100 Hari Setelah Aku Mati Part 30 : Kunjungan Teman Lama

0
33
bukukita.com

Hari itu merupakan minggu pagi dan hari ini aku harus sendirian di rumah, risa tidak bisa menemani aku kali ini karena dia ada acara keluarga dengan ayah nya. Aku membuka kulkas dan hanya ada telor sama tempe. Aku bosa rasanya makan menu yang itu-itu saja dan pikiran itu segera aku hilangkan dan berganti dengan kalimat alhamdulilah. Aku seharusnya bersyukur dengan apa yang bisa aku makan hari ini. Aku memasak telur dan tempe itu dan memakan nya di teras belakang yang menghadap taman kecil di belakang rumah. Aku merogoh dompet celana jeans aku dan duit aku tinggal segini dan besok nya harus segera dapet kerjaan. Tidak lama terdengar suara bel pintu berbunyi dan ada tamu seperti nya dan aku pun bergegas menuju depan. Aku segera berlari menuju pintu depan dan tampak di depan rumah seorang perempuan dewasa dengan blus biru dan rok ketat menunggu di depan pintu. Perempuan itu mencari ayah aku dan perempuan itu aku persilahkan untuk masuk.

Aku pun menanyakan apa keperluan nya sehingga harus datang kemari? perempuan ini menjelaskan bahwa dia gen asuransi dan dia ada sedikit pemberitahuan untuk aku untuk mengisi beberapa dat karena aku merupakan ahli waris dari bapak hartono. Saat itu aku belum paham dengan hal-hal seperti ini dan setelah kepergian bapak memang yang menguruskan dokumen adalah om bowo jadi aku kurang paham. Karena aku kurang paham maka dari itu aku minta di jelaskan lebih detail lagi. Perempuan ini tersenyum dan melanjutkan bicara dimana kemarin om bowo mengajukan klaim ke kami dan asuransi dari bapak hartono yang dapat di cairkan kepada aku yang selaku ahli waris. Tidak lama perempuan ini menyerahkan form kertas dan sebuah surat bermaterai dan aku membacanya dengan teliti. Aku tertegun dengan nominal yang tertulis di surat itu karena total jumlah nya adalah 500 juta dan aku hanya melongo. Bahkan bapak sampai berfikir sejauh ini dan setelah kematiannya bapak memberikan aku warisan yang sangat banyak.

Aku masih bingung dengan nominal yang ada dan aku kaget ketika mbak itu menyuruh aku mengisi form terlebih dahulu. Mbak itu pun mengatakan jika untuk pencairannya minimal harus berusia 18 tahun dan sekarang umur aku masih 16 tahun. Dan menurut instruksi dari mbak itu jika aku mengambil klaim asuransinya saat aku berumur 18 tahun. Tidak lama mbak itu pulang dan mbak itu pun memberi kartu namanya untuk menanyakan informasi lebih lanjut. Setelah mbak asuransi itu pergi aku masih bingung di depan pintu dan membayangkan sebanyak apa uang 500 juta. Untuk seorang remaja macam aku kira-kira dengan uang sebanyak itu dan seketika aku berfikir tidak boleh mikir itu, uang ini di bayar nyawa bapak, bapak bahkan sampai mengasuransikan nyawa nya. Aku harus tetep nabung dan aku harus tetep kerja dimana aku kembali ke dalam rumah dan menelpon om bowo untuk mengucapkan terima kasih kepada beliau.

Dan aku berbicara dalam hati aku harus ingat jika uang itu untuk kelangsungan studi aku besok dan om juga belum lama tau ketika liat-liat dokumen bapak kemarin. Ingat aku harus jaga diri jangan jadi liar karena kamu sekarang hidup sendiri om aku menasehati aku lewat telepon. Aku mencukupkan pembicaraan dengan om dan duduk di depan televisi. Tidak terasa aku tertidur di sofa dan saat aku bangun jam sudah menunjukan pukul 5 sore dan aku buru-buru melaksanakan solat ashar dan di lanjutkan membersihkan taman belakang dari rumput liar. Tidak lama ada suara datang menemui aku sekarang dia menemui aku lagi dan masih sama seperti dulu, dimana dia berujud anak kecil dan semakin mendekati aku dan dia semakin membesar seolah seumuran dengan aku. Wajah dan postur nya sangat mirip dengan risa.

Kemunculan sari juga di tandai dengan harum bunga melati yang semerbak dan mungkin jika ono di alami orang lain mereka akan langsung lari ketakutan melihat sari. Namun tidak bagi aku dan aku seperti mendapat kunjungan teman lama. Aku ingin melihat keadaan nya dan tampaknya diriku memang benar-benar tabah. Dan sari cerita jika rumah dinas yang pernah aku tempati dulu sekarang sudah di tempati orang lain, namun mereka tidak mengganggu mereka karena diri aku memberikan pelindung negatif. Bangsa aku yang suka ganggu tidak akan mendekati mereka. Aku dan sari hanya membicarakan hal-hal yang ringan tentang kehidupan aku dan padahal sebenarnya itu sama sekali tidak perlu karena sari pasti juga tau tentang semua yang terjadi pada aku. Namun aku senang seorang teman di masa lalu, seorang teman yang menemani aku dalam ketakutan dan seorang teman yang bahkan sudah puluhan tahun yang lalu mati. Sari pun berterima kasih karena beberapa tahun hidup dengan aku itu mengobati dendam aku dan aku bisa membuat sari iklas dengan kematian setengah diri aku ini. Sari senang karena sebentar lagi mungkin dia akan kembali ke alam nya untuk menyusul setengah dari diri aku. Dan sari pun bilang jika tinggal beberapa hal yang membuat sari gentayangan dan penasaran. Bersambung di part berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here