kecelakaan di jalan solo dan sekarang lagi di bawa menuju Rs sarjito. Setelah mendengar itu jantung aku mendadak berhenti berdetak. Suara orang yang entah siapa itu kuhiraukan, rasa takut akan kehilangan itu kembali muncul dan peluh mulai membasahi wajah aku dengan cepat dan aku berusaha mengangkat telpon dengan tangan yang sepertinya ikut lemas. Aku akan segera menuju kesana dan tolong hubungi bapak hamzah beliau tugas di polsek. Aku menutup telepon dengan sekuat tenaga aku berlari menuju garasi dan aku membuka gerbang dengan terburu-buru. Rasa kawatir dan takut itu benar-benar membuat aku kalap, terbesit tentang bayangan ibu yang meninggal dalam kecelakaan dan aku tidak henti-hentinya berdoa. Berdoa gar risa selamat dan baik-baik saja.

Saat itu aku berusaha menyalakan mesin motor tua itu dan tidak bisa di ajak kerjasama dan aku melihat kunci mobil di dasbor mobil dengan kaca jendela terbuka. Aku pun sudah beberapa kali menyetir mobil milik almarhum bapak tapi hanya sampai sekeliling kompleks. Aku memberanikan diri dengan mengeluarkan mobil bapak. Aku pun nekat menyetir mobil tanpa di dampingi orang lain dan kalo ono jarak nya jauh dan aku pacu mobil jenis hyundai milik bapak secepat yang aku bisa. Aku seperti sudah tidak peduli lagi dengan keselamatan aku sendiri dan satu-satu nya yang aku pikir kan adalah keadaan risa dan pikiran buruk itu tidak juga hilang dari aku, lalu apa yang terjadi jika aku tanpa risa. Dia satu-satunya orang yang mengenal aku dan dia satu-satunya orang yang peduli pada aku selalin keluarga sendiri.

Aku hampir di rumah sakit dan aku kebingungan untuk parkir. Aku langsung keluar mobil tanpa mencabut kuncinya dan aku memarkirnya dengan sembarangan. Aku sempat di tegur satpam dengan galak namun aku belum bisa parkir dan aku minta tolong. Aku pun langsung berlari menuju UGD dan langsung minta di tunjukan ruangan korban kecelakaan bernama risa yang baru kecelakaan di jalan solo. Aku pun di minta mengikuti nya dan tiba lah di sebuah ruangan bertirai dan tirai itu di buka dan aku meminta risa agar bangun dan bicara jika dirinya baik-baik saja. Bersambung di part selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here